---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 30 Oktober 1999 Soal TNI Masuk Kabinet KABINET baru yang dibentuk oleh Presiden Abdurrahman Wahid adalah Kabinet Persatuan Nasional yang melibatkan kekuatan sosial politik yang ada, yang terdiri dari unsur Orba, reformis, dan TNI. Nama kabinet baru ini sangat relevan dengan tantangan berat yang sedang dihadapi bangsa Indonesia, antara lain bahaya disintegrasi nasional. Kabinet baru ini diharapkan pula mampu mengatasi keterpurukan bangsa baik akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan maupun krisis kepercayaan terhadap pemerintah. Terdapat 3 Jenderal TNI aktif dan 1 Jenderal TNI Purnawirawan dalam Kabinet Persatuan Nasional, yaitu Jenderal TNI Wiranto sebagai Menko Polkam, Letjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Mentamben, Letjen TNI Agum Gumelar sebagai Menhub, Laksda TNI Freddi Numberi sebagai Menneg PAN, dan Letjen TNI (Purn) Suryadi Soedirdja sebagai Mendagri. Secara umum masyarakat bangsa mengetahui atas prestasi keempat Perwira Tinggi TNI yang kini menduduki jabatan menteri di kabinet baru tersebut. Mereka prajurit-prajurit terbaik TNI, yang integritas pribadi, kapabilitas, dan kredibilitasnya tidak diragukan. Dengan demikian pilihan Presiden Abdurrahman Wahid sangatlah tepat. Keempat prajurit TNI terbaik tersebut masing-masing memiliki kelebihan, sehingga diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam tugasnya sebagai menteri. Masuknya TNI dalam Kabinet Persatuan Nasional, menandakan adanya kepercayaan pemerintah baru dan rakyat Indonesia terhadap TNI untuk ikut serta membangun bangsa dan negara yang kini kondisinya sedang terpuruk. Dikotomi sipil-militer yang selama ini dihembuskan oleh kelompok kepentingan tertentu sebenarnya tidak ada. Sipil dan militer memiliki kesamaan derajat dan kesamaan kesempatan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, seperti misalnya Menhankam yang selama ini dijabat oleh personel dari TNI, sekarang dari sipil, yaitu Prof Dr. Juwono Sudarsono. Kaderisasi kepemimpinan dalam TNI telah tertata dengan baik, sehingga seorang perwira TNI rata-rata pernah bertugas di lapangan, staf dosen/gumil dan di bidang penelitian pengembangan, bahkan di pemerintahan khususnya bagi personel TNI yang pernah ditugaskaryakan. Kelengkapan penugasan seorang Perwira TNI merupakan bekal penting dalam melaksanakan tugas di luar institusi TNI. Demikian juga dengan struktur TNI yang berbentuk piramida menunjukkan bahwa setiap Perwira TNI yang menduduki jabatan tinggi sebagai suatu prestasi dalam pengabdiannya yang demikian panjang dan berjenjang. Demikian semoga Kabinet Persatuan Nasional yang diawaki oleh para menteri yang memiliki integritas pribadi, kapabilitas, dan kredibilitas yang memadai dapat memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara. Drs. Moch Kisa DS, Msi. Bandung ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 3 Nov 1999 jam 08:12:30 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
