----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 24 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

REZIM GUS DUR HARUS PERHATIKAN KTI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Masih tanggapan untuk Pres Gus Dur+Wapres Mega.

Kemarin sempat saya membaca beberapa tulisan yang sebagian isinya
berisikan:

"Ribuan mahasiswa Makassar dari berbagai perguruan tinggi negeri dan
swasta kembali turun ke jalan, hari Jumat (22/10). Mereka menyatakan
ketidakpuasannya dengan hasil Sidang Umum MPR dan mendeklarasikan
Indonesia Timur Merdeka, di pelataran Monumen Mandala Makassar". (
http://www.kompas.com/kompas-cetak/berita-terbaru/4697.html ,jumat, 22
Oktober 1999).

"Gubernur Sulawesi Selatan HZB Palaguna menegaskan, tidak akan
mempersoalkan aksi mahasiswa di daerahnya (Sulsel tentang Aksi Mahasiswa
Pemerintah Diminta Perhatikan Indonesia Timur), sepanjang tidak
merugikan. Penyebabnya, ia mengakui, sejak Orde Lama dan Orde Baru,
perhatian pemerintah terhadap Kawasan Timur Indonesia (KTI) masih
bersifat slogan. Karena itu, ia menganggap aksi itu sebagai permintaan
kepada pemerintah agar lebih memperhatikan Indonesia Timur". ( Republika
24 Oktober 1999 ).

Belum sempat habis membaca tulisan-tulisan tersebut, pikiran saya
langsung berputar tidak bisa ditahan, sehingga melahirkan pertanyaan,
apa yang akan terjadi dengan rezim Gus Dur yang nasionalis-kebangsaan
dengan Megawati yang nasionalis-pancasila itu dalam waktu dekat ini?

Kemudian saya mempertanyakan apa yang telah dikeluarkan oleh otak Gus
Dur beberapa hari yang lalu, sebelum dipilih oleh MPR menjadi presiden
Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler. Dimana Gus Dur
mengatakan: "Pencegahan disintegrasi" (
http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1950.htm ).

Memang saya mengetahui, bahwa Gus Dur belum selesai dengan pembentukan
pembagian jatah kekuasaannya kepada para pendukungnya (Poros tengah,
Golkar, PKB, TNI) dan para lawan politiknya (PDIP), shingga masih secara
de-facto belum berjalan roda kekuasaan eksekutif-nya.

Tetapi, sebagai seorang Presiden yang terpilih dan telah didamping
Wapres Mega, sebenarnya dari sejak diangkat sebagai pres dan wapres
harus mampu memberikan suaranya secara langsung, apa yang akan dan siap
dilaksanakannya untuk memecahkan kemelut yang melanda dan sudah berjalan
di Kawasan Timur Indonesia (KTI) itu.

Ini, menurut saya sebenarnya kebalikannya dari apa yang dikatakan Gus
Dur: "Pencegahan disintegrasi". Karena yang sedang berjalan sekarang ini
adalah disintegrasi daerah dan rakyat Daulah Pancasila.

Nah sekarang, setelah pikiran saya dikacau oleh idea Gus Dur yang
kadang-kadang keluar tanpa melalui blokade otaknya yang belum sepenuhnya
encer, maka saya melihat sedikit jalan keluarnya yaitu,

1. Rezim Gus Dur+Mega harus memperhatikan lebih banyak kepada daerah
(propinsi), jangan hanya mementingkan daerah pusat saja.

2. Rezim Gus Dur+Mega jangan menggolong-golongkan pembantu-pembantunya
berdasarkan kesukuan.

3. Rezim Gus Dur+Mega jangan bertindak diktator, artinya apa yang
diinginkan Presiden itulah yang baik.

4. Rezim Gus Dur+Mega jangan menggunakan TNI sebagai alat penindak
kepada lawan-lawan politiknya.

5. Rezim Gus Dur+Mega harus menyelesaikan secara tuntas kasus-kasus yang
telah terjadi pada masa transisi Soeharto-BJ Habibie dan masa BJ Habibie
(seperti pelanggaran hak asasi manusia dan penyelesaian kasus
minoritas).

6. Rezim Gus Dur+Mega harus segera menyelesaikan masalah pangan, seperti
yang telah dijanjikan Gus Dur, sebelum terpilih jadi Presiden.

7. Rezim Gus Dur+Mega ditunjang oleh MPR-nya Amien dan DPR-nya Akbar
harus berani memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991023.htm ).

8. Rezim Gus Dur+Mega harus tetap berpegang kepada Islam sebagai dasar
kepercayaan Gus Dur dan Mega, dan jangan seluruhnya hanya menggantungkan
kepada cara pemecahan menurut paham nasionalisme-kebangsaan-pancasila.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk Pres Gus Dur+Wapres Mega.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 24 Oct 1999 jam 07:56:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke