---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 30 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. BUKAN JUAL KONSEP, KARENA BUKAN CARI UNTUNG Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk saudari Yuni Wilcox ( [EMAIL PROTECTED] ) Sudah beberapa kali saya menerima tanggapan, komentar dari saudari Yuni Wilcox yang langsung disampaikan kepada saya, walaupun Yuni mengatakan bahwa, "Saya jarang membaca dan mungkin dikatakan hampir tidak pernah mengomentari tulisan bung ahmad, karena kesannya boring, monolog, selfish dan mau menang sendiri" ( Yuni Wilcox , 29 Oktober 1999 ). Misalnya, tanggapan dan komentar saudari Yuni Wilcox terhadap tulisan saya yang berjudul "Megawati: Meningkatkan kualitas hidup umat Islam?" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990802.htm ) yang telah didokumentasikan adalah, "Anda benar bung Ahmad. Memang sesuai dengan programnya (pernah dipostingkan oleh rekan lain), Ms memang berniat memisahkan antara kenegaraan, pemerintahan serta agama, dalam arti Islam tidak bisa cawe cawe dalam urusan pemerintahan dan agama. Anehnya memang Ms teriak teriak, bahwa mereka akan memperhatikan umat Islam sebagai umat mayoritas. ini khan sama aja mau belajar berbohong sejak awal, dianggapnya semua orang Islam bodoh dan mau dibohongi dengan omongan palsu "memperhatikan", menampung semua omongan umat Islam tapi kemudian ditolak secara halus, lho itukan nggak sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila.He..he.. lagi lagi umat Islam bakalan nggak bisa berkutik, atau melawan, habis gimana mau ngelawan orang orang PDIP khan terkenal ganas ganas (Yuni Wilcox, 1 Agustus 1999 ) Kemudian tanggapan terhadap tulisan "Millis diskusi Daulah Islam Rasulullah". ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991026c.htm ) Dimana Yuni mengatakan bahwa, "Jemaah diskusi daulah Islamiyah adalah ide yang menarik, dan perlu ditindak lanjuti.Hanya saja pointnya harus terarah dan jelas, nggak lagi ngalor ngidul, tapi lebih bersifat program, opini maupun ide ide yang nyata tentang bagaimana bentuk serta proses menuju daulah Islmiyah. Prosesnya pun harus jelas, jangka panjang dan pendek yang sebaiknya diikuti dengan tindaka lanjut, Bukan lagi sekedar obrolan di milis".(Yuni Wilcox, 27 Oktober 1999). Selanjutnya yang terakhir, saudari Yuni menyampaikan tanggapannya terhadap tulisan "Amien tunjukkan gigi" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991029.htm ). Dimana Yuni menyatakan bahwa, "Saya jarang membaca dan mungkin dikatakan hampir tidak pernah mengomentari tulisan bung ahmad, karena kesannya boring, monolog, selfish dan mau menang sendiri. Saya tahu maksud anda baik ingin mengakkan Islam, tapi kadang anda lupa cara anda terkadang merasa sebagai seorang yang superior. Saya sama sekali tidak bermaksud burukk, saya hanya ingin mengingatkan anda, cobalah berkomunikasi yang komunikatif. Mungkin ini salah satu kelemahan kita. Kita punya berbagai macam konsep yang baik bahkan mungkin mendekati sempurna, tetapi kadang kita tidak memapu berkomunikasi, mengeluarkan konsep kita dengan baik, kita tidak mampu "menjual" konsep tsb, akhirnya tidak ada yang "beli". Saya mohon maaf sebesar besarnya. (Yuni Wilcox, 29 Oktober 1999). Nah sekarang, setelah saya membaca tulisan saudara Yuni yang terakhir, kemarin, tanggal 29 Oktober, yang menanggapi tulisan "Amien tunjukkan gigi", yang isi tanggapannya telah saya kutifkan diatas, maka saya menjawab bahwa, usaha yang telah dilakukan sekarang ini adalah bukan menjual konsep untuk memperoleh pembeli dan mencari keuntungan, melainkan tujuannya adalah beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah SWT. Coba, kita perhatikan betapa jauhnya hasil penafsiran saudari Yuni Wilcox terhadap apa yang telah saya tulis, dimana Yuni mengatakan bahwa "Kita punya berbagai macam konsep yang baik bahkan mungkin mendekati sempurna, tetapi kadang kita tidak memapu berkomunikasi, mengeluarkan konsep kita dengan baik, kita tidak mampu "menjual" konsep tsb, akhirnya tidak ada yang "beli". Jelas perbedaannya adalah, 1. Yuni mengatakan bahwa Ahmad Sudirman jual konsep. 2. Yuni menafsirkan bahwa dengan ketidak mampuan berkomunikasi menjauhkan yang "beli". Sedangkan menurut saya, usaha itu adalah bukan usaha menjual konsep, melainkan usaha untuk memasyarakatkan Khilafah Islam, Pemerintahan Islam, hukum-hukum Islam, konstitusi yang berdasarkan kepada sumber dari Al Quran dan Sunnah kepada masyakarakat muslim dimanapun berada dengan tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mencari ridha Allah SWT. Jadi, jelas disini, bahwa tidak ada yang dirugikan, baik saya ataupun mereka yang ingin dan suka rela membaca atau yang memang menolaknya sama sekali. Karena keuntungan yang ingin saya peroleh adalah keridhaan Allah, bukan konsep itu dibeli orang. Nah sekarang, kalau saya menyatakan daulah Pancasila beratus kali, karena memang saya menyamakan nama negara Indonesia dengan daulah Pancasila. Alasannya telah saya kemukakan dalam tulisan-tulisan saya yang lalu. Jadi dengan mengemukakan berbagai pandangan, pikiran, tanggapan, alasan, adalah semuanya bukan untuk merasa "selfish dan mau menang sendiri (serta) merasa sebagai seorang yang superior" seperti yang dikatakan oleh saudari Yuni Wilcox. Permasalahannya adalah selama dasar dari pikiran, tanggapan, bantahan, kritikan itu adalah masih kuat (berdasarkan kebenaran dari Allah SWT), maka selama itu pikiran, tanggapan, bantahan, kritikan tersebut terus dilanjutkan dan dipakai. Jadi yang tinggal adalah bagaimana untuk mengajukan dasar dari pikiran, tanggapan, bantahan, kritikan itu agar bisa sama atau melebihi. Tetapi, kalau masing-masing tidak membuka hati dan pikiran, yang ternyata tidak menemukan garis kesamaan, maka disinilah ditempuh jalan berpisah, silahkan anda tempuh jalan anda sendiri, dan saya tempuh jalan saya sendiri. Silahkan, agama anda untuk anda, agama kami untuk kami. Yang paling akhir untuk saudari Yuni Wilcox adalah, sebelum saudari mengatakan sesuatu maka lihatlah apakah ada dalam dokumentasi saudari tentang sesuatu yang akan disampaikan. Karena jangan seperti yang telah saudari katakan bahwa "Saya mungkin dikatakan hampir tidak pernah mengomentari tulisan bung ahmad" padahal dalam dokumentasi saya, saudari telah beberapa kali menyampaikan tanggapan saudari. Marilah kita sama-sama sebagai muslim untuk berusaha dengan tujuan beribadah, bertaqwa dan mencari ridha Allah, amin. Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudari Yuni Wilcox ( [EMAIL PROTECTED] ). Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Oct 1999 jam 02:50:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
