----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 26 Oktober 1999

Indonesia Kembali Bergairah

INDONESIA kembali ceria. Indonesia kembali bergairah, dan
Indonesia siap menggeliat menyongsong masa depan untuk menjadi
bangsa yang besar, berbudi luhur, adil dan berwibawa. Suatu
gambaran demokrasi benar-benar telah ditampilkan dengan begitu
cantik walaupun belum dapat dikatakan sempurna.

Kisah perjalanan demokrasi di Indonesia diawali ketika langkah
Bapak Habibie sebagai presiden menggantikan mantan Presiden
Soeharto yang diiringi oleh berbagai kecaman, sinisme dan cercaan.
Namun dengan ketegarannya yang tulus, beliau mampu membuka pintu
demokrasi yang selama ini terkungkung. Melalui penyelenggaraan
Pemilu yang Luber dan relatif Jurdil, nuansa baru telah mewarnai
kehidupan rakyat Indonesia.

Kehidupan kembali bergairah setelah dikungkung oleh rezim
otoriter. Kini rakyat begitu antusias mengikuti perkembangan
politik, ekonomi, hukum dan sosial setiap detiknya. Pembelajaran
politik berlangsung dan tentunya hal ini merupakan bekal yang
sangat bermanfaat guna menghadapi era persaingan global mendatang.

Alam demokrasi yang bergejolak tersebut selanjutnya dihiasi oleh
aktivitas para wakil-wakil rakyat di parlemen. Dari hari ke hari
kita dapat menyaksikan dinamika demokrasi yang berlangsung di
parlemen. Ini semua dapat terjadi sejak dibukanya kran kebebasan
pers. Sampai akhirnya suatu pembelajaran politik yang anggun oleh
Ibu Mega dengan besar hati menyambut terpilihnya Bapak Abdurrahman
Wahid sebagai Presiden keempat RI. Suatu hal yang sangat langka
terjadi di Indonesia saat ini.

Sejak dulu kita selalu disajikan dan dicekoki permainan politik
yang membosankan dan menghalalkan pemaksaan dengan dalih
musyawarah untuk mufakat secara bulat bundar. Perbedaan pendapat
ditabukan, dan kekalahan sukar dipahami dan diterima di mana
akhirnya berbuntut pertengkaran, bahkan memungkinkan perpecahan.
Namun apa yang ditampilkan Ibu Mega, saat ini adalah suatu
keindahan dari dinamika demokrasi, dan sebagai perwujudan
penghormatan terhadap keputusan rakyat yang diwakilkan kepada
wakil-wakilnya, Gedung MPR seolah bersinar cerah menyambut
kemenangan bangsa Indonesia tersebut. Hal ini melarutkan pula
delegak emosi masyarakat yang menyaksikan di layar televisi maupun
yang mendengarkan dari radio bagaikan sedang menonton kemenangan
tim bulutangkis Indonesia.

Terpilih Pak Abdurrahman Wahid sebagai Presiden merupakan anti
klimaks dari semakin memuncaknya tensi dua kutub yang terus
memanas. Dapat dikatakan bahwa Gus Dur telah mengagalkan upaya
kelompok-kelompok tertentu yang ingin bangsa Indonesia saling
berbenturan dan akhirnya mereka dapat mengambil keuntungan dari
keadaan tersebut.

Dengan gerakan-gerakannya yang sulit diduga pada akhirnya Gus Dur
telah menampilkan sosok yang sebenarnya yaitu "maju tak gentar,
membela yang benar, dan memenangkan perang?" Walaupun sempat
terjadi pancingan untuk melakukan keributan, namun hal tersebut
akhirnya bagaikan seseorang yang bertempuk sebelah tangan.

Kini kehidupan di Indonesia telah memberikan gambaran yang lebih
positif, tinggal Gus Dur, Ibu Mega dan armadanya menggantikan Pak
Habibie memegang kendali negeri ini untuk menuju cita-cita
masyarakat yang berdaulat, adil dan makmur. Hal-hal yang belum
terselesaikan pada masa Pak Habibie seperti penegakan hukum,
pemberantasan KKN, penyempurnaan kualitas pendidikan, rekonsiliasi
nasional, pemberdayaan pemerintah sipil, dan penyelamatan bangsa
agar terlepas dari krisis dan kemiskinan adalah merupakan
tantangan berat dalam waktu dekat.

Namun kita semua yakin dengan kepemimpinan baru kali ini, bangsa
Indonesia akan mampu untuk bersatu dan bahu-membahu mewujudkan
cita-cita bangsa. Dan akhirnya kami ucapkan terima kasih yang
tulus atas apa yang Pak Habibie, Pak Dur, dan Bu Mega hasilkan
dalam waktu yang pendek ini.

Sahroni
CYFIS

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Nov 1999 jam 02:05:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke