---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 22 Nopember 1999 BIAR SALAH ASAL POPULER BICARANYA seorang politikus bisa jadi manjur untuk menuntaskan suatu kasus, tapi sebaliknya bisa juga berbuah malapetaka bagi suatu bangsa. Kenapa demikian, karena politikus umumnya pandai melobi, cerdik bukan cerdas, berpengaruh dan omongannya banyak diikuti pengikutnya. Tidak dapat dipungkiri banyak pengikut yang beranggapan bahwa ucapan-ucapan politikus tersebut diartikan sebagai kebenaran yang tidak jarang direalisasikan oleh pengikutnya dengan berbagai cara. Bahkan begitu fanatiknya, mereka berani mempertaruhkan harta dan nyawa demi anjuran politikus itu. Namun memperhatikan naga-naganya para politikus saat ini di Indonesia, ternyata banya yang karbitan, sehingga sudah barang tentu dalam membuat manuver politiknya terkadang tidak cantik, sembarangan dan maunya populer. Singkat kata yang penting populer. Kalau gaya ini yang dianut, maka sebenarnya negara dalam keadaan bahaya. Kenapa? karena politikus tersebut tidak memikirkan persatuan dan kesatuan, yang penting populer di hadapan rakyat. Mumpung belum banyak politikus yang bersikap hanya mau populer, maka tepat kiranya melengkapi ucapan apa yang dikatakan Gus Dur, agar politikus banyak belajar dan sekolah lagi, tentunya bukan sekolah di Taman Kanak-Kanak. Fauzan Ahmad Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Nov 1999 jam 05:08:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
