----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 1 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

INDONESIA BUKAN NEGARA ISLAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Samaji (Bekasi, Jabar, Indonesia).

Insya Allah, usaha untuk tujuan beribadah, bertaqwa dan mencari
keridhaan Allah SWT tidak akan berhenti. Dengan tetap memohon pentunjuk,
bimbingan dan ilmu dari Allah SWT, maka Insya Allah kaum muslimin
dimanapun berada akan tetap berada dalam garis-garis yang telah
ditetapkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya Muhammad saw.

Nah, tulisan untuk pagi ini, Senin, setelah subuh, dengan waktu yang
cukup sempit marjinalnya, sempat saya sekilas membaca tanggapan dan
pertanyaan atas kebingungan saudara Samaji, yang sekarang berdomisili di
Bekasi, Indonesia.

Dari pikiran dan tanggapan yang disampaikan oleh saudara Samaji,
sebenarnya, beliau ini sudah mengerti maksud saya, tetapi, kemungkinan
besar, beliau mengharapkan penjelasan saya yang lebih lanjut mengenai
apakah yang dimaksud dengan Indonedia sebagai negara Islam dalam tulisan
"Gus Dur bukan Presiden Negara Islam" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991031.htm )

Nah dibawah ini saya salinkan apa yang ditulis saudara Samaji,

"Assalamu alaikum wr. wb. Kepada bapak ahmad di bumi allah. Saya telah
banyak mengikuti dialog saudara tentang Islam dan masalahnya. Pada
kesempatan ini saya ingin berkomentar tentang opini bapak tertanggal 31
Oktober 1999 tentang "GUS DUR BUKAN PRESIDEN NEGARA ISLAM". Dari artikel
yang saya baca mungkin saya setuju bila saya bandingkan dengan
pikiran-pikiran yang bapak paparkan.

Tetapi itu membuat saya binggung sebenarnya negara seperti apakah yang
bapak maksud dengan negara islam. Apakah ada di Indonesia, atau di arab.
Dan apabila negara yang di pimpin oleh Gus Dur ini bukan negara Islam
apakah tepat apabila saya menyebut Negara Jahiliyah. Dan berarti saya
berada di negara Jahiliyah bila saya berada di Indonesia. Demikian
tanggapan saya, mohon komentar. Wassalamu alaikum wr. wb". (Mas_Aji,
Bumi Allah, 1 Nopember 1999).

Terimakasih saudara Samaji.

Seperti yang saya tulis dalam kata pembukaan diatas, kalau boleh saya
sedikit menganalisa saudara Samaji, bahwa saudara Samaji sudah mengerti
maksud dan pengertian Negara Islam, hanya saja, ingin lebih diperjelas,
agar supaya saudara Samaji, dengan alasan saya, bisa dijadikan senjata
untuk membidikkan hasil pemikirannya kepada Indonesia, negara dimana
tempat saudara Samaji lahir, tinggal dan hidup sekarang.

Saudara Samaji,

Yang saya maksud dengan Negara Islam dalam konteks tulisan "Gus Dur
bukan Presiden Negara Islam" adalah Daulah Islam Rasulullah yang
berdasarkan aqidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
berkonstitusi yang sumbernya dari Al Quran dan Sunnah, yang mengharapkan
ummahnya memiliki visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan
mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat
muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah
yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum
Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama
lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang
tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

Jadi, kalau ada dari pihak-pihak yang islamophobia, yaitu suatu kelompok
manusia, apakah itu mereka yang tinggal di Indonesia atau di luar
Indonesia, yang merasa ketakutan yang pathologis dan rasa kurang senang
kepada Islam, maka saya jelaskan kepada mereka, bahwa sebenarnya
Indonesia itu bukan negara Islam, atau dengan kata lain bahwa Indonesia
itu bukan Daulah Islam Rasulullah yang berdasarkan aqidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan konstitusinya yang bersumber dari Al
Quran dan Sunnah.

Karena, kalau kaum muslimin yang kebetulan tinggal dan hidup di
Indonesia tidak menjelaskannya secara gamblang kepada mereka yang
islamophobia itu, maka kaum muslimin yang tinggal dan hidup di Indonesia
akan kena getahnya, apabila Gus Dur, Mega, Amien, Akbar dan semua
Kabinet Gus Dur-Mega disuatu saat melakukan kesalahan dan penyimpangan
menurut Islam, sehingga kaum islamophobia menganggap dan menuduh
kejadian penyimpangan itu dengan tuduhan, "Nah itulah Rezim dari Negara
Islam yang telah menghacurkan Indonesia".

Nah sekarang, sebelum itu terjadi, maka kaum muslimin, jangan hanya
melihat Gus Dur, Mega, Amien, Akbar dan semua Kabinet Gus Dur-Mega
adalah label Islam-nya, tetapi, harus mampu memberikan pengawasan,
kontrol, saran, nasehat, kritik, jalan keluarnya, yang semuanya
berdasarkan kepada tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mencari
keridhaan Allah SWT.

Jadi kalau saya dalam tulisan-tulisan di forum umum ini selalu
menyinggung masalah aktor-aktor elit politik, kekuasaan, daulah,
pemerintahan, politik, aturan, hukum, aqidah, persatuan, keadilan,
amanah, itu semua adalah dalam rangka saling nasehat-menasehi kepada
sesama muslim dalam kebenaran (kebenaran dari Allah SWT) dan kesabaran.

Nah tentu saja, ada sedikit perbadaan dalam cara penyampaian atau metode
yang saya pakai, dimana ada sebagian yang merasa kurang cocok dengan
cara yang dipergunakan saya selama, tetapi sekali lagi saya tegaskan
disini bahwa, masalah perbedaan cara atau metode ini bukanlah masalah
yang sangat prinsipil dan mendasar, karena perbadaan ini masih bisa
dibicarakan dan didiskusikan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Nah sekarang, kalau saudara Samaji ingin menyebut Indonesia dengan
"Negara Jahiliyah Dan berarti saya berada di negara Jahiliyah bila saya
berada di Indonesia" itu adalah hak saudara Samaji mengatakan demikian.
Karena yang saya katakan bahwa Indonesia adalah bukan negara Islam atau
bukan Daulah Islam Rasulullah yang berdasarkan aqidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan berkonstitusi yang sumbernya dari Al
Quran dan Sunnah.

Nah kesimpulan akhir adalah,

Indonesia bukan Negara Islam, artinya Indonesia bukan Daulah Islam
Rasulullah yang berdasarkan aqidah Islam dengan menghormati agama lain,
dengan berkonstitusi yang sumbernya dari Al Quran dan Sunnah, yang
mengharapkan ummahnya memiliki visi membangun persatuan dengan
berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun
kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan
pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan
menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam
dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari
Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan,
kesukuan dan ras.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Samaji (Bekasi, Jabar,
Indonesia).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon
petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Nov 1999 jam 07:02:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke