----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 11 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

MAHATHIR: HUKUM ISLAM, KEADILAN DISERONGKAN, MUSLIM MUNDUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Maharana (Malaysia).

Saudara Maharana yang berdomisili di [EMAIL PROTECTED] dan tinggal
di Malaysia yang kemungkinan besar berasal dari india (kalau saya baca
dari namanya) dan meminta kepada saudara Opi yang berlindung di
[EMAIL PROTECTED] suatu tempat yang aman untuk menyampaikan buah pikiran
tanpa mudah dilacak bekas jejak telapak kakinya.

Pada tanggal 5 Nopember 1999 saudara yang berlindung di Opini Net
tersebut menyampaikan copy carbon pikirannya kepada saya yang menyangkut
akan dilaksanakannya pemilu di Malaysia dalam waktu dekat ini, dimana
ternyata hari ini saya mendengar bahwa PM Mahathir telah membubarkan
Parlemen Malaysia.

PIKIRAN OPINI NET

"Rekan netters yang dirahmati Allah SWT. Assalamu'alaikum wr. wb. Negeri
jiran kita akan menyelenggarakan pemilu dalam waktu dekat ini.
Tanggalnya belum diumumkan Mahathir.

Kelak akan terjadi pertarungan sengit di antara Barisan Nasional yang
dipimpin Mahathir dengan Barisan Alternatif yang dianggotai Partai Islam
Se Malaysia (PAS), Partai Keadilan Nasional (PKN) yang dipimpin Dr. Wan
Azizah Ismail (istri Anwar Ibrahim), Democratic Action Party (DAP) dan
Partai Rakyat Malaysia (PRM).

Menjelang pesta demokrasi yang disifatkan Mahathir sebagai pemilu
terkotor dalam sejarah Malaysia itu, saudara kita di seberang sana ingin
mendengar/membaca komentar orang-orang Indonesia, siapa pun yang
terjangkau e-mail ini, kira-kira seperti apakah sosok Dr. Mahathir
Mohamad.

Anda bisa menulis apa saja tentang Perdana Menteri Malaysia itu: positif
dan negatif. Pokoknya, apa saja tentang Mahathir. Ini bukan sayembara
berhadiah.Kelak tulisan Anda akan disalurkan lewat sebuah millis untuk
tatapan publik Malaysia. Semoga bermanfaat.Apa salahnya menyisihkan
sedikit waktu Anda di tengah kegalauan diskusi tentang DIR, NII dan
sebagainya. Tulisan  Anda mohon dialamatkan ke: [EMAIL PROTECTED]
.Terima kasih sebelumnya." (Mas Opi, 5 Nopember 1999).

PIKIRAN DR.MAHATHIR

Setelah membaca pemberitahuan saudara Opi diatas, automatis pikiran saya
melayang ke "Speech of Dr. Mahathir Bin Mohamad, Prime Minister of
Malaysia delivered at an International Seminar organized by the
Institute of Islamic Understanding", bulan Juni 1998 tahun lalu.

Sepercik dari isi pidato Dr. Mahathir sempat membuat hati saya melebar
dan pikiran bergelombang, mengapa ? Karena Dr. Mahathir mengatakan: "No
society can prosper or even exist without some capability to administer
justice. The greater the sophistication  in the administration of
justice, the greater will be the level of development  possible. It is
therefore in the interest of Muslim countries to take this matter
seriously. When Islam brought ideas of justice and its application to
the Jahiliah community, they became united and they prospered. When
later Islamic laws and justice became distorted, Islamic civilization
regressed".

Nah, dari secuplik isi pidato Dr. Mahathir diatas, menggambarkan bahwa
tidak ada masyarakat yang makmur tanpa kemampuan untuk menjalankan
keadilan. Makin tinggi kemampuan menjalankan keadilan, maka makin tinggi
kemungkinan mencapai tingkat pembangunan. Apabila idea keadilan yang
lahir dari Islam diterapkan dan dilaksanakan didalam masyarakat yang
masih terbelakang, maka akan mampu menyatukan dan membuat masyarakat
tersebut ketingkat kemakmuran yang tinggi. Dan apabila hukum-hukum Islam
dan keadilan diserongkan, maka ummat Islam menjadi mundur.

Sekarang, satu tahun lebih sudah berlalu, timbul dari pikiran saya yang
sedang bergelombang ini satu pertanyaan yaitu, benarkah di Malaysia
sekarang, yang sudah dipimpin oleh Dr. Mahathir lebih dari 20 tahun
telah menerapkan hukum-hukum Islam dan menjalankan keadilan sehingga
lahir suatu masyarakat yang terdiri dari Ummat Islam, Hindu, Buddha,
Kong Hu Chu, Tao yang maju dan makmur?

CONTOH RASULULLAH SAW

Sambil menunggu jawaban dari Dr. Mahathir Bin Mohamad, maka saya akan
mengupasnya dari sudut pandang Daulah Islam Rasulullah yang memiliki
visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

MEMBANDINGKAN CONTOH RASULULLAH DAN CONTOH DR. MAHATHIR

Nah sekarang, kita bandingkan apa yang telah dipidatokan Dr. Mahathir
diatas dengan apa yang telah menjadi visi dan misi Daulah Islam
Rasulullah (DIR). Ternyata dengan visi menjalankan keadilan dengan misi
menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum Allah, Dr. Mahathir
sudah bisa menyimpulkan bahwa masyarakat yang masih bodoh dan
terbelakang akan bersatu dan menjadi makmur apabila keadilan dan
hukum-hukum Allah diterapkan dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

Padahal yang sebenarnya, masalah kedaulatan Allah (artinya semua perkara
dikembalikan kepada hukum-hukum Allah dan Sunnah Rasul), musyawarah,
aqidah Islam, konstitusi, belum diterapkan dalam masyarakat,
pemerintahan dan negara Malaysia.

Jadi menurut saya, apa yang dikatakan oleh Dr. Mahathir dalam pidatonya
itu hanyalah merupakan fatamorgana saja. Mengapa?

Karena, bagaimana akan diterapkan dan dilaksanakan keadilan apabila
sistem kedaulatan rakyat atau apa yang disebut sistem demokrasi barat
yang sekuler masih dianut dan dipakai di Malaysia. Aqidah Islam dengan
menghormati agama lain belum dijadikan sebagai dasar negara. Cara
musyawarah masih dikalahkan dengan cara pengambilan suara terbanyak.
Konstitusi negara tidak bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah. Masalah
rasis, kesukuan, kebangsaan, nasionalitas masih tetap melekat dalam
masyarakat.

APA HASIL DAN AKIBATNYA DARI CARA DR. MAHATHIR

Jadi, penerapan, pelaksanaan, pengawasan hukum Islam dengan adil, tidak
akan berjalan dengan baik apabila negara masih tetap memakai sistem
demokrasi barat yang sekuler dengan trias politika-nya Montesquieu yang
lahir diabad ke 17 di Perancis.

Karena itu, apa yang dipidatokan Dr. Mahathir tersebut, hanyalah
angan-angan kosong, yang dibesar-besarkan kepada masyarakat Muslim, agar
supaya masyarakat Muslim percaya bahwa untuk menjadikan masyarakat yang
masih bodoh kepada masyarakat yang maju dan makmur caranya dengan
menerapkan hukum-hukum Islam dengan adil, tetapi sistem negara masih
memakai sistem demokrasi barat yang sekuler dengan trias politika-nya
Montesquieu.

Sedangkan yang telah dicontohkan Rasulullah dalam membangun DIR yaitu,
dengan membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

KESIMPULAN

1. Kata Dr. Mahathir: "Apabila idea keadilan yang lahir dari Islam
diterapkan dan dilaksanakan didalam masyarakat yang masih terbelakang,
maka akan mampu menyatukan dan membuat masyarakat tersebut ketingkat
kemakmuran yang tinggi. Dan apabila hukum-hukum Islam dan keadilan
diserongkan, maka ummat Islam menjadi mundur".

2. Pidato Dr. Mahathir itu merupakan fatamorgana saja. Karena, bagaimana
akan diterapkan dan dilaksanakan keadilan apabila sistem kedaulatan
rakyat atau apa yang disebut sistem demokrasi barat yang sekuler masih
dianut dan dipakai di Malaysia. Aqidah Islam dengan menghormati agama
lain belum dijadikan sebagai dasar negara. Cara musyawarah masih
dikalahkan dengan cara pengambilan suara terbanyak. Konstitusi negara
tidak bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah. Masalah rasis, kesukuan,
kebangsaan, nasionalitas masih tetap melekat dalam masyarakat.

3. Penerapan, pelaksanaan, pengawasan hukum Islam dengan adil, tidak
akan berjalan dengan baik apabila negara masih tetap memakai sistem
demokrasi barat yang sekuler dengan trias politika-nya Montesquieu yang
lahir diabad ke 17 di Perancis.

4. Yang dicontohkan Rasulullah dalam membangun DIR yaitu, dengan
membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian
yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT,
dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim
didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang
menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil,
berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Maharana (Indonesia).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Nov 1999 jam 23:06:24 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke