---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- REPUBLIKA, 16 November 1999 Alwi Shihab: Indonesia akan Beri Penjelasan pada Arafat TOKYO -- Kendati didera penolakan dari berbagai kelompok masyarakat, Menlu Alwi Shihab tetap menegaskan, hubungan dagang Indonesia dan Israel, diharapkan berdampak pada lobi Israel di Kongres Amerika. ''Harus diakui dari sekitar 27.000 staf Kongres AS, sekitar 20.000 di antaranya orang Yahudi,'' jelasnya. Ia mengungkapkan hal tersebut, di pesawat yang membawa rombongan Presiden Abdurrahman Wahid ke Tokyo, Jepang, kemarin. Penjelasan tersebut merupakan bahagian dari hasil pertemuan Alwi dengan Ketua Masyarakat Yahudi Amerika Serikat, Rabbi Scheniere, dan negosiator AS untuk Timur Tengah David Ross, di Amerika Serikat. Alwi mengisahkan, pada pertemuan dengan Ross, ia menyatakan Indonesia tidak akan menjual prinsip untuk membela kepentingan Palestina, ketika merencanakan membuka hubungan dagang dengan Israel. ''Tidak ada kompromi dalam hal ini,'' kata Alwi kepada Ross. Pada kesempatan itu, menurut Alwi, ia meminta Ross menyampaikan sikap Indonesia itu, kepada Presiden Yasser Arafat dalam waktu dekat. Ross, menurut Alwi, dapat menerima sikap Indonesia, bahkan berjanji akan menyampaikannya kepada Arafat. Alwi mengakui, rencana hubungan dagang itu, mendapat tentangan keras di Indonesia. Namun, menurutnya, berbeda dengan Indonesia yang melakukannya secara transparan, sebagian besar negara Arab, bahkan termasuk jiran dekat Indonesia yaitu Malaysia, berhubungan dagang secara diam-diam dengan Israel. ''Saya berpegang keterbukaan lebih baik daripada kita mengambil kebijakan secara sembunyi-sembunyi,'' katanya. Pada bahagian lain penjelasannya, Alwi kembali mengutarakan tujuan membuka hubungan dagang dengan Israel, bukan semata-mata mengail dampak bagi perdagangan, tetapi juga untuk lobi Israel di berbagai negara terutama di Amerika. Ia melukiskan, dari 27.000 staf Kongres AS, 20.000 orang Yahudi. Dengan demikian, Alwi berharap, lobi Yahudi itu dapat mempengaruhi kepentingan Indonesia di negara adikuasa itu. Apalagi, menurutnya, selama ini banyak masalah antara Indonesia dengan AS dapat diselesaikan di tingkat pemerintahan, tetapi menjadi masalah di Kongres AS. ''Jika Indonesia dapat menetralisasi Kongres AS maka akan sangat membantu Indonesia dalam menyelesaikan masalah-masalah kedua negara, juga isu-isu internasional lainnya,'' harapnya. Bersamaan dengan kegigihan Alwi untuk membuka hubungan dagang itu, berbagai kelompok masyarakat tak kalah gigih untuk menolaknya. Kelompok yang menolak di antaranya Forum Masyarakat Anti Zionis (Formazi) dengan melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Sumut, Medan, kemarin. Aksi itu untuk mendesak Presiden Gus Dur membatalkan niatnya membuka hubungan dagang dengan Israel tetapi sebaliknya lebih memperhatikan permasalahan di dalam negeri. Selain itu, Formazi menuntut Menlu Alwi Shihab mundur. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan aktivis Formazi, Syafii Azhar, disebutkan ''membuka hubungan dagang dengan Israel, sama saja pemerintah menyakiti hati umat Islam.'' Formazi pun menyimpulkan, membuka hubungan dagang dengan negara zionis tersebut, akan menempatkan Indonesia sebagai boneka Israel. Fomazi yang menghimpun mahasiswa Islam dari berbagai perguruan tinggi itu, juga mempertanyakan untung-ruginya membuka hubungan dagang tersebut. Sampai saat ini, mereka menilai, tidak ada aspek yang menguntungkan. Sebaliknya, rencana yang terkesan terlalu terburu-buru tersebut, malah akan menimbulkan perasaan tidak senang bagi umat Islam, yang mayoritas di Indonesia. Dalam kaitan rencana hubungan dagang tersebut, Formazi melihat peran yang sangat besar dari Menlu Alwi Shihab. Karenanya, forum mendesak agar Alwi Shihab mundur dari jabatannya sebagai menlu. Sebaliknya kepada Gus Dur diminta untuk menyelesaikan permasalahan di dalam negeri lebih dahulu, baru kemudian memikirkan hubungan dengan luar negeri, yang dirasakan belum begitu mendesak. Terkait dengan desakan kepada pemerintah tersebut, Formazi meminta dukungan moral dari DPRD Sumut. Namun, sejumlah anggota dewan yang menerima aktivis itu, tidak bersedia membubuhkan tandatangannya. nnin/ant ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Nov 1999 jam 05:32:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
