---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 22 Oktober 1999 Bank Dunia, IMF Siap Kucurkan Dana WASHINGTON -- Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah baru Indonesia untuk memanfaatkan potensi ekonomi Indonesia. Pernyataan yang dikeluarkan setelah Abdurrahman Wahid memenangkan pemilihan presiden dengan mengalahkan Megawati Sukarnoputri itu, menyebutkan suksesi itu merupakan titik penentu bagi Indonesia. ''Saya mengucapkan selamat kepada Abdurrahman Wahid yang terpilih sebagai presiden Indonesia keempat,'' kata Direktur Pelaksana IMF Michel Camdessus. IMF, tambahnya, siap bekerja sama dengan presiden baru dan pemerintahannya untuk membangun makroekonomi Indonesia. Pernyataan ini tentu merupakan angin segar bagi Indonesia yang masih mengupayakan dana dari paket bantuan internasional senilai 45 miliar dolar selama dua tahun. IMF menunda penyaluran bantuan untuk Indonesia awal tahun ini karena skandal Bank Bali. Sementara itu Presiden Bank Dunia James Wolfensohn mengatakan, ''Saya menyampaikan selamat kepada presiden baru terpilih Indonesia. Penyelesaian pemilu demokratis pertama Indonesia mencerminkan peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan titik penentu bagi Asia Timur.'' Wolfensohn dalam suratnya kepada Abdurrahman Wahid mengatakan bahwa Bank Dunia akan membantu Indonesia memanfaatkan dengan baik sumber daya alam dan manusianya yang sangat besar. ''Kami mengakui bahwa Indonesia menghadapi banyak tantangan ekonomi, sejumlah di antaranya memerlukan penyelesaian dalam jangka sangat pendek,'' katanya. Sehari sebelumnya IMF juga menyatakan menyambut baik keputusan Indonesia yang menyetujui pengumuman isi long form hasil audit Bank Bali kepada masyarakat umum. Camdessus mengatakan penyaluran kembali kredit untuk Indonesia akan tergantung kepada masalah Timor Timur, yang pada Agustus lalu melaksanakan jajak pendapat untuk lepas dari Indonesia, dan penyelesaian terhadap skandal Bank Bali. Pencairan dana pinjaman IMF, kata Camdessus, akan dilakukan segera, menyusul jadual untuk mengirimkan tim baru ke Indonesia guna mengevaluasi ekonomi dan memutuskan apakah akan merekomendasikan pencairan baru dari pinjaman yang dijanjikan. ''Inflasi yang rendah, suku bunga yang turun, dan rupiah yang relatif stabil memberikan dasar yang baik yang dapat mengembalikan kepercayaan saat pemerintah baru mengambil langkah mempercepat reformasi struktural, terutama dalam merestrukturisasi badan usaha dan keuangan,'' katanya. Investor Timur Tengah Sementara itu pengamat ekonomi dari CIDES, Umar Juoro mengharapkan dengan terpilihnya KH. Abdurahman Wahid sebagai presiden akan bisa meningkatkan arus investasi luar negeri khususnya yang berasal dari Timur-Tengah. Hingga saat ini, kata dia, aliran investasi dari Timur-Tengah, masih kecil. Menurut Umar, hal terpenting yang akan dapat mendorong terwujudnya harapan ini adalah kredibilitas pemerintahan baru tersebut. Ia katakan, kredibilitas itu tercapai berkat adanya pemilu yang jurdil serta mekanisme pemungutan suara yang demokratis. ''Sedikit banyak, kedua hal tadi mampu meningkatkan kepercayaan dunia luar terhadap kemungkinan percepatan stabilitas perekonomian nasional,'' katanya, di Jakarta, kemarin. Menurut dia, penyebab utama 'seretnya' investor dari negara-negara Timur-Tengah untuk masuk ke Indonesia, selama ini adalah karena kurangnya informasi yang bisa mereka peroleh mengenai iklim dunia usaha di tanah air. ''Padahal, potensi nilai investasi yang dapat mereka tanamkan, cukup besar dan tak kalah dengan investasi dari barat.'' Dia menyebut keinginan para pengusaha Timur-Tengah untuk berinvestasi di Indonesia sebenarnya sudah dirintis ketika mantan Presiden BJ Habibie masih bertugas. Namun, minimnya ketersediaan informasi tadi mengakibatkan pengusaha Timur Tengah justru berinvestasi di Amerika dan Eropa. ''Di samping itu, pengusaha Tim-Teng memang belum terbiasa menginvestasikan dananya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,'' kata dia.(yus/ant) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Oct 1999 jam 11:26:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
