---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 31 Oktober 1999 Menunggu Reshuffle Oleh: Joesoepadi AKHIRNYA kabinet "tanpa nama" (menurut Gus Dur) telah dilantik. Ada perasaan campur aduk (mixed feeling) di masyarakat dalam menyambut kabinet baru. Ada yang lega karena telah mencerminkan semangat rekonsiliasi. Banyak juga yang kecewa dan tidak puas karena terlalu banyak warna komprominya. Sebuah koran asing malah menyimpulkan kabinet baru itu sebagai, "too long on compromise and too light on professionalism." Kekecewaan yang timbul itu, disebabkan adanya harapan-harapan tinggi yang terlanjur didambakan oleh masyarakat. Pada umumnya, rakyat berharap agar pemerintah baru dapat menuntaskan pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan kabinet "reformasi" sebelumnya. Selain itu, pemerintahan baru juga diharapkan dapat memberi porsi yang seimbang antara mengakomadasi kepentingan partai-partai pemenang Pemilu dengan kecakapan teknis para anggotanya. Harapan ini sah-sah saja, karena itulah satu-satunya yang dapat dilakukan masyarakat yang sedang terpuruk keadaannya seperti saat ini. Sampai sejauh mana harapan-harapan itu dapat diwujudkan akan sangat tergantung pula pada kendala-kendala dan realitas obyektif yang mewujudkan "das Sollen" menjadi "das Sein." Sebagian dari kita, tentu memahami pribadi Gus Dur yang pada dasarnya adalah sosok yang cenderung mengakomodasikan berbagai kepentingan politik dengan tujuan untuk mencapai harmoni di bidang politik. Dia selalu terbuka pada bentuk-bentuk resolusi yang kompromistis dan jauh dari sikap-sikap revolusioner. Lepas dari proses demokratis yang telah ditempuh dalam mengantarkan Gus Dur ke kursi kepresidenan, maka segala usaha penggalangan dukungan pencalonannya itu tidak lepas dari proses tawar-menawar maupun akomodasi politik. Demikian pula seluruh strategi besar pembagin kekuasaan di bidang legislatif maupun eksekutif diantara partai-partai pemenang Pemilu, tak dapat dilepaskan dari adanya proses give and take, akomodasi dan bargaining politik, power sharing, dagang sapi atau apapun namanya. Dengan demikian kebijakan-kebijakan politis Gus Dur-Mega sebagai Dwi-tunggal, tak mungkin dilepaskan dari faktor-faktor subyektif maupun obyektif di atas. Yaitu kompromi dan akomodasi. Oleh karena itu mereka yang melantunkan harapan terlalu tinggi terhadap susunan pemerintahan maupun kebijakannya melaksanakan agenda reformasi secara tuntas (in optima forma), dalam waktu yang singkat pada akhirnya akan menemui kekecewaan. Kita menyadari betapa dilematisnya situasi yang dihadapi Dwitunggal Gus Dur-Mega saat ini. Di satu pihak mereka berpacu dengan waktu untuk segera mengatasi problem-problem bangsa dan berbagai pekerjaan rumah yang belum selesai. Di lain pihak mereka dituntut untuk membentuk pemerintahan dan menunjuk pembantu- pembantunyya dengan tuntutan setumpuk kriteria dan kualifikasi yang harus dipenuhi. Sesuai dengan alur pemikiran dan pertimbangan di atas, maka dalam menyikapi terbentuknya kabinet baru itu kita seyogyanya memberikan kesempatan kerja kepada kabinet baru. Paling tidak setengah tahun. Dalam perjalanan waktu, dengan hak prerogatif Presiden tentunya dapat mengadakan perombakan-perombakan kabinet (reshuffle) untuk menjamin tercapainya sasaran-sasaran yang dituju. Sejalan dengan itu, pilar-pilar utama dan pengawal demokrasi dapat secara effektif melaksanakan fungsi "check and balance" dengan sebaik- baiknya. Dengan modal pokok berupa legitimasi dan kredibilitas yang telah dilimpahkan rakyat pada Gus Dur-Mega, semoga pemerintahan baru segera melangkah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan maha besar yang penuh tantangan itu. (Penulis adalah pengamat politik tinggal di Jakarta) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Nov 1999 jam 08:11:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
