---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk WARGA ACEH TENGAH KETAKUTAN TAKENGON, (MeunaSAH, 23/11/99). Warga dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, diliput ketakutan menyusul aksi teror yang dilakukan orang-orang tak dikenal, terhadap warga non-Aceh, Senin (22/11) dinihari. Di Desa Pondok Balik Kecamatan Silihnara, gerombolan itu menembak kepala desa dan Imam Meunasah (masjid). Sekitar pukul 02.00 WIB, Senin, dinihari, kelompok perusuh membakar kedai di kawasan pasar ikan Kampung Baru, Takengon. Namun api berhasil dipadamkan penduduk setempat. Sedangkan di Simpang Balik, Kecamatan Bukit, terjadi pembakaran dua unit mobil milik penduduk. Menurut pengakuan warga setempat, kelompok yang sempat dilihat berjumlah enam orang dengan pakaian loreng dan bersenjata laras panjang. Mereka beraksi ke rumah-rumah penduduk sambil menendang pintu dan mengancam warga suku non-Aceh agar meninggalkan Gayo dalam dua puluh empat jam. "Jika tidak pergi kami akan dihabisi," ungkap seorang warga suku Jawa. Aksi pembakaran juga terjadi di kedai di kawasan Pasar Ikan Bawah, takengon. Menurut Ali Umar, seorang saksi mata, pembakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Api terlihat menyala di sudut kedai milik Zaini. Pada saat api menyala, ungkap beberapa warga, mereka melihat satu unit mobil minibus yang diperkirakan jenis Hiline warna putih parkir di pengkolan jalan berjarak lima meter dari tempat pembakaran. Namun mobil tersebut segera meluncur ketika melihat warga keluar. Kerukunan Keluarga Negeri Antara (Kegana) di Takengon menduga kejadian-kejadian itu merupakan ulah provokator. Kegana mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terhasut ulah provokator yang mengadu domba masyarakat. "Kita minta warga tenang dengan tetap siaga, kompak dan menghadang gerombolan perusuh," ujar Tgk Ali Djadum, panisepuh tanah Gayo didampingi Ketua Kegana, Tgk H Razali Irsyad. Menurut Razali, warga jangan segan-segan menindak para provokator, jika perlu setiap wilayah membentuk "panguyuban" kerukunan keluarga besar (antar etnis lokal) untuk melawan provokator yang saat ini mulai gencar mengintimidasi masyarakat. Wilayah Tanah Gayo, Aceh Tengah, selama ini dihuni oleh berbagai etnis Aceh, Jawa, Tapanuli, dan Minang. Aksi pembakaran sejumlah sekolah dan kantor pemerintahan di wilayah Aceh Tengah, juga terjadi Minggu (21/11) malam yang dilakukan orang tak dikenal. Di kawasan Simpang Balik Kecamatan Bukit, polisi mendapatkan identitas yang diduga provokator, aparat juga mendapatkan sejumlah atribut. Sedangkan di kota Takengon menyusul aksi pengeboman kantor Bappeda Aceh Tengah, beberapa saksi mata juga menuturkan beberapa menit sebelum terjadi ledakan mereka mengamati satu unit mobil warna putih mondar-mandir di kawasan tersebut, bahkan parkir persis di samping Meuligoe Bupati. Bahkan dari dalam mobil tersebut sempat terdengar tembakan. Masih menurut saksi, malam itu ia sempat mengamati seseorang yang mondar-mandir di seputaran kantor Telkom Takengon. Namun saksi tersebut tidak bersedia menyebutkan identitas orang dimaksud. "Matanya selalu ke arah kantor bupati," ungkap saksi tersebut.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 24 Nov 1999 jam 06:23:05 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
