---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk MENKEU KURANG PAHAM BAHASA INGGRIS JAKARTA, (SiaR, 3/11/99). Polemik menyangkut tuduhan terhadap Duta Besar (Dubes) AS Robert Gelbard yang disebutkan Ketua MPR Amien Rais sebagai melakukan intervensi terus berlanjut. Menteri Luar negeri (Menlu) Alwi Shihab, Selasa (2/11) kemarin memperingatkan bahayanya usulan Amien untuk kemungkinan mem-persona non grata-kan dubes tersebut. Menlu Alwi meluruskan laporan Menteri Keuangan Bambang Sudibyo kepada Amien Rais yang memiliki perbedaan dalam menerjemahkan maksud ucapan Gelbard. Meskipun tidak secara eksplisit, tampaknya Alwi ingin menegaskan kekurang-mengertian Menkeu di dalam menerjemahkan kalimat bahasa Inggris yang dipakai Gelbard. Dalam jumpa persnya di Deplu Pejambon kemarin, Alwi menyebutkan, Dubes AS begitu antusiasnya dalam melihat perkembangan recovery ekonomi Indonesia, tapi ternyata Sudibyo salah menangkap maksud Dubes AS itu. "Saya lihat dia antusias menyaksikan pemulihan ekonomi agar berjalan lancar. Lalu itu ditangkap oleh sebagian orang sebagai intervensi," ucap Menlu. Menurut Menlu Alwi, Gerbald hanya menyatakan harapannya agar pejabat-pejabat yang terlibat korupsi-kolusi dan nepotisme (KKN) tidak usah dipercaya lagi mengemban tugas pemerintahan. Gelbard menyatakan hal itu, selain di depan dirinya, juga Bambang dan Mari'e Muhammad. "Saya menginterpretasikannya begitu, mungkin harapan Gelbard itu ditafsirkan Pak Sudibyo sebagai intervensi," ujar Menlu. Sejumlah kalangan ekonom menyayangkan terjadinya kesalah-pahaman akibat adanya laporan yang tak sesuai antara ucapan Dubes AS dengan laporan Menkeu kepada Ketua MPR. Ekonom Anggito Abimanyu menyatakan keheranannya mengapa Amien tidak melakukan chek and rechek, atau cross-chek kepada Alwi dan Mari'e yang juga hadir di dalam pertemuan tersebut. "Jadi keterangan pak Bambang itu kan seharusnya di cross-chek terlebih dahulu. Jika kesalahpahaman ini terus berlanjut, tentu dapat berdampak ke recovery perekonomian kita," ujarnya. Ia juga mempertanyakan urgensinya Menkeu melaporkan hal tersebut kepada Ketua MPR, karena secara konstitusional, Menkeu merupakan seorang pembantu presiden sehingga Bambang harus melaporkannya ke Presiden bukan ke Ketua MPR. Seperti diketahui, Bambang Sudibyo menjadi Menkeu atas garansi dari Ketua MPR Amien Rais.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Nov 1999 jam 01:06:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
