---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TENTARA MENGAMUK DI PASAR SENEN JAKARTA, (TNI Watch!, 2/11/99). Tentara dari Batalyon Angkutan Berat mengamuk di Blok VI lantai I dan II Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat, Minggu (31/10) malam. Selain melukai beberapa orang, mereka yang berjumlah sekitar 50 tentara berseragam dan berpakaian preman yang juga membawa sangkur, samurai dan gas air mata juga mengobrak-abrik ruang Pos Keamanan dan mendobrak dua pintu di Kantor PD Pasar Jaya setempat. Menurut sejumlah sumber, keributan tersebut bermula dari pertengkaran antara empat anggota karena ditegur Satpam setempat. Empat tentara yang dua diantaranya bernama Saeful dan Sianipar itu sedang minum-minum di kedai milik Ny Siregar di lantai I Pasar Senen yang selalu membunyikan radio tapenya kencang-kencang. Karena mengganggu para pedagang yang lain, satpam Sugiyo untuk kesekian kalinya menegur Ny Siregar untuk mengecilkan volume radio kasetnya. Namun ternyata bukan Ny Siregar yang marah, tetapi keempat anggota TNI AD berpakaian preman itu yang tidak senang dan marah-marah. Setelah berhasil didamaikan dengan mediator Kepala Seksi Keamanan Pasar Anjun Siagian, tiba-tiba datang sekitar 60 tentara dengan senjata samurai dan sangkur. Mereka langsung mengamuk membabi buta di lantai satu. sebuah ledakan tabung gas air mata semakin membuat panik massa. Dalam keributan itu, Awing buruh pasar terluka di kepala, lutut, dan mukanya akibat terkena tusukan sangkur. Sedangkan warga lainnya, Nova Sinaga terluka pada pangkal lengan kiri, dan Mangiring Nainggolan mengalami luka pada muka dan seluruh badannya. Tentara-tentara itu menginjak-nginjak Nainggolan tanpa ampun. Setelah beraksi di lantai satu, mereka naik ke lantai dua mencari Siagian. Tapi ketika mereka tidak berhasil menemukan Siagian, langsung mengobrak-abrik ruang Pos Keamanan. Aksi mereka berakhir sekitar pukul 21.00 Wib (berlangsung sejak pukul 19.50 WIB). Menurut Kepala Kemanan Pasar Inpres Blok VI, Joni Anju Siagian kedua anggota TNI AD (Yon Angrat) yakni Syaiful dan Sianipar bukan orang yang asing di pasar tersebut. Setidaknya, kata Joni, dalam waktu seminggu empat kali keduanya terlihat minum-minum di lapo (kedai minuman) milik Ny Manurung. Sejumlah sumber menyebutkan, bahwa sebenarnya para tentara itu melampiaskan ketidakpuasannya atas "uang koordinasi" untuk keamanan pasar. Sumber ini menyebut, bahwa di Pasar Inpres tersebut beredar judi buntut toto gelap (togel) yang omzetnya cukup besar. Mengenai informasi itu, Siagian tidak mau menjawab perihal kehadiran banyak petugas di pasar Inpres Blok VI tersebut khusus untuk mengambil jatah, bagian dari uang judi yang dikenal sebagai Toto Sampoerna alias Tona.*** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, satuan-satuan dalam militer, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Nov 1999 jam 19:32:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
