----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

"KONTROVERSI GUS DUR KE KURSI PRESIDEN, MEGAWATI
  WAKIL PRESIDEN & JANJI REFORMASI YANG DITUNGGU"

Oleh : Roman Celnado

Kemarin, Rabu tanggal 20 Oktober 1999, setelah anggota MPR voting untuk
pemilihan presiden, sebagian besar rakyat Indonesia sudah bersiap untuk
mengirim ucapan Selamat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri pimpinan Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan, sebagai Presiden RI ke IV masa bakti
1999-2004. Ternyata hitungan kemenangan PDI-P diatas kertas, belum bisa
menjadi jaminan atau pegangan pemenang Pemilu 99 otomatis berhak menjadi
Presiden, karena demokrasi versi Indonesia lain dari sistem demokrasi
negara-negara Barat, akhirnya mayoritas rakyat kecewa berat, reaksinya rakyat
turun kejalan.
Berpolitik tidak sama dengan ilmu matematika, jika seseorang tertarik terjun
kepolitik praktis, berarti dia harus mempersiapkan mental untuk menerima
hasil akhir yang tidak pasti, bisa menggembirakan, bisa juga menyakitkan
sekali, untung Ibu Mega sudah teruji.

Kalau sistem demokrasi di negara Barat seperti Amerika Serikat, partai dan
pimpinan partai yang unggul dalam pemilu sudah dapat dipastikan akan
menduduki kursi Presiden.
Demokrasi di negara Barat, agama beserta pimpinannya dan para pendeta,  tidak
dibawa-bawa untuk berpolitik, yang berpolitik di AS itu adalah orang per
orang dan mempunyai keinginan, idea, visi yang sama, menanggalkan jubah agama
untuk berkumpul dalam satu wadah partai politik. Dari  awalnya antara tahun
1787-1792 konstitusi AS hanya menyetujui 2 partai politik,  jadi yang
berpolitik hanya manusianya, agama dipisahkan dari urusan negara dan politik
( sekuler ), walaupun agama merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan
umat manusia. Beragama merupakan hak dan urusan pribadi-pribadi secara
vertical dengan TUHAN sebagai pencipta semua makluk dan pemberi nafas
kehidupan, dan mengatur beroperasinya semua planet alam semesta.

Dinegara demokrasi Barat seperti AS tidak ada Departemen Agama, tapi walaupun
demikian, dari hasil penelitian dalam realita kehidupan / kegiatan sosial
masyarakat didapati manusia yang korupsi, kolusi, nepotisme prosentasinya
sangat kecil, dan belum pernah didapati masyarakat yang merusak atau membakar
ratusan rumah-rumah ibadah, memperkosa secara berbarengan dalam hari-hari
yang sama untuk golongan wanita keturunan cina tanpa rasa takut kepada Tuhan.

Setelah Pak Abdurahman Wahid terpilih menjadi Presiden RI ke IV dari hasil
voting  tertutup dengan perbedaan 60 suara dengan Megawati, sebagian besar
masyarakat di tanah air, maupun masyarakat Internasional terperangah, terdiam
cukup lama. Bagaimana tidak kaget dan terperangah, dalam proses awal kampanye
menjelang pemilu, Pak Gus Dur tidak pernah mencalonkan diri jadi Presiden
dari salah satu partai politik, dan tidak pernah terlibat kampanye untuk
bermaksud menjadi presiden. Beliau juga berkali-kali menyatakan mendukung
Megawati untuk menjadi Presiden. Kadang-kadang Bapak Bangsa ini ngomongnya
sulit ditebak, hari ini ngomongnya positif, besoknya sudah negatif. Pak Gus
Dur sendiri walaupun sebagai ketua PBNU tapi, bukan Ketua partai peserta
pemilu. Tapi realita membuktikan Bapak Wahid bisa terpilih menjadi orang
nomor satu di Indonesia, benar-benar menakjubkan dan salut untuk beliau.
Apakah skenario ini sudah disepakati dengan Megawati, dan telah tercapai
saling pengertian, hanya Pak Gus Dur & Ibu Megawati yang lebih tau, biarlah
rakyat terperangah, asalkan diantara mereka sudah tercapai kata mufakat,
hasilnya aman dan damai bisa membawa ketenteraman, kecukupan dan
kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.
Kalau kita manusia mau lebih transparan dan jujur, bisa terlihat bagaimana
mereka bermanuver,  menahan laju pendukung dan simpatisan Megawati, walaupun
mungkin Pak Gus Dur bermaksud baik untuk menyelamatkan bangsa dari perpecahan
(disintegrasi), dengan melihat dan menyaksikan mulai mengkristalnya pendukung
Habibie & pendukung Megawati yang seakan-akan siap berperang. Padahal jika
mayoritas masyarakat awam diberikan informasi yang jujur dan fair oleh para
elite partai politik mengenai masalah yang sebenarnya terjadi, pasti tidak
akan ada rakyat yang terpancing untuk saling berperang. Kasihan, rakyat
Indonesia sudah sulit mencari kebutuhan kehidupannya sehari-hari, masih
ditunggangi oleh para elite-elite politik dengan memanfaatkan mereka untuk
kepentingan / keuntungan politik golongan tertentu dan pimpinan-pimpinannya.
Makanya beliau dengan dimotori oleh Pak Amin Rais yang akhirnya terpilih
melalui voting sebagai Ketua MPR, memunculkan group poros tengah dengan
kampanye menghimpun kekuatan partai politik beraliran agama menjadi kekuatan
yang tangguh, terbukti selama sidang paripurna MPR berlangsung, Pak Amin
dengan group poros tengahnya berhasil dengan lobi-lobi mereka.  Inilah demokra
si versi Indonesia, yang dari awalnya tidak mungkin, bisa berakhir jadi
mungkin,  dan ternyata semua pihak senyum gembira, tepuk tangan sambil
manggut-manggut sebagai tanda menerima, maka aman  dan rasa damailah rakyat
Indonesia untuk seterusnya! Semoga semua pihak bisa saling bekerja sama
selamanya !

Janji Presiden & Wakil Presiden pada Pidato Pelantikan ditungguh seluruh
rakyat
Masih hangat dalam ingatan rakyat, 6 bagian besar, pidato pelantikan Presiden
dan wakil presiden yang belum diuraikan secara detail, kemarin tanggal 20 dan
hari ini 21 Oktober yang mengharukan, mengatakan tugas utama adalah, (1). memp
erbaiki kesejahteraan rakyat, (2).memberikan rasa keadilan untuk seluruh
warga bangsa.(3). Berdiri diatas semua golongan partai, suku, agama. (4). Refo
rmasi dibidang penegakan hukum tak dapat ditawar lagi. (5) Membawa rakyat
Indonesia menuju gerbang baru, pemberdayakan rakyat, dan bukan era perilaku
memperdaya rakyat. (6). Dan yang penting dicatat,  presiden & wakil presiden
akan selalu jujur kepada rakyat dan jangan membohongi rakyat lagi.   Nah
rakyat Indonesia, bergembiralah, menunggu janji itu !
Demi persatuan, keadilan dan pemerataan,  sebaiknya anggota Kabinet yang
memimpin Departemen  dipilih dari 26 (dua puluh enam ) propinsi di seluruh
Indonesia, artinya masing-masing propinsi kebagian satu jabatan terhormat
sebagai Menteri dalam kabinet Pemerintahan Gus Dur-Megawati, demi kerukunan
dan keharmonisan Nasional.
Jabatan ini sebaiknya diisi oleh muka baru yang profesional, tidak dari
sisa-sisa Orde Baru, tidak dari TNI / Polri aktif kecuali Pangab ), tidak
perlu ada Menko POLKAM, PERAWAN, tidak perlu diperbincangkan latar belakang
agama, karena disinilah asal muasal pergeseran budaya agama yang membawa
perpecahan. Bukankah kita Bangsa yang terhormat dan berbudaya, mau membangun
Indonesia Baru dengan menjunjung tinggi hukum, jujur dan adil dan harus
berdiri diatas semua golongan ?

SELAMAT KEPADA PEMERINTAH BARU R.I UNTUK PRESIDEN ABDURAHMAN WAHID & WAKIL
PRESIDEN MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Roman Celnado
P. O. Box 11834
San Bernardino, CA 92423

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Oct 1999 jam 09:06:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke