----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 30 Oktober 1999

Memuji-muji Pemerintahan Baru RI
Australia Sekarang Ciut dan Merayu

Canberra, Rakyat Merdeka

Rupa-rupanya setelah Timor Timur (Timtim) resmi lepas dari
Indonesia, pemerintah Australia kini sedang berupaya mendekati
Jakarta secara hati-hati dan cenderung merayu-rayu, antara lain
dengan mengeluarkan berbagai pujian kepada Presiden KH Gus Dur dan
susunan kabinetnya.

"Kami akan hati-hati memperbaiki hubungan kedua negara, mengingat
ada perasaan luka karena soal Timtim," kata Menlu Australia,
Alexander Downer dalam sambutannya di depan Perkumpulan Studi Asia
Universitas Griffith, Brisbane, kemarin.

Downer mengatakan, upaya memperbaiki hubungan bilateral yang kini
rusak membutuhkan waktu. Harus diakui pula bahwa antara Australia
dan Indonesia terdapat hubungan yang penting dan vital, terutama
di bidang bisnis dan pendidikan.

"Hal itu bisa bisa menjadi modal untuk meluruskan upaya perbaikan
hubungan kedua negara," kata Downer yakin.

Downer juga menyinggung keinginan pemerintah kedua negara untuk
memperbaiki hubungan bilateral. "Dubes kami di Jakarta telah
bertemu dengan Presiden Gus Dur dan melakukan pembicaraan yang
sangat positif bagi kedua negara," papar Downer.

Dia memaparkan, Presiden Gus Dur memahami berbagai pernyataan
pemerintah Australia mengenai Indonesia akhir-akhir ini, dan
membuka kemungkinan pembicaraan lebih lanjut seputar hubungan
kedua negara.

Downer juga kembali memuji kombinasi kepemimpinan Gus Dur-
Megawati. Keduanya, kata Downer, mewakili kekuatan politik
Indonesia, yaitu nasionalis dan Islam tradisional.

Namun demikian pemerintahan baru Indonesia, kata Downer lagi,
mencerminkan lebih dari dua kekuatan itu, karena kaum muslim
moderat juga terwakili di kabiinet Presiden Gus Dur.

"Selain itu hampir semua kekuatan politik peserta Pemilu dan
kekuatan nasional lainnya juga masuk, sehingga banyak disebut
sebagai Kabinet Persatuan Nasional," paparnya.

Downer melihat kabinet baru RI cukup unik, karena berbeda dengan
sebelumnya, jabatan Menteri Pertahanan kini dijabt sipil,
Panglima TNI dari unsur Angkatan Laut dan warga Irian Jaya
dipercaya menjabat menteri.

Ia juga menyambut baik tokoh keturunan Tionghoa, Kwik Kian Gie,
yang menempati posisi strategis sebagai Menko Ekuin dan
dibentuknya Menteri Negara urusan HAM serta Otonomi Daerah.

Lebih jauh tentang Timtim, Alexander Downer menyatakan, Australia
tetap ingin mempertahankan perannya seperti sekarang, yakni
memimpin Pasukan Multinasional di Timtim (Interfet).

Setelah pemerintah RI secara resmi menyerahkan Timtim kepada PBB,
maka persoalan Timtim akan memasuki Fase III dimana PBB akan
berperan penuh melalui United Nations Transitional Administration
in East Timor (UNTAET).

Downer mengakui, Australia tetap berambisi memimpin pasukan PBB
sebagaimana di Interfet, namun kemungkinan tidak akan terpenuhi.

Australia akan mengurangi jumlah pasukannya di Timtim setelah
setelah UNTAET masuk ke Timtim. Australia juga mendukung penuh
investigsi mengenai dugaan pelanggaran HAM di bekas koloni
Portugal.

Saat akan berpidato di Griffith University, Downer sempat didemo
dan diejek mahasiswa sehubungan keputusan pemerintah Australia
menaikkan biaya kuliah.(AN)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 3 Nov 1999 jam 08:12:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke