---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 5 Nopember 1999 Bolehlah Sekadar Belajar Dari Israel Jakarta, Rakyat Merdeka Kali ini, Presiden Gus Dur menjelaskan hubungan dagang Indonesia- Israel dihadapan para mahasiswa. Dia mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap emosional dalam melihat pembukaan hubungan dagang Indonesia-Israel. Karena, dalam membina hubungan internasional, Indonesia tetap memilki prinsip untuk tidak dikuasai oleh pihak asing. "Karena itu saya mohon, mumpung Anda semua mahasiswa hendaknya belajar dari manapun, tapi kuatkanlah diri Anda semua, jadikan Anda sebagai titik sentral dari kepentingan-kepentingan negara," kata Gus Dur saat berdialog dengan rektor dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah di Bina Graha, Jakarta, kemarin. Dijelaskan, masalah ini penting. Karena, orang Yahudi sebagaimana bangsa-bangsa lain serta kaum muslimin, tidak bisa digeneralisir lalu dianggap jahat semua. "Ada orang Yahudi yang bisa kita pakai sebagai teman dan ada yang tidak. Di sana juga ada yang berjuang. Saya sendiri pendiri dari Shimon Perez Peace Center, pusat perdamaian Shimon Perez di Tel Aviv dan teman saya di sana Mustapha Khalil," kata Gus Dur. Menurut dia, masalah ini harus dijelaskan, bahwa pemerintah bukan mengambil hatinya orang Yahudi. Tapi sebaliknya. "Kita belajar dari mereka bagaimana proses yang mereka alami, pahit getir mereka. Dan mereka harus belajar dari kita, jadi bukan menjauhkan diri satu sama lain," kata Presiden. "karena, jika saling menjauhkan diri satu sama lain. Kita nggak bisa jadi pemimpin dunia. Kita hanya menjadi kaum yang sempit. Kita akan menjadi orang yang mengungkung diri," tambahnya. Dikatakannya, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan akan berdagang dengan siapa saja atas syarat-syarat tidak dikuasai. Gus Dur mengaku perlu secara khusus menjawab masalah ini. Karena tahu, para mahasiswa akan mempertanyakan rencana pemerintah membuka hubungan dagang dengan Israel. Dia juga mengingatkan, seringkali banyak orang yang kurang pemahaman terhadap Al Qur'an sehingga bisa menyebabkan salah paham. "Bagi orang-orang yang menguasai kitab tidak menjadi masalah. Tapi untuk orang yang baru satu bulan belajar, terus diartikan harafiah repot, karena belum-belum sudah mengkotakkan diri," tambahnya. Padahal, kata Gus Dur, Al Qur'an sudah mengajarkan Islam adalah agama yang merahmati seluruh alam semesta. "Jadi kita ini menjadi rahmat bagi seluruh alam. Bukan hanya orang Islam saja, tapi lil ala'min. tapi, sama sekali tidak ada niatan dalam hati pemerintah membuat orang lain penguasa atas diri kita," tambahnya. Dia juga menyatakan, jika dilihat secara duniawi, pemerintah Indonesia sudah lama membina hubungan dengan pemerintah Cina dan Rusia yang konstitusinya didasarkan pada atheisme. (FN) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Nov 1999 jam 05:53:06 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
