----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 26 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MILLIS DISKUSI DAULAH ISLAM RASULULLAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Agung Primamorista.

Terimakasih, saya ucapkan kepada saudara-saudara yang telah menyampaikan
sarannya, yang menyangkut masalah wadah tempat diskusi Daulah Islam
Rasulullah, diantaranya saudara Agung Primamorista, Dwi Santoso, Raden
Oktova, Rafdian dan tentu saja tidak ketinggalan saudara Rushdan yang
telah saya kenal sejak lama, sejak pertama kali saudara Rusdhan
menyampaikan tanggapannya terhadap tulisan saya yang dimuat di HP BJ
Habibie, lebih satu tahun yang lalu, dan saya salut atas
pikiran-pikirannya mengenai Khilafah Islam, politik Islam, pemerintahan
Islam dan ketegasan sikap dalam usaha menegakkan aqidah Islam.

Baiklah, dalam usaha memasyarakatkan Khilafah Islam, pemerintahan Islam,
hukum-hukum Islam, aqidah Islam dan undang undang Madinah ini tujuannya
adalah untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah swt. Tidak
ada lain.

Adapun dasar pemikiran saya yang dipakai adalah sama sebagaimana yang
telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, riwayat hidup dan sepak terjang
Rasulullah saw dalam membina aqidah Islam kepada ummatnya sewaktu di
Mekah, dan pembinaan masyarakat muslim di Yatsrib setelah hijrah dan
mempertahankan aqidah Islam, rakyat Daulah Islam Rasulullah dan Daulah
Islam Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh yang telah
mendeklarasikan perang terhadap Islam dan kaum muslimin serta seluruh
rakyat Daulah Islam Rasulullah.

Nah, karena adanya dasar berpijak yang sama, maka tentu saja apabila
membaca buku karya Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, Sistem Pemerintahan
Islam, timbullah kesamaan persepsi dan langkah dalam membangun Daulah
Islam Rasulullah dengan apa yang telah saya pikirkan dan tuliskan.

Begitu juga dengan apa yang ditulis oleh Syaikh Abul A'la Al-Maududy,
mengenai Sistem Politik Islam, Khilafah dan Kerajaan, maka akan ada
kesamaan dengan apa yang telah saya tuliskan dalam tulisan-tulisan saya
tersebut.

Walaupun, kalau saya dibandingkan dengan mereka, sebenarnya tidak ada
artinya, namun, dilihat dari isi yang mengandung visi dan misi, maka
sebenarnya apa yang telah lahir dari pikiran saya ternyata tidak jauh
berbeda.

Karena yang menjadi dasar pegangan saya hanyalah Kitabullah dan Sunnah
Rasul. Dari sumber aqidah Islam itulah lahir pikiran-pikiran saya, yang
tentu saja ditunjang dari sejarah agung Rasulullah saw yang telah
memasuki pikiran dan kepala serta hati saya, dimana setelah melalui
proses pengolahan pikiran dan penyaringan keyakinan dalam hati, maka
lahirlah apa yang telah saya tuliskan dalam tulisan-tulisan tersebut.

Dalam rangka memasyarakatkan Khilafah Islam, pemerintahan Islam,
hukum-hukum Islam, aqidah Islam dan undang undang Madinah ini haruslah
terbuka dan sampai kepada setiap kaum muslimin dimanapun berada. Karena
itu, setahap demi setahap, tanpa dibatasi oleh ruang lingkup kelompok
diskusi yang sempit, usaha memasyarakatkan ini, Insya Allah akan
mencapai kepada suatu titik yang hanya Allah swt yang mengetahui-Nya.

Jadi, silahkan saja untuk membangun suatu jamaah diskusi untuk
membicarakan masalah Daulah Islam, hanyalah dengan tujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah.

Saya sekali-sekali selalu menjenguk beberapa millis yang namanya ada
hubungannya dengan daulah Islam, diantaranya,
[EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , juga ada yang
namanya [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , Khilafah Islam,
ditambah millis yang sedikit umum, seperti [EMAIL PROTECTED] ,
[EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] , [EMAIL PROTECTED] ,
[EMAIL PROTECTED] , yang hampir kesemuanya bermuara di
http://www.egroups.com/list/

Nah, apa yang telah dilakukan dan dibicarakan dalam diskusi-diskusi
tersebut, sepintas saya melihat masih belum ada suatu arah yang jelas,
mau kemana dan apa itu Daulah Islam, misalnya, seperti dalam millis,
[EMAIL PROTECTED] yang diasuh oleh saudara Jeffrey Ahmad yang
menurut berita berdomisili di Amerika masih belum menunjukkan indentitas
apa itu NII dan menampilkan profilnya. Juga sekarang saya melihat adanya
HP NII yang bermarkas di http://members.tripod.com/darul_islam/  isi
beritanya masih belum berubah-rubah.

