---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 29 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. AMIEN TUNJUKKAN GIGI Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk Ketua MPR Amien Rais. Entah kenapa, hari ini, saya ditengah kesibukan office, saya buka detik.com, terbaca dengan jelas, "Amien Rais Protes Dubes Campuri RI", yang memuat cerita: "Saya minta agar mulai hari ini tidak ada dubes yang turut campur masalah Indonesia," tegas Amien. Pernyataan Amien itu disampaikan pada pers seusai mengikuti pelantikan Kabinet Gus Dur di Istana Negara, Jakarta, Jumat (29/10/1999). Protes Amien itu berkaitan dengan adanya dubes dari negara adidaya yang mendekati Menkeu Bambang Sudibyo untuk urusan tertentu" ( http://www.detik.com/berita/199910/19991029-1330.htm ). Sebelum mata selesai membaca isi seluruh beritanya, pikiran saya sudah melahirkan suatu bahan tulisan, yang saya sendiri tidak bisa menyetopnya, sehingga lahirlah tulisan kedua untuk hari Jumat ini, yang saya beri judul, "Amien Tunjukkan gigi". Sebenarnya, kalau saya jadi Amien, apalagi dengan kedudukan sebagai Ketua MPR, saya tidak begitu emosional. Karena memang kenyataan, Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya sudah tidak berdiri sendiri lagi. Hidung daulah Pancasila ini sudah boleh ditarik kesana kemari. Jadi, sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Amien tersebut, hanya mengundang tertawaan para diplomat saja. Pernah suatu ketika, seorang teman dari salah satu negara tetangga Daulah Pancasila mencak-mencak kepada saya, karena katanya Amien ikut campur dalam masalah negara tetangga, karena kasus Anwar Ibrahim. Jadi, sebenarnya, tanpa disadari, Amien juga sebelum dipilih menjadi ketua MPR, secara tidak sadar, telah ikut mencampuri urusan dalam negeri negara tetangga, dimana waktu itu, nama Amien sedang berada di puncak kejayaan, karena jasanya dengan dibantu oleh seluruh mahasiswa meneriakkan reformasi KKN untuk menumbangkan rezim diktator militer Soeharto, sehingga Soeharto jatuh tersungkur. Nah sekarang, sebenarnya, Amien tidak perlu mencak-mencak, dengan adanya kritik langsung dari salah seorang Duta Besar negara tetangga. Yang terbaik jalan pemecahannya, adalah secara diam-diam, kasih informasi Gus Dur, biar Gus Dur yang menugaskan Alwi untuk panggil Dubes tersebut. Bukan ketua MPR. Apa itu tugas ketua MPR mencampuri urusan para utusan eksekutif dari berbagai negara lain. Walaupun Gus Dur mengatakan kepada Amien : "Presiden Gus Dur tadi mengatakan bahwa kabinet ini juga termasuk tanggung jawab saya". ( http://www.detik.com/berita/199910/19991029-1330.htm ). Menurut saya Gus Dur itu salah kaprah, masa Ketua MPR bertanggung jawab dan mengatur langsung Kabinet Gus Dur. Menurut orang yang mengetahui sedikit tatanegara Daulah Pancasila dengan sistem triaspolitikanya, terlihat dengan jelas bahwa justru Kabinet Gus Dur harus memberikan tanggung jawabnya atas semua tindakannya kepada MPR, sebagai badan legislatif, bukan sebaliknya. Badan Legislatif tidak ada urusan mengatur langsung badan Eksekutif. Karena kalau itu terjadi, kacau balaulah Daulah Pancasila. Mana tugas eksekutif, mana tugas legislatif. Jadi, menurut saya, adanya keterlibatan langsung pihak asing, misalnya ada Duta Besar yang memberikan koreksi, saran, pandangan langsung terhadap masalah politik Daulah Pancasila, maka sebaiknya, Gus Dur dengan kekuasaannya yang ada menugaskan Mentri Luar negerinya Alwi Shihab untuk memanggil sang Duta Besar negara tetangga yang nyeleneh tersebut ke kantor Deplu, bukan memberikan perintah kepada ketua MPR Amien. Itu namanya sama saja dengan Gus Dur yang telah menjalankan sikap kediktatorannya, dan Amien mau saja nurut kepada Big Boss-nya. Inilah sedikit tanggapan saya untuk Ketua MPR Amien Rais. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 31 Oct 1999 jam 02:06:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
