---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Palestina takkan Campuri Hubungan Indonesia-Israel Jakarta, Kompas Ketua MPR Amien Rais mengungkapkan, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Ribhi Awad mengatakan, tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia untuk melakukan apa pun dengan Israel. Namun demikian pada saat yang sama, dikatakan juga bahwa Israel masih merupakan penjajah. Hal ini diungkapkan Ketua MPR Amien Rais setelah menerima kunjungan 16 duta besar negara-negara Timur Tengah di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (3/11). Para duta besar yang berkunjung itu berasal dari negara Yaman, Maroko, Irak, Uni Emirat Arab, Libya, Jordania, Lebanon, Palestina, Tunisia, Algeria, Sudan, Qatar, Suriah, Arab Saudi, Kuwait, dan Mesir. Amien mengakui, meskipun tidak dibahas secara khusus, salah seorang duta besar menanyakan apakah Pemerintahan Abdurrahman Wahid akan tetap berpegang teguh pada UUD 1945 dan doktrin politik luar negeri bebas dan aktif. "Saya mengatakan, saya berani menjamin pemerintahan Abdurrahman Wahid akan berpegang teguh pada mukadimah UUD 1945 yaitu akan tetap berjuang mengenyahkan penjajahan di muka bumi," ujar Amien Rais. Namun demikian, Amien mengatakan, bahasa isyarat yang disampaikan salah seorang duta besar tersebut harus ditanggapi secara cermat. Amien melanjutkan, karena itu tidak mungkin Indonesia akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sementara Israel masih menjajah Palestina. "Sehingga betul-betul Israel mengembalikan hak-hak Palestina ke yang berhak, kita tidak akan pernah membuka hubungan dengan Israel," tegas Amien. Jika hubungan tersebut hanya sebatas hubungan dagang saja, Amien melanjutkan, selama hubungan yang akan dilaksanakan terbatas pada hubungan dagang saja, serta selama tidak ditingkatkan menjadi hubungan yang lebih luas lagi, hal tersebut masih dapat ditoleransi dengan walaupun dengan berat hati. "Kalau hubungan dagang lalu ditingkatkan menjadi hubungan diplomatik rakyat Indonesia belum dapat menerima," kata Amien lagi. Alasan Mesir dan Jordan yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, menurut Amien, dapat dimengerti. "Alasan kepentingan nasional, alasan keamanan memang bagi mereka subjektif dan menerima tetapi saya kira negara Arab yang lain maupun umat Islam masih berat karena nyata-nyata Israel masih menduduki wilayah Palestina yang bukan haknya. Selain itu, berapa pejuang Palestina kemerdekaan yang masih dipenjara di Israel. Ini masalah kemanusiaan dan masalah politik masih sangat berat," tuturnya lagi. Menanggapi alasan bahwa pembukaan hubungan dagang tersebut dapat diartikan sebagai usaha Indonesia untuk berperan serta menghadirkan perdamaian di Timur Tengah, kata Amien Rais, merupakan alasan yang tidak terlalu kuat. Menurut dia, kekuatan Amerika yang jauh lebih kuat dari Indonesia pun tidak dapat menekan Israel apalagi kekuatan Indonesia. Menlu akan jelaskan Secara terpisah, Menlu Alwi Shihab seusai Rakor Polkam, Rabu, menyatakan, ia bakal mengunjungi kampus dan majelis taklim untuk menjelaskan kebijakan pemerintah soal pembukaan hubungan dagang dengan Israel. "Hubungan dagang 'kan baru sekarang kita umumkan, tadinya memang sudah ada. Kita umumkan secara terbuka sekarang, tetapi jangan sampai prinsip dasar kita membela Palestina kita tanggalkan," kata Alwi. Menurut dia, justru dengan pembukaan hubungan dagang itu, Indonesia dilibatkan dalam perundingan perdamaian dan bisa membantu rakyat Palestina. "Apa itu jelek, kita membela rakyat Palestina. Kita untung dengan dagang, kawan-kawan Palestina pun dibantu," katanya. Soal adanya protes dari negara-negara Arab, Alwi mengatakan, mereka menerima setelah menerima penjelasannya. (joe/drm) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Nov 1999 jam 05:52:59 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
