----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 27 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

GEBRAKAN PERTAMA KABINET GUS DUR+MEGA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Masih tanggapan untuk Pres Gus Dur, Menko Ekuin Kwik Kian Gie dan Jaksa
Agung M Darusman.

Pada tanggal 23 Oktober 1999, saya publikasikan tulisan "Bentuk komisi
anti korupsi langsung dibawah presiden" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991023.htm ).

Ternyata banyak tanggapan yang masuk dari berbagai pihak, pada
prinsipnya hampir semuanya setuju. Walaupun saya dianggap secara tidak
langsung mengakui  Rezim Gus Dur+Mega. Dimana dengan penyampaian ide
"pembentukan komisi dibawah rezim sekarang berarti pengakuan tidak
langsung bahwa rezim sekarang adalah legitimate/sah, dimana baik akhi
Ahmad dan kita semua tahu secara pasti bahwa rezim dan sistem yang
sekarang berkuasa adalah kufr. Mendukung sebagian atau keseluruhan UU
yang memancar dari sistem kufr berarti pula mengakui legitimasi sistem
tsb. Dan pengakuan itu adalah haram", seperti yang ditanggapi oleh
saudara Utomo (Utomo, 23 Oktober 1999).

Begitu juga tanggapan yang disampaikan oleh saudara Hidayah: "Saya
mendapat kesan Anda menganggap sistem Indonesia itu halal sehingga untuk
memberantas korupsi harus begini dan begitu. Menurut saya, pemberantasan
korupsi hanyalah satu bagian dari hukum syara' sehingga kewajiban kita
adalah menegakkan sistem yang bisa menegakkan syara' secara total" (
Hidayah, [EMAIL PROTECTED] , 23 Oktober 1999).

Tetapi, tentu saja saya telah menjawabnya dalam tulisan "Ini daulah
pancasila, belum menjadi DIR" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991023a.htm ). Dimana saya mengatakan
bahwa,

"Secara de-facto dan de-jure Indonesia sekarang ini adalah Daulah
Pancasila yang mempunyai dasar Pancasila dan konstitusinya UUD 1945
adalah bukan Daulah Islam Rasulullah yang mempunyai dasar aqidah Islam
dan konstitusinya Undang Undang Madinah. Nah, kita sebagai kaum
muslimin, yang kebetulan diberikan karunia oleh Allah SWT untuk lahir
dan hidup di Daulah Pancasila ini, maka sebagai muslim berkewajiban
untuk dengan kemampuan yang ada pada setiap muslim untuk merubah keadaan
Daulah Pancasila dengan dasarnya pancasila kepada Daulah Islam
Rasulullah dengan dasarnya aqidah Islam.

Nah, salah satu langkah yang nyata dari langkah-langkah yang telah
dicontohkan Rasulullah saw (aqidah, hijrah dan jihad) untuk tegaknya
kembali Daulah Islam Rasulullah adalah mempertebal aqidah Islam bagi
kaum muslimin seluruhnya. Jadi, pemberantasan korupsi di Daulah
Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler merupakan refleksi dari usaha
mempertebal aqidah Islam kaum muslimin. Korupsi adalah satu dari sekian
banyak akar penyakit yang menyebabkan kehancuran Daulah Pancasila dengan
UUD 1945-nya yang sekuler ini." (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991023a.htm ).

Ternyata hari ini, 26 Oktober 1999, ketika saya sekilas membaca berita
yang terpampang dalam teks tv Swedia, terbaca Hasil penelitian yang
dibuat oleh Institut Internasional anti korupsi yang dikelola oleh suatu
organisasi sukarela, yang setiap tahun menyampaikan laporannya tentang
korupsi yang terjadi di 99 negara di dunia. Dimana untuk tahun ini yang
dilaporkan di Berlin, Jerman, hari ini tanggal 26 Oktober 1999, dengan
hasilnya adalah Indonesia negara yang paling tinggi tingkat korupsinya
setelah Kamerun. Jadi, urutannya adalah Kamerun nomor 1, di susul
Indonesia nomor 2, nomor 3 Azerbajdzjan, dan yang paling rendah adalah
Denmark, sedangkan Swedia adalah nomor 4 dari tingkat yang paling
rendah, yaitu Denmark, Finlandia, Zelandia Baru, Swedia.

Bagaimanapun ketika saya membaca hasil laporan penelitian tentang
korupsi di negara-negara di dunia, dimana Indonesia menduduki tingkat ke
2 dibawah Kamerun, saya tidak heran, karena memang korupsi sudah
demikian berurat berakar yang akan memerlukan jangka waktu yang panjang
untuk memberantasnya.

Seperti yang disampaikan kepada saya dari salah seorang yang tidak mau
disebutkan namanya (saya sebut si A), disalah satu tempat kerjanya di
suatu Departemen (saya sebut saja departemen P). "Dimana ada proyek
senilai 2 milyar, perusahaan harus membayar kewajiban (diluar PPN 10% &
PPh) 15% dari nilai kontrak tersebut.  Kemana larinya uang 300 juta? Ke
pimpro 100 juta, bagpro dll 100 juta, BPKP dll 100 juta. Jadi total
nilai proyek yang dilaksanakan hanya 55% dari nilai kontrak. Ini kondisi
riil yang dihadapi oleh semua kontraktor di Indonesia. Geger reformasi
setahun ini ternyata tidak membuat surut langkah para koruptor untuk
mengeruk uang rakyat, bahkan mereka semakin menggila." (si A, 23 Oktober
1999).

Membaca secuil pakta kejadian yang melanda Daulah Pancasila tersebut,
saya geleng kepala, bagaimana mungkin Daulah Pancasila akan berhasil
dalam pembangunannya, kalau sebagian yang mempunyai kedudukan telah
menggerogoti dana, sehingga yang tersisa, hanya setengahnya dari dana
yang semula.

Sehingga wajar saja, kalau Indonesia dapat penilaian yang tinggi dalam
korupsi. Ini adalah tugas berat Rezim Gus Dur dengan kabinetnya yang
kemarin dilantik. Dan juga tugas yang cukup berat untuk Menko Ekuin Kwik
Kian Gie dan Jaksa Agung M Darusman.

Kalau masalah korupsi ini dibiarkan, maka lambat laut, Daulah Pancasila
ini makin jatuh tersungkur kedalam jurang kemiskinan dan kehancuran.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk Pres Gus Dur, Menko Ekuin Kwik Kian
Gie dan Jaksa Agung M Darusman.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Oct 1999 jam 22:42:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke