---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 31 Oktober 1999 Siap Melawan Tukang Adu Domba BERBAGAI kelompok kritis terus melancarkan kecaman terhadap provokator yang menggosok masyarakat di beberapa wilayah agar memisahkan diri dari Negara Kesatuan RI. Mereka juga menyatakan tak bisa menerima perilaku beberapa tokoh di parlemen yang terus menerus meniupkan angin disintegrasi. Kemarin, Yayasan Sosial Masyarakat Sulawesi (YSMS) mengeluarkan pernyataan sikap yang menguntuk rencana berdirinya Negara Republik Sulawesi Merdeka. Tanpa tedeng aling-aling, mereka menolak konsep Irama Suka Nusantara. "Konsep itu hanya ingin memecah belah persatuan," demikian penegasan pernyataan YSMS. Para anggota YSMS yang terdiri dari 5.000 orang kelahiran Pulau Sulawesi, yang berdomisili di Jakarta, memperingatkan kepada pihak-pihak yang ingin merusak kedaulatan republik ini agar segera menghentikan provokasinya. Jangan lagi mengadu domba rakyat Indonesia. Menurut ketua YSMS Arief Bangka, pernyataan itu dikeluarkan YSMS menyusul adanya indikasi gerakan pemaksaan berdirinya Negara Sulawesi Merdeka atau yang lebih dikenal dengan Negara Indonesia Timur Raya, dengan calon ibukotanya Ujung Pandang. "Ini benar- benar tidak bisa diterima," tegasnya. YSMS menilai gerakan itu hanya dilakukan oleh segelintir manusia yang merasa tidak puas terhadap hasil Sidang Umum yang lalu. Ketidakpuasaan itu, dalam pandangan YSMS, dikarenakan tokoh-tokoh yang sangat ngotot memajukan capresnya yang gagal, tidak dipakai lagi dan tidak kebagian jabatan dalam pemerintah sekarang. Bagi YSMS, upaya mendirikan negara sendiri dan memisahkan diri dari Indonesia, sama artinya dengan melakukan tindakan durhaka terhadap orang tua kandung. YSMS menegaskan komitmen untuk tetap menghormati hasil jerih payah dan pengorbanan jiwa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan dan kedaulatan bangsa ini. YSMS siap melawan siapa saja yang akan menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. "Bangsa kita baru mau bangkit dari kesusahan, jangan ditambahkan dengan beban yang tidak-tidak. Harusnya, kita sebagai anak bangsa membantu uuntuk memudahkan kerja membangun negara ini," ujar Arief. Mengenai kelompok Irama Suka Nusantara, Arief menilai hanya akal- akalan sekelompok orang untuk menciptakan ekslusifisme, utamanya bagi kelompok itu sendiri. Menurutnya, Irama Suka Nusantara hanya mencari sensasi agar mendapat perhatian publik. "Sebaiknya, rakyat Indonesia tidak usah lagi menggubris kelompok Irama Suka Nusantara itu," ujar Arief. Dua hari lalu, Yayasan Pejuang Demokrasi (YPD) juga melakukan aksi yang sama. Mereka menolak rencana pendiri Negara Indonesia Timur (Rakyat Merdeka, 30/10). YPD tidak membenarkan keinginan segelintir orang yang ingin membuat negara Sulawesi Merdeka. "Itu hanya isu yang dihembuskan segelintir orang yang sakit hati. Sebaiknya isu itu tidak usah ditanggapi, anggap saja isu itu tidak pernah muncul," ujar Marudut Sinaga, Ketua Umum YPD. Malah, YPD mencim gelagat adanya provokator dibalik aksi pemuda mahasiswa dan sebagian kecil masyarakat Sulawesi Selatan yang ingin memisahkan diri dari Indonesia. Senada dengan YSMS, YPD juga siap melawan siapa saja yang menginginkan republik ini tercabik-cabik, termasuk terhadap para provokator disintegrasi di tingkat elit politik. Menurut YPD, dalam sejarah kehidupan orang Sulawesi tidak pernah ada keinginan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (DUF). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Nov 1999 jam 08:11:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