Jadi, sebenarnya, millis yang sudah dan sedang membicarakan daulah Islam
memang sudah ada, seperti yang saya sebutkan diatas, hanya tinggal
mengadakan koordinasi dan mendalami serta yang penting adalah keyakinan
aqidah dalam rangka tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mencari
keridhaan Allah swt.

Nah sekarang, kembali kepada diskusi Khilafah Islam yang sudah berjalan
di ahmad.dataphone.se, walaupun seperti yang dikatakan oleh saudara
Raden Oktova: "akh Sudirman membuat diskusi yang cenderung monolog dan
bukan diskusi langsung seperti di milis, barangkali dengan maksud, agar
langsung sampai pada khalayak luas pembaca (bukan hanya anggota milis
tertentu), (dan) barangkali juga untuk memberi bobot kesungguhan materi
tsb. Adapun format seperti artikel, barangkali dimaksudkan oleh akh
Sudirman, agar langsung dapat dipublikasikan di homepage pribadinya
sudah dalam bentuk artikel. Ini cuma rabaan saya saja, betul begitu akh
Sudirman?" ( Raden Oktova, 25 Oktober 1999)

Memang apa yang dikatakan saudara Raden Oktova tersebut ada benarnya.

Hanya tentu saja untuk perbaikan dan peningkatan serta mutu dari materi,
Insya Allah, seperti yang disarankan oleh saudara Rafdian, akan menjadi
bahan pertimbangan. Dimana pemikiran saudara Rafdian sbb:

1. Mungkinkah dalam waktu luang yang akhi miliki untuk mempelajari di
negara2 lain, bagaimana pergerakan untuk membangun Daulah Islam
tersebut, katakanlah di Arab, Irak, Iran, dst, itu, apakah ada ulama2
pergerakan disana dalam membangun Daulah Islam tsb, apa buah pikirannya
(mana yang cocok dengan gagasan akh Ahmad, dan mana yang tidak), apa
kendala2 yang mereka hadapi, dst. Ini agak perlu agar kita mendapatkan
gambaran yang lebih komplit mengenai upaya/ide/gagasan2 yang lengkap
tentang Daulah Islam itu sendiri. Dengan demikian kita bisa membuat peta
dan ukuran2 sudah berada dimanakah umat Islam ini sekarang. Karena pada
dasarnya diskursus mengenai Daulah Islam ini tentu sudah dimulai dari
beberapa tahun/abad yang lalu.

2. Diskursus mengenai Daulah Islam ini sendiri tampaknya di Indonesia
sudah mulai ramai sejak tahun 60-an dan 70-an, dan kembali ramai sejak
Era Multi Partai, diberlakukan dimasa Habibie tahun 1999 ini. Hal ini
ditandai dengan munculnya Partai2 jelas-jelas mencantumkan berbasis
Islam, sehingga diskursus Daulah Islam mengemuka lagi, sampai sekarang.
Usul saya pada point kedua ini, adalah sebaiknya kita juga mulai
mendokumentasi, serpihan2 gagasan/ide/pedapat tersebut seperti yang
sudah akhi lakukan, (tapi sayangnya yang akhi dokumenteer adalah
tulisan2 akhi sendiri, ada baiknya disediakan juga space di HD buat
tulisan2/ide/gagasan dari pihak2 lain dalam dan luar negri), jadi kita
meliliki "database" tentang wacana ini dari berbagai pihak baik yang pro
atau yang kon, agar seperti cermin, makin banyak cermin yang mengitari
kita makin bisa melihat sisi lain dari pendapat kita yang selama ini
mungkin kita tidak mengetahui kekuatannya, atau sebaliknya kita belum
lihat kelemahannya. (Rafdian, 25 Oktober,
http://www.infokom.net/~rafdian ).

Nah yang terakhir, marilah kita sama-sama berusaha dengan kemampuan yang
ada pada masing-masing untuk beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan
Allah, dengan visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan
mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat
muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah
yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum
Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama
lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang
tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Agung Primamorista.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Oct 1999 jam 18:03:52 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke