---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk TENTARA TEMBAK PENDUDUK KENDAL SEMARANG, (TNI Watch! 3/11/99). Rusmani (31) warga Desa Jatirejo, Kecamatan Pegandon, Minggu (31/10) malam, tewas diterjang dua peluru tajam yang dilepaskan Fa, anggota Koramil Pegandon, Kendal. Satu peluru bersarang di dada dan satu lagi di punggung. Sedangkan rekan korban, Kamin (20), jatuh terkulai akibat tembakan pada paha kaki kanannya. Dua hari berikutnya Fa menyerahkan diri ke Sub Denpom Kendal, Selasa (2/11). Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, sore selepas maghrib itu, warga Magangan geger oleh suara tembakan beruntun, di Jl. Magangan menuju hutan, tepatnya di sisi barat Balaidesa. Tak lama kemudian masyarakat menemukan Rusmani telah tewas mandi darah. Sementara, Kamin tergeletak di dekat korban, sambil merintih kesakitan. Sedangkan pelaku penembakannynya, Serda Fa langsung kabur. Mengetahui tetangganya tewas ditembak, massa yang menggunakan satu truk, dua mobil bak terbuka, dan puluhan kendaraan roda dua, memburu Fa di rumahnya, Pegandon. Namun usaha mereka sia-sia karena yang dicari melarikan diri. Karena kesal, massa mengalihkan sasaran ke sebuah rumah di Desa Gemuhblanten, yang disangka rumah Fa, namun ternyata rumah mertuanya. Pagi harinya, jenazah Rusmani, bapak satu anak, Senin (1/11) dimakamkan di pemakaman setempat, diantar ratusan warga Jatirejo. Namun wilayah itu sudah dijaga penuh oleh tentara dari pasukan Yon Arhanud 15 Jatingaleh, Semarang. Sementara itu menurut pengakuan Fa yang dua hari berikutnya menyerahkan diri ke Sub Denpom Kendal, sebelum melepaskan tembakan dari jarak 35 m, anggota Koramil Pegandon yang berpakaian dinas itu bermaksud menghentikan mobil truk yang diduga mengangkut kayu jati curian dengan penumpang belasan orang, dari arah hutan menuju ke Jl. Raya Magangan. Tapi truk yang dhentikannya itu tidak berhenti, tapi justru seperti akan menyerempetnya. Sambil menghindar Fa melepaskan beberapa kali tembakan ke arah truk tersebut. Satu tembakan mengenai dada kiri Rusmani yang tembus ke arah punggung dan satu tembakan lainnya mengenai paha kaki kanan Kamin. Rusmani terjatuh dari atas truk dengan posisi bagian muka yang jatuh lebih dulu sehingga mulutnya mengalami luka parah. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Sub Denpom dan Kodim Kendal, menyatakan Fa tidak memberi tembakan peringatan sebelum menembak tersangka. Fa ternyata dalam tugasnya tidak berkoordinasi dengan atasannya. Komandan Kodim Kendal, Letkol Hadito, mengatakan senjata yang digunakan Fa dari jenis yang berkaliber 9 mm. Magazinnya mampu diisi penuh 30 peluru, tetapi sewaktu Fa menyerahkan ke atasannya, dalam magazin masih tersisa 18 butir peluru.*** _______________ TNI Watch! merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama. ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Nov 1999 jam 00:51:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
