----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 30 Oktober 1999

Federalisme atau Profesionalisme?

DI sebuah harian terbitan Jakarta tanggal 26 Oktober 1999 lalu,
dimuat tentang pernyataan Ketua MPR kepada Forum Komunikasi
Indonesia Bagian Timur (Forkom IBT) yang menyuarakan keinginan
dibentuknya negara federasi yang akan didukung oleh Pak Amien
Rais. Dengan demikian terlihat di permukaan adanya keinginan-
keinginan beberapa politisi yang akan betul-betul dibentuknya
negara federasi.

Apabila demikian yang dikehendaki oleh para politisi saat ini,
maka jelas terkesan munculnya kristalisasi dendam kesumat tahun
50-an yang cenderung ingkar terhadap UUD 1945 sebagai dasar Negara
Kesatuan RI. Sesepuh (founding father) bangsa Indonesia yang
terdiri dari berbagai suku bangsa ini dulu telah sepakat adanya
Negara Kesatuan RI bukan federasi apalagi mencontoh negara-negara
federasi lainnya (USA, Australia, Swis, Kanada dsb.). Sejarah
Indonesia tentunya tidak dapat disamakan dengan negara-negara
barat yang notabene sejarah bangsa barat tersebut diawali dengan
kekerasan mencaplok anak bangsa yang asli di daerah tersebut.

Contoh, Amerika sebetulnya terbentuk dari hasil menjajah suku asli
Indian, dan Australia sebagai negara juga mengobok-obok dulu suku
asli Aborigin sampai sekarang. Sedangkan siratan pesan sesepuh
pejuang kemerdekaan dan pendahulu bangsa Indonesia adalah di
kemudian hari akan tumbuhnya anak bangsa yang membentengi Negara
Kesatuan Republik Indonesia secara profesional sebagai jatidiri
bangsa yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bukannya malah
mengaduk-aduk, mengobok-obok sendiri Negara Kesatuan Republik
Indonesia dengan model-model negara federasi dsb. Kalau tuntutan
politisi saat ini hanya seperti itu, maka tidak ada bedanya saat
Orde Lama.

Saya kira yang lebih penting dalam kondisi negara saat ini adalah
para politisi jangan ngurusi perutnya sendiri. Untuk lebih
profesional membangun bangsa dan negara.

Salam Reformasi.

Drs. Kumpul Margono
Bekasi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Nov 1999 jam 08:11:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke