---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 27 Oktober 1999 Gus Dur Tunjuk Drakula Baju Loreng Jakarta, Rakyat Merdeka Tekad Presiden Gus Dur untuk menuntaskan persoalan Aceh tidak main-main. Bahkan Gus Dur memastikan bahwa pelaku pembunuhan rakyat sipil di Aceh bukanlah anggota TNI, melainkan sekelompok orang yang secara sengaja memakai seragam TNI. Perilaku sadis mereka sama saja dengan drakula berbaju loreng. "Saya perlu sampaikan kepada Anda bahwa pembunuhan-pembunuhan yang terjadi di Aceh tidak dilakukan oleh TNI, tapi oleh orang-orang yang berbaju TNI," kata Presiden Gus Dur dalam pertemuan dengan pengurus Kadin di Wisma Negara Jakarta, kemarin. Pernyataan ini dikemukakan Presiden Gus Dur bukan tanpa alasan kuat, tapi berdasarkan laporan langsung dari lapangan. "Saya tidak main-main. Tidak. Karena ada laporan dari teman-teman saya anak-anak LSM telepon kepada saya tiap pagi," tandas Gus Dur. Lebih jauh presiden Gus Dur menyebutkan nama sebuah daerah di Aceh, yakni Tapak Tuan. Disitu ada sekelompok orang berbaju militer yang menyetop orang-orang berjilbab. Jilbabnya dicopot, rambutnya dipotong. "Ketika mereka melakukan hal itu tersingkap lengan bajunya, turun ke bawah, kelihatan lengannya bertato. Tidak ada militer bertato," tegas Gus Dur. Menanggapi pernyataan ini Sekjen Barisan Nasional (Barnas), Rachmat Witoelar mengemukakan, temuan Gus Dur tersebut harus langsung ditanggapi oleh berbagai pihak yang terkait dengan penyelesaian masalah Aceh khususnya aparat keamanan. TNI harus menindaklanjuti pernyataan Presiden Gus Dur, kalau memang ingin memperbaiki citra," kata Rachmat. Sementara itu anggota Barnas Letjen (Pur) Bambang Trantoro berpendapat, pernyataan Gus Dur tersebut lebih merupakan move politik untuk menangkal tuduhan pihak internasional yang menganggap TNI kerap bertindak jahat. Selain itu, menurut Bambang, Presiden Gus Dur ingin menekankan kepada semua pihak agar tidak mudah terkecoh oleh berbagai informasi mengenai Aceh. Bambang percaya Presiden Gus Dur sangat serius menuntaskan persoalan Aceh. "Karena kalau dalam masalah Aceh ini, TNI dikambinghitamkan, maka yang menanggung resikonya ialah bangsa kita sendiri," ujar Bambang yang bekas Kassospol ABRI itu. Lebih jauh dalam pertemuan dengan pengurus Kadin, Presiden Gus Dur juga menyatakan bahwa sekelompok orang yang mengenakan seragam TNI tesebut ingin membuat buruk citra TNI, serta ingin mengadu domba TNI dengan rakyat. "Ini kita harus berhati-hati, bukan karena TNI itu sendiri malaekat, betul semua tidak. Tapi kesalahan mereka juga tidak seperti yang disangka masyarakat ," ujar Presiden Gus Dur. TNI, sambung Presiden Gus Dur lagi, adalah untuk mempertahankan rakyat dan membela rakyat. "Rakyat itu ada atau terwujud untuk melindung TNI. Jadi dua-duanya harus saling melindungi dan mendukung," papar Gus Dur. Menurut presiden, masalah di Aceh, sebenarnya terjadi karena tidak adanya komunikasi di antara empat jenis kepemimpinan. "Pertama kepemimpinan para teuku, para birokrat. Tidak punya komunikasi dengan para teuku yaitu para teuku di daerah-daerah, para ulama, pesantren. Juga tidak ada komunikasi dengan para mahasiswa," kata Gus Dur. (FN/CS/RUS) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Nov 1999 jam 02:09:50 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
