----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 31 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

GUS DUR BUKAN PRESIDEN NEGARA ISLAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk mereka yang Islamophobia.

Untuk tulisan hari ini, sengaja saya tampilkan masalah ketakutan
terhadap Islam, apalagi sekarang hampir mayoritas muslim yang memegang
kekuasaan di Daulah Pancasila.

Melalui tulisan ini, sengaja saya untuk mempertegas kembali bahwa Daulah
Pancasila belum menjadi Daulah Islam Rasulullah. Karena itu tidak benar
kalau ada anggapan dari beberapa masyarakat baik yang ada di dalam
negeri maupun yang ada di luar negeri, bahwa Penguasa muslim, dari mulai
Ketua MPR, DPR dan Presiden telah memimpin Negara Islam.

Memang benar, Gus Dur, Mega, Amien, Akbar Tanjung adalah muslim, tetapi
tidak berarti bahwa Negara yang dipimpinnya adalah Negara Islam,
sebagaimana yang dianggap oleh beberapa kelompok baik di Indonesia
maupun diluar Indonesia.

Mereka adalah pemimpin-pemimpin muslim tetapi masih memimpin Daulah
Pancasila dengan dasar falsafah Pancasila dan UUD 1945-nya yang sekuler.

Jadi, sekarang kalau mereka yang Islamophobia menganggap bahwa Islam
telah memiliki kekuasaan di Daulah Pancasila adalah tidak benar.

Yang benar adalah Penguasa Daulah Pancasila yang muslim yang terpilih
menjadi ketua legislatif dan eksekutif yang menjalankan faham
nasionalis-kebangsaan-pancasila dengan telah disumpah untuk
mempertahankan pancasila dan UUD 1945.

Juga, tidak benar, apabila Gus Dur, Mega, Amien, Akbar Tanjung
memperalat kekuatan Islam untuk menunjang kekuasaan Daulah Pancasilanya.
Karena yang diperalat adalah sekelompok muslim atau organisasi muslim
yang masih tetap ingin mempertahankan daulah Pancasila dengan pancasila
dan UUD 1945-nya.

Mereka justru, ingin tetap mempertahankan Daulah Pancasila sebagaimana
adanya. Tidak ada usaha untuk merubah Daulah Pancasila menjadi Daulah
Islam Rasulullah dengan konstitusinya yang bersumberkan dari Al Quran
dan Sunnah.

Karena itu, kalau mereka melakukan penyimpangan, itu disebabkan bukan
oleh karena Islam, melainkan karena tindakannya yang memang berdasarkan
faham nasionalisme-kebangsaan-pancasila, sebagaimana yang telah
dipancarkan dari sila-sila pancasila-nya.

Jadi, apabila dikemudian hari bahwa Gus Dur, Mega, Amien, Akbar
melakukan hal-hal yang menyimpang, maka yang salah adalah bukan Islam,
melainkan falsafah Pancasila yang tetap menjadi dasar perjuangan
partai-partainya, seperti yang tercantum dalam dasar dan asas partai
Golkar, PAN, PKB dan PDI-P.

Kesalahan besar kalau ada yang menganggap sekarang bahwa Gus Dur yang
nasionalis-kebangsaan memperalat kelompok Islam untuk mempertahankan
kekuasaannya, sehingga dianggap bahwa Presiden adalah memimpin Negara
Islam.

Dan kesalahan besar apabila ada yang menganggap bahwa apabila tindakan
Gus Dur yang menjurus kepada kediktatoran, maka tindakannya dianggap
sebagai tindakan pemimpin diktator Negara Islam.

Gejala-gejala anggapan yang demikian sudah bermunculan sekarang ini,
karena itu saya melalui tulisan ini menyatakan bahwa Daulah Pancasila
belum menjadi Daulah Islam Rasulullah, sehingga apabila Gus Dur, Mega,
Amien, Akbar melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang ditinjau dari
sudut Islam, maka itu bukan disebabkan oleh Islam dan Negara Islam,
melainkan disebabkan oleh tindakan yang bukan didasarkan kepada apa yang
telah diperintahkan Islam, karena itu Islam tidak bertanggung jawab atas
penyimpangan-penyimpangan mereka.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk mereka yang Islamophobia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Oct 1999 jam 08:33:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke