----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

REFERENDUM TAK TERLAKSANA 4 DESEMBER
PERTUMPAHAN DARAH UMAT ISLAM AKAN TERJADI DI ACEH

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Jum'at 12/11).
Nasib tuntutan rakyat Aceh terhadap diselengarakannya Referendum,
tergantung
sejauh mana pilihan mayoritas masyarakat Aceh yang menuntut referendum
itu
bisa dirubah menjadi sebuah energi politik yang dapat mendesak
pemerintah RI
dan dunia ke tiga atau lembaga internasional seperti PBB untuk dapat
men-support penyelenggaraan referendum di Aceh, dipihak lain, andaikan
jika
referendum untuk Aceh tidak diizinkan oleh pemerintah RI, maka
referendum
itu sangat tergantung pada apakah ada inisiatif dari pihak rakyat Aceh
sendiri untuk menyelenggarakan referendum itu dengan meminta kepada
lembaga
internasional seperti PBB atau lembaga NGO internasional yang memiliki
kredibilitas untuk masalah demokratisasi dan masalah human right, maka
referendum di Aceh itu bisa diwujudkan, demikianlah hal itu
disampaikan Drs.
Otto Syamsuddin Ishak, pengamat Politik dan Sosial dari LSM Cordova
Aceh
kepada Radio Nikoya-FM, Jum'at (12/11) pagi, di Banda Aceh.

Otto menambahkan, tampaknya agak sukar untuk menyelenggarakan
referendum di
Aceh dalam waktu dekat ini, karena hal-hal yang bersifat teknis
referendum
itu membutuhkan waktu yang panjang, sebagai contoh dari
penyelenggaraan
Pemilu yang lalu, kalau dilakukan terburu-buru maka tidak akan beres
dalam
pelaksanaannya, oleh karena itu ia agak pesimis kalau sebelum 4
Desember
referendum itu dapat terselenggarakan. Masalahnya kalau 4 Desember
tidak
dapat terselenggara atau tidak ada kepastian kapan referendum dapat
dilakukan, maka inisiatif gerakan perlawanan rakyat sipil di Aceh ini
tampaknya akan diambil alih oleh Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM),
karena pada tanggal itu adalah hari ulang tahun deklarasi kemerdekaan
Aceh
Merdeka, kalau inisiatif ini diambil AGAM, maka tentunya perlawan
bersenjata
akan menjadi dominan, konsekuensinya dapat dipastikan pertumpahan
darah umat
Islam di Aceh mau tidak mau akan terjadi, biasanya dalam hal ini yang
selalu
menjadi korban adalah rakyat sipil, oleh karena itu sebaiknya dan
mudah-mudah ini bisa dicapai, bahwa sebelum 4 Desember ada sebuah
kepastian
kapan referendum itu akan diselenggarakan di Aceh secara damai, kata
Otto.

Ketika ditanyakan, bila muncul tawaran Jakarta terhadap penyelesaian
Aceh
seperti apa yang dilakukan Philipina terhadap Moro, guna menghidari
pertumpahan darah lebih banyak lagi, apakah rakyat Aceh dapat
menerimanya,
Otto Syamsuddin yang juga Dosen Universitas Syiah Kuala ini
memprediksikan,
bahwa model Mindanau itu memang bisa menjadi salah satu alternatif,
apalagi
Indonesia sudah berpengalaman sebagai penengahnya, bahkan Gus Dur
sendiri
sebagai mediatornya saat itu, tetapi masalahnya sekarang kalau
masyarakat
Aceh mundur dari tuntutan referendum dengan pilihan opsi merdeka atau
tetap
bergabung dengan RI, hal itu sudah tidak mungkin, juga demikian pula
dari
kalangan GAM yang menuntut kemerdekaan Aceh, disamping itu yang
menjadi
masalah sebenarnya, hingga sekarang pemerintah tidak memiliki paket
yang
jelas untuk menyelesaikan masalah Aceh, sementara aspirasi masyarakat
Aceh
sendiri sudah jelas, yaitu menuntut referendum. Jadi jika pemerintah
tidak
punya paket yang jelas, apa yang mereka akan tawar menawarkan dengan
rakyat
Aceh, hal ini yang menjadi masalah, sebab pemerintah sebenarnya sangat
lambat dalam merespon persoalan Aceh yang perkembangannya mengalami
percepatan yang luar biasa akhir-akhir ini, tutur Otto.

Namun Otto optimis, dialog Presiden Gus Dur dengan Wali Negara Aceh
Merdeka
Teuku Hasan Di Tiro itu dapat diselenggarakan, kalau pemerintah
sendiri
punya tawaran yang jelas, apakah pemerintah akan memberikan
federasi/negara
bagian, negara dalam bentuk penuh Aceh Merdeka atau ada juga dalam
paket itu
yang menawarkan hal-hal lain, misalnya dibentuk 'truth comision' dan
rekonsiliasi, kemudian ada paket-paket pembangunan, jelas berapa
perimbangan
keuangan pusat dan daerah, sejauh mana daerah punya akses untuk
mengelola
sumber daya alam-nya dan sebagainya, jadi harus ada paket yang jelas,
hal
seperti inilah yang perlu dibawa saat dialog dengan Hasan Tiro untuk
dibicarakan, juga untuk dibawa pemerintah RI kepada rakyat Aceh untuk
diperbincangkan. Jadi pemerintah harus terlebih dahulu harus memiliki
paket
yang jelas, kata Otto.

Tampaknya memang sulit menyelesaikan persoalan Aceh jika tak ada
keseriusan
dan niat yang tulus dari pemerintah sendiri, sementara rakyat Aceh
sudah tak
mampu menahan diri dari penderitaan selama ini, kenyataannya darah
terus
tumpah ruah setiap waktu di Serambi Mekkah, insiden berdarah yang
paling
mutakhir adalah penembakan terhadap warga sipil di  depan Mesjid
Baburrahmah
Alur Pinang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (10/11)
lalu, 2
korban tewas dan 5 korban luka tembak, menurut surat kabar lokal,
warga
menyebutkan insiden itu dilakukan oleh 2 truck aparat keamanan yang
sedang
mencari anggotanya yang hilang, namun pers tak berhasil memperoleh
keterangan dari Kapolres Aceh Selatan atas kebenaran insiden tersebut.

Sementara itu, pada hari Jum'at ini sebanyak 600 anggota Komando
Strategi
Angkatan Darat (Kostrad) yang selama ini di-BKO-kan ke Korem
011/Lilawangsa,
dilaporkan akan meninggalkan bumi Serambi Makkah melalui Pelabuhan
Umum
Krueng Geukueh-Lhokseumawe, Aceh Utara. Pasukan dari Yonif 328 ini
ditarik
ke barak sesuai dengan instruksi Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
dalam
kaitan penyelesaian masalah Aceh secara damai. Danrem 011/Lilawangsa,
Kolonel Inf Syafnil Armen, melalui Kapenrem Lettu Inf Eddy Hariyanto,
di
Lhokseumawe menjelaskan, pemulangan prajurit Kostrad yang ditarik ke
pangkalannya itu akan dilakukan melalui sebuah upacara khusus hari
ini.
(Tim).

News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
http://come.to/nikoyafm
http://www.nikoyafm.dk3.com

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 16 Nov 1999 jam 09:26:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke