----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 28 Oktober 1999

AMST BUKA KARTU SOAL GEJOLAK DI MAKASSAR

Satu lagi tamparan keras buat anggota DPR yang kerap meniupkan isu
sentimen kedaerahan. Termasuk di dalamnya mereka yang giat
"bernyayi" dan mengipas tuntutan merdeka wilayah Indonesia Timur.

Kemarin siang, puluhan pemuda Angkatan Muda Sulawesi Tengah (AMST)
ramai-ramai ke Senayan menentang keinginan mahasiswa Makassar
untuk membentuk Republik Indonesia Timur dan memisahkan diri dari
negara kesatuan Indonesia. Para pemuda itu diterima oleh Fraksi
PDI Perjuangan di MPR/DPR, kemarin.

Di hadapan wakil rakyat yang menerimanya, para pemuda Sulawesi
Tengah (Sulteng) itu tegas-tegas menyatakan tak bisa menerima
tindakan mahasiswa di Makassar yang menyerukan tuntutan untuk
memisahkan diri dari Indonesia. bahkan para pemuda itu menyebut
gerakan mahasiswa di Makassar itu sebagai gerakan separatis.

Di hadapan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sri Oetari dan Tjandra
Widjaja, para pemuda Sultang itu mengungkapkan bahwa gerakan
separatis mahasiswa Makassar itu lahir dari konspirasi dan
rekayasa elit politik kawasan Indonesia Timur yang ada di Jakarta.

Mereka juga menegaskan bahwa pemisahan diri dari RI bertentangan
dengan cita-cita reformasi membangun Indonesia baru. "Kalau
memisahkan diri berarti terjadi pengkotak-kotakan yang tidak
sesuai dengan semangat persatuan dan kesatuan," tegas Koordinator
AMST, Arief Rachman.

AMST menyerukan agar mahasiswa Makassar tidak terpengaruh terhadap
rekayasa para elit politik yang berasal dari kawasan Timur
Indonesia yang berada di Jakarta.

"Kalau selera para elit politik itu diikuti berarti telah
bertindak mengotori gerakan murni mahasiswa yang selalu
mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Jika mahasiswa larut dalam arus keinginan para elit politik itu,
menurut mereka berarti mahasiswa dijadikan tumbal terhadap
kekecewaan elit politik yang berada di Jakarta.

Ditegaskan oleh Arief, keinginan Indonesia Timur Merdeka seperti
disuarakan mahasiswa Makassar tidak representatif dan tidak
mewakili aspirasi masyarakat Indonesia Timur.

Soalnya, kata dia, daerah lain di Indonesia Timur tidak ada
gejolak. Sehingga mereka berkesimpulan, keinginan merdeka itu
hanyalah keinginan segelintir orang yang tidak puas terhadap
situasi politik saat ini.

"Jadi tidak ada alasan Indonesia Timur memisahkan diri dari
Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, mereka menyatakan Sulawesi Tengah tetap
komitmen terhadap negara kesatuan dan persatuan Indonesia. Tidak
ada keinginan untuk memisahkan diri. (JGM)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Nov 1999 jam 08:18:15 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke