---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk USKUP BELO: "WIRANTO LAYAK DIPERIKSA" DILI, (MateBEAN, 2/11/99). Pemimpin Umat Katolik Diosis Dili, Mgr. Carlos Filipe Ximenes Belo, SDB mengatakan bahwa mantan Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto, harus dimintai pertanggung jawaban bagi kekejaman di Timor Timur di hadapan sebuah mahkamah internasional. "Wiranto layak diperiksa dan diminta pertanggungjawabannya soal kekerasan milisi, TNI dan Polri di Timor setelah pengumuman hasil jajak pendapat," katanya di Dili, Sabtu (30/10) lalu. Menurut Uskup Belo, Jenderal Wiranto menjadi Panglima TNI dan Menteri Hankam ketika unsur-unsur militer Indonesia dan laskar milisi pro-Jakarta melancarkan aksi pembakaran dan pengrusakan di seluruh Timor Timur menyusul pengumuman hasil jajak pendapat 30 Agustus lalu. Beberapa hari yang lalu, Jenderal Wiranto diangkat menjadi Menko Polkam dalam kabinet persatuan nasional pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Selain itu Uskup Belo juga mengatakan bersama Wiranto ada beberapa jenderal juga harus diperiksa dan dihadapan pada komisi HAM internasional. Jenderal-jenderal itu antara lain, Mayjen Safrie Syamsuddin, Mayjen Zacky Anwar Makarim, Mayjen Adam Damiri, Brigjen Tono Suratman. "Mereka juga harus dihadapkan ke mahkamah internasional," katanya. Uskup Belo mengatakan Mayjen Safrie Syamsuddin adalah mantan Asisten KSAD bidang operasi, Mayjen Zacky Anwar Makarim (Ka BIA) Mayjen Adam Damiri adalah Pangdam Udayana di Denpasar yang mengawasi pengamanan wilayah Timtim dan Brigjen Tono Suratman bekas Danrem 164/WD Dili. Sedangkan para kelompok milisi pro otonomi yang terlibat operasi bumi hangus di Timtim, menurut Uskup Belo, mereka harus meminta maaf kepada sesama warga Timtim dan bergabung kembali ke dalam masyarakat Timtim. Ketua Komisi PBB Bidang Hak Asasi, Mary Robinson, telah mendirikan suatu tim-penyelidik yang akan mengusut pelanggaran hak asasi di Timor Timur. Tim itu diharapkan akan menyampaikan laporan kepada Sekjen PBB, Kofi Annan, menjelang 31 Desember nanti dan dapat menyarankan dibentuknya mahkamah kejahatan perang internasional seperti yang menyangkut bekas Yugoslavia dan Rwanda. Sementara itu Administrator PBB yang baru diangkat bagi Timor Timur, Sergio Vieira de Mello, mengatakan, prioritas utamanya dalam mempersiapkan wilayah itu menuju kemerdekaan adalah membina kembali sistem peradilan. Ia mendukung imbauan pemimpin perlawanan, Xanana Gusmao, yang mendesak rakyat Timtim untuk tidak mengusahakan balas dendam bagi pembunuhan dan kehancuran harta kekayaan mereka oleh laskar milisi yang menentang kemerdekaan. Menurut Vieira de Mello, yang perlu dilaksanakan sekarang adalah rekonsiliasi. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perlawanan Timor, Mario Carrascalao, mengatakan bahwa Timor Timur dapat berdiri sendiri di bidang ekonomi. Dikatakan, ekonominya akan diperkuat oleh cebakan minyak dan gas alam serta pariwisata. Kata Mario Carrascalao, keadaan alam Timor Timur itu indah dan pulaunya cantik daerah pantainya luas, begitu pula gunung-gunungnya. Ia mengatakan, bahkan orang dari Darwin dapat saja berakhir pekan di Timor Timur dan kembali ke Australia keesokan harinya. Mario Carrascalao mengatakan yakin bahwa salah satu sumber pemasukan uang bagi Timor Timur adalah pariwisata. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Nov 1999 jam 19:15:27 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
