----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 24 November 1999 15:50 UTC

** TNI MELAKUKAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI ACEH
** MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP PEMERINTAH MUANGTHAI
** TOPIK GEMA WARTA: PEMERINTAH GUS DUR DIDESAK CEPAT SELESAIKAN MASALAH
ACEH
** TOPIK  GEMA  WARTA: SUDAH SAATNYAKAH DILAKUKAN RESHUFFLE KABINET?

* TNI MELAKUKAN PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DI ACEH
Ketua Komisi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia, Komnasham Marzuki Darusman
menyatakan terdapat tujuh jenis pelanggaran hak-hak asasi yang dilakukan
pasukan TNI selama penerapan Daerah Operasi Militer, DOM di Aceh, antara
1989-1998. Dalam laporan yang diajukan Rabu ini kepada Pansus DPR,
disebutkan jenis-jenis pelanggaran itu adalah pembunuhan kilat,
penyiksaan kejam tanpa perikemanusiaan, penghilangan orang secara paksa,
penangkapan atau pembunuhan secara sewenang-wenang, perusakan barang
milik masyarakat, perkosaan dan kekerasan seksual. Marzuki Darusman
menambahkan, menurut hukum internasional pelanggaran-pelanggaran ini
termasuk kelas berat dan tidak ada istilah kadaluarsa. Menurut
Komnasham, pelanggaran terutama dilakukan para anggota Kopassus, dan
empat perwira TNI dianggap bertanggung jawab termasuk Menko Polkam
Wiranto. Hingga saat ini diperkirakan 2000 orang tewas selama penerapan
DOM di Aceh.

Sementara itu pemerintah Jakarta memutuskan untuk mengirim ratusan
polisi tambahan ke Aceh. 876 anggota Brimob yang dikirim, terutama
bertugas untuk menjaga keamanan dan mencegah rangkaian demonstrasi. Aceh
akan merayakan hari ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka tanggal 4 Desember
mendatang. Diperkirakan akan pecah berbagai pertikaian, terutama karena
TNI menyatakan, tidak akan mentolerir mereka yang mengibarkan bendera
GAM pada hari itu.

* MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP PEMERINTAH MUANGTHAI
Partai-partai oposisi di Muangthai bersama-sama mengajukan mosi tidak
percaya kepada pemerintah pimpinan Perdana Menteri Chuan Leekpai. Pihak
oposisi menuduh Leekpai tidak menjalankan kebijakan ekonomi yang handal
dan melakukan korupsi. Rabu ini akan dilangsungkan diskusi yang terutama
membahas masalah bank negara Krung Thai, yang dituduh melanggar undang-
undang perbankan. Chuan Leekpai sendiri menggunakan kesempatan ini untuk
mempertahankan diri dan menjelaskan kebijakan pemerintahnya kepada
masyarakat. Kabinet baru Muangthai dikenal tidak begitu korup
dibandingkan kabinet-kabinet sebelumnya. Menurut para kritikus Leekpai
terlalu banyak memberikan perhatian kepada pasar ekonomi dan kurang
memperhatikan masalah kemiskinan di kota dan pedesaan. Mosi yang
diajukan pihak oposisi ini kemungkinan besar tidak diterima parlemen,
yang mayoritasnya terdiri atas anggota partai-partai pemerintah.

* MENTERI IMIGRASI SELANDIA BARU DIPECAT
Perdana Menteri Selandia Baru Jenny Shipley memecat Menteri Imigrasi,
Tuariki John Delamare, karena terbukti menyalahgunakan keuntungan untuk
kaum Maori. Menteri imigrasi ini adalah keturunan Maori, penduduk asli
Selandia Baru. Delamare memberikan ijin tinggal kepada 20 orang investor
keturunan Cina, dengan syarat mereka harus membiayai proyek-proyek untuk
orang Maori. Pemecatan Delamare ini dapat merugikan posisi Perdana
Menteri Shipley dalam pemilihan umum parlemen tiga hari mendatang.
Partai Nasional yang beraliran konservatif pimpinan Shipley menurut
jajak pendapat terakhir dikalahkan Partai Buruh yang beraliran sosialis.
Besar kemungkinan, untuk pertama kali dalam sembilan tahun, Partai Buruh
akan berkuasa di Selandia Baru.

* SARANA KOMUNIKASI DI CHECHNYA DITUTUP
Rusia menutup semua aliran telepon genggam di seluruh wilayah Chechnya.
Juga di negara-negara tetangga sekitar Chechnya, orang tidak bisa
berkomunikasi lewat telepon genggam. Dengan tindakan ini pemerintah
Moskow ingin mencegah komunikasi antara komandan-komandan lapangan
Chechnya. Sementara itu pasukan Rusia menutup dan mengepung semua jalan
penghubung besar dan kecil di sekitar ibukota Grozny. Saat ini aksi
militer terutama dipusatkan di kota Urus-Martan, kantong pertahanan
gerilya, yang terletak 20 km dari ibukota Grozny. Komandan pasukan Rusia
memperkirakan dapat merebut kota tersebut dalam waktu satu minggu.
Apabila Urus-Martan jatuh ke tangan Rusia, maka para pemberontak muslim
tidak bisa mendapatkan bantuan untuk mempertahankan ibukota Grozny.

* INGGRIS DIANCAM TIGA PRODUSEN MOBIL
Tiga produsen mobil terbesar Eropa akan menutup pabrik-pabrik mereka di
Inggris, apabila negara ini tidak secepat mungkin bergabung dalam mata
uang bersama Eropa, Euro. Demikian harian Inggris The Daily Telegraph.
Menurut harian tersebut, perusahaan Rover, Fiat dan Ford mengancam
Perdana Menteri Tony Blair, untuk tidak lagi berinvestasi di Inggris,
apabila pemerintahnya tetap menunda pelaksanaan Euro. Penundaan ini
dapat merugikan ekspor pabrik-pabrik mobil di atas kepada 11 negara
Eropa lainnya, yang melaksanakan perdagangan dengan Euro. Selasa
kemarin, Menteri Luar Negeri Inggris Robin Cook menyatakan pasar tenaga
kerja Inggris akan dirugikan apabila negara tersebut tetap menolak Euro.
Tetapi Cook mengulangi pendirian pemerintahnya, bahwa Euro hanya akan
dilaksanakan apabila situasi ekonomi Inggris menguntungkan dan atas
persetujuan rakyat Inggris melalui referendum.

* MARY ROBINSON BERKUNJUNG KE MEKSIKO
Komisaris Tinggi PBB urusan hak asasi manusia, Mary Robinson, tiba di
Meksiko untuk kunjungan resmi empat hari. Robinson juga akan berkunjung
ke negara bagian Chiapas, yang menjadi ajang pertempuran gerakan
pemberontak selama enam tahun terakhir. Berbagai organisasi HAM
mengkritik sikap negatif pemerintah Meksiko terhadap pelanggaran HAM di
Chiapas dan di dua negara bagian lainnya. Tahun lalu Robinson melaporkan
situasi HAM di Chiapas, sangat menyedihkan. Pemerintah Meksiko menolak
campur tangan PBB, tetapi akhirnya mengundang Mary Robinson untuk secara
pribadi mempelajari situasi di wilayah-wilayah tersebut. Komisaris
Tinggi PBB juga akan membahas keluhan terhadap polisi perbatasan Amerika
Serikat, yang dituduh menganiaya imigran-imigran gelap dari Meksiko.

* PASUKAN BELANDA AKAN DITARIK MUNDUR DARI KOSOVO
Hampir 2000 orang pasukan perdamaian Belanda yang ditugaskan di Kosovo,
akan ditarik mundur dalam enam bulan mendatang. Demikian usulan Menteri
Luar Negeri Belanda Jozias van Aartsen dan Menteri Pertahanan Frank de
Grave, yang akan diajukan Jumat mendatang kepada Dewan Kabinet. Kedua
menteri ini ingin agar pasukan perdamaian Belanda memusatkan tugas
mereka untuk menjaga perdamaian di Bosnia. Saat ini terdapat 1700
tentara Belanda yang ditugaskan di Bosnia dan 1900 orang di Kosovo.
Pemerintah Den Haag hanya ingin menugaskan 1700 tentara di Bosnia.
Dengan memusatkan diri pada satu tempat, maka Belanda bisa memainkan
peranan penting dalam pimpinan pasukan perdamaian internasional di
Bosnia. Selain itu hal ini dapat menghemat anggaran pertahanan.

* PEMERINTAH GUS DUR DIDESAK CEPAT SELESAIKAN MASALAH ACEH
Intro: Sekitar 100 nama pejabat sipil dan militer Rabu kemarin disebut
ketika Komisi Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh menghadap Panita
Khusus soal Aceh DPRI. Mereka mengusulkan para pejabat itu paling
sedikit ditanyai soal keterlibatan mereka pada masalah pelanggaran hak-
hak asasi manusia di Aceh. Apakah rakyat Aceh akan menerima pekerjaan
Komisi Pengusut dan Pansus Aceh? Berikut penjelasan Rosita Noor, salah
seorang anggota Komisi Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh:

ROSITA NOOR [ROS N]: Yang terjadi sekarang di Aceh sifatnya multi-
dimensional. Tapi yang paling penting untuk dibuktikan kepada rakyat
Aceh adalah, bahwa pemerintah pusat memperhatikan segi keadilan dan
kemanusiaan. Jadi komisi ini dibentuk bukan sekadar untuk mengisi
persoalan politik, tapi juga untuk membawa permasalahan pelanggaran hak
asasi manusia di Aceh. Jadi "entry point" (titik awal, Red.) bahwa
keadilan ditegakkan, merupakan suatu jalan masuk untuk bisa mengadakan
dialog.

Di dalam rekomendasi kami meminta, pertama peradilan terhadap pelaku
pelanggaran tindak kekerasan di Aceh, yang dengan sendirinya juga
pelanggar HAM itu diadili. Secara tepat, terbuka dan adil. Jadi tidak
boleh tertutup seperti peradilan militer. Dan kalau itu peradilan sipil,
maka hakim dan jaksanya harus cukup mempunyai wibawa untuk memanggil
militer dari segala ranking, dan juga pejabat-pejabat birokrasi baik
pusat maupun daerah.

RADIO NEDERLAND [RN]: Jadi belum tentu pengadilan sipil?

ROS N: Kemungkinan yang terbuka sekarang adalah peradilan koneksitas.
Jadi suatu peradilan yang bisa mengadili baik militer maupun sipil dari
segala tingkat. Tapi kami sudah menyerahkan kepada pemerintah Presiden
Wahid dua minggu lalu, dan kemarin kami menunjukkan suatu sikap sangat
kecewa, bahwa belum ada suatu langkah yang kongkrit untuk menggelar
peradilan ini. Baru tadi kami meminta kepada Saudara Marzuki Darusman,
Jaksa Agung. Kami tanyakan mengapa pemerintah Wahid tidak melakukan
apa-apa dan beliau mengatakan, kalau ada dorongan yang keras dari DPR,
maka kemungkinan dalam waktu yang singkat, malah beliau mengatakan dalam
seminggu, peradilan koneksitas ini sudah bisa digelar.

Tapi kalau melihat lambannya birokrasi di sini, saya sangat tidak
optimis dan melihat eskalasi keamanan di Aceh yang begitu rawan dan
cepat, maka apakah mungkin jalur birokrasi normal itu bisa memenuhi
minimal restore (memulihkan, Red.) kepercayaan masyarakat Aceh kepada
pemerintah.

RN: Jadi menurut anda hambatannya ini bersifat birokratis, bukan
hambatan tekad politik?

ROS N: Nah kalau itu anda harus tanyakan kepada Presiden Wahid dan
kabinetnya, karena tadi juga tergambar pemikiran-pemikiran daripada
anggota DPR terutama Pansus Aceh yang mengatakan, belum samanya persepsi
dari anggota kabinet Presiden Wahid, kalangan tentara dan DPR sendiri
mengenai Aceh.

RN: Yah tapi ini kan jelas sebab Kapuspen TNI misalnya, Mayjen Sudrajat
menginginkan suatu DKP, Dewan Kehormatan Perwira, jadi bukan peradilan.
Ini akan merekayasa "impunity" atau tidak dihukumnya tindak pelanggaran
hak asasi manusia. Jadi seberapa yakin anda bahwa peradilan kasus-kasus
Aceh ini nanti akan betul-betul bergigi.

ROS N: Kami tidak bisa menerima berdirinya DKP tanpa ada peradilan yang
normal berjalan. Itu kami tidak bisa menerimanya, karena pengalaman masa
lalu. Dan kami melihat bahwa jangan sampai tentara maupun anggota
kabinet Presiden Wahid itu melakukan "engineering" (rekayasa, Red.)
dalam bentuk apapun. Karena tadi malam di televisi kami sudah menonton
ada saksi, a de charge terhadap TNI yang kesaksiannya di televisi itu
sama sekali berbeda dengan penemuan yang kami dapatkan di tempat
kejadian perkara.

Dan itu sudah menunjukkan kepada kami bahwa ada pihak-pihak yang ingin
kembali bermain dengan rekayasa-rekayasa semacam itu. Kasus pembunuhan
Tengku Bantaqiyah di Aceh Selatan, mendadak ada orang yang menyatakan
bahwa pada kejadian itu Tengku Bantaqiyah yang tidak bersenjata,
dikatakan mengadakan kontak senjata dengan TNI, oleh karena itu TNI
melawan. Kami mempunyai saksi yang masih hidup, kemudian saksi yang kena
pukul tapi kemudian melarikan diri yang mengatakan bahwa mereka tidak
bersenjata. Dan pada kejadian itu ada korban yang langsung meninggal
dunia sebanyak 31 orang di tempat, sedangkan prajurit TNI kita tidak
seorang pun yang luka.

Kalau terjadi kontak senjata, tentunya ada korban juga, walaupun hanya
luka kecil di pihak yang satunya. Dari kesaksian yang ada ternyata orang
yang tidak bersenjata itu ditembak oleh yang bersenjata.

Demikian Rosita Noor, salah seorang anggota Komisi Pengusutan Tindak
Kekerasan di Aceh.

* SUDAH SAATNYAKAH DILAKUKAN RESHUFFLE KABINET?
Meski sudah berkuasa selama satu bulan namun tim ekonomi Gus Dur di
kabinet belum menunjukkan kemampuannya kecuali berulang-ulang
mengunyah-ngunyah konsep-konsep ekonomi usang Soeharto dan Habibie. Tim
ekonomi Gus Dur berharap permasalahan bangsa di bidang ekonomi cukup
diatasi dengan berunding atau berdiskusi dengan IMF dan Bank Dunia. Maka
makin nyata bahwa yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah
kepemimpinan. Manajemen baru yang non-Soeharto dan Habibie hanya bisa
diubah dengan kepemimpinan baru. Dan kepemimpinan baru itu bisa
dipelopori oleh MPR dan DPR dengan cara impeachment (pencopotan, Red.)
dalam beberapa bulan mendatang. Laporan koresponden Syahrir di Jakarta:

Jika masalah pengangguran tidak dapat segera teratasi maka impeachment
merupakan satu-satunya jalan menyelamatkan bangsa Indonesia, kata
seorang pengamat politik Selasa kemarin. Sementara itu, Miranda Gultom,
Wakil Gubernur Bank Indonesia menyatakan kepada pers, ia optimis
pemerintah dapat menekan inflasi hingga di bawah 0,5% tahun ini. Sehari
sebelumnya Menko Ekuin Kwik Kian Gie menjelaskan, pemerintah telah
mengajukan usulan-usulan yang tepat kepada IMF atau Dana Moneter
Internasional. Maka pemerintah pun optimis bahwa situasi ekonomi
nasional akan membaik pada akhir tahun.

Tetapi pers nasional memberitakan pinjaman IMF baru akan cair awal tahun
2000. Pencairan kembali dana IMF akan dilakukan setelah pemerintah
Indonesia menyetujui prinsip yang tertuang dalam Letter of Intent yang
baru. Secara teknis pembahasan masalah Letter of Intent dengan IMF telah
selasai Selasa lalu. Namun format resminya masih harus menunggu
persetujuan presiden dan pertemuan direksi IMF. Baru sesudahnya
persetujuan tersebut dapat ditandatangani.

Pemerintah memang ingin agar pinjaman yang dihentikan pada zaman Habibie
dapat segera dicairkan. Tim IMF akan kembali tanggal 8 Desember untuk
menyelesaikan pelbagai masalah sebelum perjanjian tersebut
ditandatangani. Kerjasama dalam penyusunan Letter of Intent ini
merupakan hasil diskusi yang cukup berimbang. Pihak IMF tidak terlalu
berani mendikte karena mengetahui pemerintahan ini merupakan hasil
demokrasi rakyat Indonesia. Sikap mereka memang berbeda jika
dibandingkan ketika berunding dengan tim ekonomi Habibie dahulu. Ketika
itu IMF menyadari bahwa pemerintahan Habibie kurang legal.

Namun demikian seorang mantan guru besar Universitas Indonesia
menyatakan, permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak
dapat diselesaikan dengan diskusi atau perundingan dengan IMF. Ia heran
melihat tim ekonomi Gus Dur seperti orang-orang bingung tanpa arah.
Pemerintahan Gus Dur ini sudah ada selama sebulan tetapi tidak terlihat
adanya langkah-langkah yang tepat untuk mencegah kemerosotan ekonomi.
"Unemployment atau pengangguran, misalnya tidak dapat diatasi dengan
perundingan atau guyon-guyon politik. Rakyat yang lapar harus segera
diberi makan", tambahnya. Ia memperkirakan, meski ada kenaikan harga
minyak bumi namun kebutuhan anggaran tidak akan mencukupi.

Dalam waktu tiga bulan Gus Dur akan mengalami nasib yang sama seperti
Habibie yang tidak mampu mengerem kemerosotan ekonomi. Apalagi jika
terjadi gempa sosial yang sama sekali tak terduga, sebagaimana peristiwa
gempa tektonik. Peristiwa krisis moneter tahun 1997 yang lalu dapat pula
dianggap sebagai gempa sosial yang masih dapat berlanjut. Pada saat
terjadi gempa sosial yang baru seperti, lepasnya atau terjadi perang
besar di Aceh dan Ambon, siapkah tim ekonomi Gus Dur yang nampak tambal
sulam itu mengatasi krisis?

Sementara ini pemerintah lagi-lagi berharap agar Bank Dunia akan
memberikan dana jaringan pengamanan sosial. Tetapi agar ketergantungan
kepada dunia luar dapat dikurangi pemerintah akan mengurangi subsidi
BBM, listrik, menaikkan harga beras dan gula, dan lain-lain.
Permasalahan anggaran ke depan juga nampak berat, kata seorang staf
Menko Ekuin. Tetapi ilmu seperti ini pun pernah diterapkan tim ekonomi
Soeharto seperti Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, Radius Prawiro dan
Emil Salim. Bedanya, hutang mereka waktu itu tidak sebanyak sekarang.
Namun dari tahun ke tahun mereka selalu muncul di depan televisi dan
sambil meminta maaf kepada rakyat dan tertawa bingung, mengumkan bahwa
harga BBM terpaksa dinaikkan. Sekali-sekali mereka mengubahnya dengan
mengumumkan adanya devaluasi baru.

Sekarang pun orang-orangnya Gus Dur muncul di televisi dengan ucapan-
ucapan yang hampir sama: "Dengan mengutamakan stabilitas, kita akan
melakukan restrukturisasi perbankan dan pertanian, menghidupkan Undang-
Undang Kepailitan, mengurangi KKN dan langkah-langkah lainnya". Suara-
suara seperti ini memang sudah sering didengar rakyat sejak rejim
Soeharto maupun Habibie. Jadi praktis tidak ada kejutan yang mendasar
yang dikemukakan para ahli ekonomi pemerintah Gus Dur hingga saat ini.
Padahal masyarakat sebenarnya berharap pemerintah baru bisa secepatnya
mengambil langkah-langkah strategis yang mengena di hati rakyat.

Karena itu dalam waktu dekat ini Gus Dur harus segera melakukan re-
shuffle kabinet dan menggunakan orang-orang yang ahli, jujur dan tidak
korup, dan saat ini berumur antara 35 hingga 45 tahun. Yang di atas 45
tahun sama halnya dengan perwira-perwira tua di TNI, umumnya sudah punya
"vested interest". Mereka umumnya sudah tidak dekat pada rakyat dan
tidak punya ide-ide baru yang brilyan.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui [EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Nov 1999 jam 03:32:53 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke