---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- DOKUMEN, MINGGU III-IV, OKTOBER 1999 SEPARATIS RMS Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS), dimulai 18 Januari 1950 diproklamirkan, 25 April 1950 oleh Dr. Soumukil dan Ir. Manusama pendukung pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) yang dimulai dari Konferensi Malino 15 Juli 1946 dan Denpasar 1946 wakil dari 15 daerah. Van Mook selanjutnya membentuk negara Sumatera Timur (1947), Madura, Pasundan, Jawa Timur, Sumatera Selatan (1948), dan pada Maret 1948 membentuk Negara Federasi Indonesia Serikat (NFIS) dan Van Mook sebagai Presidennya. Lalu pada Juli 1948 dibentuk Majelis Musyawarah Federal--Bijeenkomst Voor federale Overleg (BFO) beranggotakan wakil dari negara-negara bagian. Kelanjutan dari ide tersebut, Republik Maluku Selatan (RMS) yang dirumuskan di Ambon 18 Januari 1950, lalu diproklamirkan 25 April 1950 oleh Soumakil dan Manusama, merupakan gerakan separatis yang memisahkan diri RIS (Republik Indonesia Serikat), setelah gagal kudeta berdarah Angkatan Perang ratu Adil (APRA) pimpinan Westerling. Pada 5 April 1950 timbul lagi pemberontakan Andi Aziz di Makassar (Ujung Pandang) melawan Panglima Tritorium Indonesia Timur Kol. Ahmad Yunus Mokoginta, tetapi dihancurkan TNI di bawah pimpinan Mayor Worang. Pada pertempuran selama 4 bulan oleh TNI pimpinan Kol. AE. Kawilarang Panglima Tritorium VII Indonesia Timur dapat menduduki pantai Lola Pulau Buru, 14 Juli 1950 dan Ambon 11 Nopember 1950. Ketika gerakan separatis RMS ditumpas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) beberapa menteri kabinetnya tertangkap, antara lain: Johannes Hermanus Manuhutu (Presiden), Albert Waisiral (PM), Johannes Gasper (Menteri DN), Domingus Zakarias Pesguwwariza (Menpen), Ibrahim Ohorella (Mensos dan Persediaan Makan), JS Hendrik Norimama (Menteri Kemakmuran), Thomas Nussy (LKSAP), Dantje Samson (Panglima Besar Tentara), Dr. Thomas Arend Hendrik Pattiradjawane (Menkes), Frederik Hendrik Pieter (Menteri Lalu Lintas) sedangkan Soumukil dan Manusama melarikan diri membentuk RMS di pengasingan. Selama itu pula kegiatan separatis RMS itu mendapat bantuan serta perlindungan dari pemerintahan Belanda-- dari sanalah perlawanan RMS atas pemerintahan RI dilancarkan. Peristiwa Ambon 19 Januari 1999 pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1419 H, bertepatan dengan hari Ulang Tahun ke-49 RMS (18 Januari 1950-19 Januari 1999). Tampaknya lebih merupakan eksperimen atau penjajakan tentang kemungkinan RMS bisa diproklamasikan kembali di Maluku. Rencana serangan total atas dan ketika orang Islam sedang melakukan shalad Id, dipilih untuk membantai habis kaum muslimin, merupakan momentum terbaik merealisir niat separatis RMS itu. Kendati pelaksanaan serangan itu baru bisa dilancarkan setelah usai shalat Idul Fitri, namun serangan yang dilaksanakan jaringan kekuatan Kristen dengan menggunakan macam tipe senjata tajam dan rakitan itu selain telah membongkar jaringan konspirasi separatis, maka identitas pasukan penyokong sesungguhnya, baik lokal maupun internasional telah terungkap. Tidak segan-segan jaringan separatis kriminal itu mampu membonceng gerakan reformasi melalui demo-demo yang dimotori mahasiswa Universitas Atmajaya, PMKRI (Katolik), Universitas Kristen Indonesia (UKI), UI (Sosialis), yang dibiayai sejumlah besar konglomerat keturunan Cina (Katolik?) seperti, Sofyan Wanandi, Liem Sioe Liong dan lain-lain serta bantuan jaringan Zionis Internasional. Tujuan akhir tidak lain ingin memecah belah Negara Indonesia menjadi Negara Federasi Indonesia Serikat (NFIS) seperti yang diprogramkan Van Mook menjadi wilayah Reformasi Eropa atas dasar agama, "One Tritorial One Faith" (satu wilayah satu agama). Maluku untuk Negara Maluku Kristen? Sedangkan Timor Timur untuk Negara Katolik Merdeka?.*Hamzah. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Oct 1999 jam 11:26:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
