---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- ----------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. ----------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Kamis 25 November 1999 15:50 UTC ** WIRANTO MENGHADAP PANITIA KHUSUS DPR URUSAN ACEH ** INDONESIA-BELANDA PULIHKAN HUBUNGAN KERJASAMA PEMBANGUNAN ** TIM PENYIDIKAN HAM PBB TIBA DI TIMOR TIMUR ** MAHKAMAH AGUNG TURKI MENGUATKAN HUKUMAN MATI OCALAN ** TOPIK GEMA WARTA: KENAPA INDONESIA SEKARANG MEMBUTUHKAN SEORANG PERDANA MENTERI? ** TOPIK GEMA WARTA: HUBUNGAN KERJASAMA PEMBANGUNAN BELANDA INDONESIA SUDAH PULIH * WIRANTO MENGHADAP PANITIA KHUSUS DPR URUSAN ACEH Menko Polkam Wiranto Kamis ini dihadapan para anggota Pansus DPR urusan Aceh menolak tuduhan menjadi dalang tindak kekerasan di propinsi tersebut. Wiranto didampingi Panglima TNI Laksamana Widodo AS dan Kapolri Jenderal Roesmanhadi sewaktu tiba di gedung DPR/MPR. Rabu kemarin, Komnasham menyatakan TNI melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Aceh selama penerapan Daerah Operasi Militer. Selain itu Pansus DPR juga berseru kepada Presiden Abdurrahman Wahid untuk secepat mungkin berkunjung ke Aceh. Kamis ini sekitar 2500 warga Aceh berdemonstrasi di depan gedung DPR/MPR menuntut pelaksanaan referendum. Gus Dur memang mendukung dilangsungkannya referendum di Aceh, tetapi tidak dengan opsi merdeka sepenuhnya. * INDONESIA-BELANDA PULIHKAN HUBUNGAN KERJASAMA PEMBANGUNAN Indonesia dan Belanda ingin memulihkan kembali hubungan bilateral kerjasama pembangunan antara kedua negara. Demikian dinyatakan Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda, Eveline Herfkens yang saat ini berada di ibukota Jakarta, setelah bertemu dengan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri dan Menko Ekuin, Kwik Kian Gie. Menteri Herfkens tiba Kamis ini di Jakarta, setelah berkunjung ke India bersama dengan Perdana Menteri Wim Kok. Indonesia memutuskan hubungan kerjasama dengan Belanda tahun 1992, setelah Belanda mengecam keras kebijakan HAM Jakarta. Herfkens menyatakan pemerintah Belanda ingin memulihkan kembali hubungan bilateral, karena percaya akan integritas pemerintah baru Indonesia. * TIM PENYIDIKAN HAM PBB TIBA DI TIMOR TIMUR Tim PBB yang akan menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur, tiba Kamis ini di ibukota Dili. Langsung setelah kedatangan mereka di Dili, salah satu anggota menuduh pemerintah Jakarta tidak mau bekerja sama. Sonia Picado, anggota delegasi dari Costa Rica menekankan hingga sekarang Tim PBB belum mendapat ijin masuk yang dijanjikan untuk mengunjungi Jakarta dan Timor Barat. Menurutnya Jakarta sengaja menyabot misi PBB ini. Pemerintah Jakarta tidak menganggap perlu penyidikan yang dilakukan PBB, karena telah menetapkan sebuah badan yang akan menyelidiki pelanggaran HAM di Timor Timur. Setelah referendum tanggal 30 Agustus lalu, banyak pendukung kemerdekaan TimTim dibunuh atau dianiaya milisi-milisi pro-Indonesia. * MAHKAMAH AGUNG TURKI MENGUATKAN HUKUMAN MATI OCALAN Mahkamah Agung Turki menguatkan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Pemimpin gerakan separatis Kurdi PKK, Abdullah Ocalan, dalam sidang naik banding. Ocalan dijatuhi hukuman mati bulan Juni lalu, dengan tuduhan berkhianat dan separatisme. Setelah Mahkamah Agung menguatkan hukuman tersebut, maka parlemen Turki harus memutuskan, apakah pemimpin PKK ini benar-benar akan dihukum mati, atau diubah hukumannya menjadi hukuman penjara seumur hidup. Perdana Menteri Turki Bulent Ecevit sebelumnya menyatakan, pemerintahnya terlebih dulu menunggu keputusan Mahkamah Eropa bidang hak asasi manusia di kota Strassburg, yang sedang membicarakan permintaan pengacara Ocalan untuk mencabut hukuman tersebut. Sementara Uni Eropa kecewa atas keputusan mahkamah Agung Turki ini. Komisi Eropa menekankan pemerintah Ankara, semua calon anggota Uni Eropa diminta untuk menghapus hukuman mati. Dewan Eropa, yang beranggotakan hampir semua negara Eropa, menyerukan kepada parlemen dan presiden Turki untuk memberikan grasi. * GREAT BRARRIER REEF TETAP BERKEMBANG NORMAL Terumbu karang terbesar di dunia, atau Great Barrier Reef di Australia, dalam dua tahun terakhir tetap mengalami pertumbuhan yang normal. Demikian kesimpulan penyelidikan Institut Kelautan Australia. Sebelumnya diperkirakan karang-karang di gugusan ini akan mati secara massal akibat meningkatnya suhu bumi. Dari hasil penyelidikan tahun 1998, tahun terpanas di abad ke-20, hanya sebagian kecil dari terumbu karang ini yang rusak. Tetapi masa depan terumbu-terumbu karang lainnya di dunia masih belum jelas, dan saat ini Institut Australia itu melakukan penyelidikan di berbagai tempat. * PERUSAHAAN BANGUNAN JERMAN BERHASIL DISELAMATKAN Philipp Holzmann, perusahaan bangunan raksasa Jerman berhasil diselamatkan dari ancaman bangkrut. Kanselir Jerman Gerhard Schoder mencapai kesepakatan dengan sejumlah bank yang terlibat untuk melaksanakan upaya penyelamatan. Bank-bank tersebut memberikan pinjaman kepada Holzmann sebesar 250 juta mark, sementara pemerintah Jerman menyediakan kredit sebesar 150 juta mark dan jaminan bank. Popularitas kenselir Jerman ini kembali melonjak, karena berhasil menjadi perantara. Ketika Schroder mengumumkan berita tersebut di kota Frankfurt am Main, ia langsung dielu-elukan ribuan pekerja Holzmann yang bergembira. Untuk sementara 17.000 pegawai tetap bisa bekerja. Hal ini juga berlaku bagi puluhan ribu pekerja lainnya yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan leveransir dan pemborong. Perusahaan Bangunan raksasa Jerman ini menyatakan diri bangkrut, karena dibebani utang sebesar beberapa ratus juta mark Jerman. * KECELAKAAN KAPAL DI PANTAI TIMUR CINA Sedikitnya 100 orang tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di pantai Timur Cina. 200 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Sebuah kapal penumpang mengalami kecelakaan di dekat kota pantai Yantai, dan kemudian terbakar. Api menjalar dengan cepat dan menyebabkan kapal tidak dapat dikemudikan lagi. Regu-regu penolong hingga saat ini berhasil menyelamatkan 20 orang dari air laut yang sangat dingin. Diperkirakan 200 penumpang lainnya bernasib kurang baik. Aksi pertolongan ini dipersulit cuaca yang sangat buruk * KENAPA INDONESIA SEKARANG MEMBUTUHKAN SEORANG PERDANA MENTERI? Sekitar 30 eks tapol dan napol kemarin menghubungi pihak Sekneg dan Departemen Hukum dan Perundang-undangan. Meski Presiden dan Parlemen sudah menyetujui agar para tapol dan napol segera dibebaskan, tetapi akibat birokrasi di Sekneg, saat ini 57 napol terlambat dibebaskan. Koresponden Sjahrir melaporkan dari Jakarta: Menteri Hukum dan Perundang-undangan Yusril Ihza Mahendra Kamis kemarin memperkirakan Presiden Abdurrahman Wahid pekan depan akan membebaskan 57 tapol dan napol dalam rangka amnesti dan abolisi. Saat ini surat balasan dari DPR yang menjawab permintaan Presiden agar nama-nama tapol napol yang akan diberikan amnesti dan abolisi diteliti sudah sampai di tangan Sekneg. Menurut Yusril dalam pelaksanaannya Departemen Hukum dan Perundang-undangan menghadapi beberapa kendala. Karena dalam rangka menyusun daftar tapol dan napol departemennya hanya mampu mencatat nama-nama narapidana politik. Sedangkan nama-nama para tapol atau tahanan politik sulit untuk disusun karena sebagian berada dalam rumah tahanan militer, polisi dan kejaksaan. Kendala lain, demikian Yusril, ialah sejumlah narapidana oleh keluarga dan masyarakat dianggap sebagai napol sedangkan pemerintah menganggap mereka narapidana kriminal. Departemen Hukum dan Perundang-undang hanya mencatat nama para napol karena sudah diadili dan ditahan di rutan atau lembaga kemasyarakat. Di antaranya para napi PRD, Timor Timur, Komando Jihad peristiwa Lampung dan organisasi Papua Merdeka. Yusril tidak mengetahui di mana para napol yang tersangkut peristiwa peledakkan candi Borobudur berada. Menteri Hukum dan Perundang-undangan menjelaskan hal ini ketika menerima sekitar 30 mantan tapol napol dari pelbagai peristiwa di Departemen Kehakiman Kuningan Jakarta. Menteri juga menjelaskan kesulitan pemerintah dalam memberi amnesti umum karena beragamnya kasus-kasus yang ada. Seharusnya untuk setiap kasus dikeluarkan amnesti dan rehabilitasi tersendiri, katanya agar tidak merepotkan birokrasi dalam menanganinya di lapangan. Sebagai contoh ia mengemukakan kasus-kasus wakil ketua DPR RI AM Fatwa dan anggota DPR Arifin Panigoro. Kedua-duanya mendapat amnesti dan rehabilitasi khusus. Kepada para mantan tapol dan napol yang sudah bebas Yusril berharap dapat menemuinya dengan membawa surat-surat dan bukti-bukti yang ada. "Pintu saya senantiasa terbuka untuk saudara- saudara", katanya. Ia juga setuju jika pertikaian yang seolah sudah merupakan vendetta antara golongan kiri dan kanan dihentikan. "Pemerintah memang ingin agar rekonsiliasi ideologis antar golongan dapat dibina", ujarnya. Yang menarik adalah keterangan Yusril bahwa pemerintah sekarang lemah dan DPRlah yang kuat. Itulah sebabnya Presiden Gus Dur tidak segera dapat membebaskan para tapol dan napol. Hak prerogatif Presiden B.J. Habibie memang berbeda dengan Presiden Gus Dur, jelasnya. Kini MPR mengharuskan presiden meminta pertimbangan kepada DPR sebelum memberikan amnesti dan abolisi. Sedangkan untuk pemberian grasi presiden cukup meminta pendapat Mahkamah Agung, jelasnya. Yusril juga menjelaskan bahwa mulai Desember mendatang ia akan mengunjungi pelbagai Rutan dan Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia yang banyak di antaranya pada jaman Orde Baru tidak hanya menampung para tahanan dan narapidana kriminal tetapi juga para tapol dan napol. Rani Yunsih, seorang mantan napol kasus Mubaligh Tanjung Priok, menyesalkan lambatnya pemrosesan surat-surat di Sekneg. Ketika ia bersama para mantan tapol dan napol menghubungi kantor Sekneg untuk menanyakan soal surat dari DPR pihak sekretariat menjawab bahwa surat tersebut baru akan diurus pekan depan. Dalam hubungan ini menarik untuk menyimak Tajuk Rencana harian Kompas Selasa lalu. Kompas antara lain menulis: ".. janganlah Sekretariat Negara dilanjutkan sebagai perangkat yang merupakan kerajaan tersendiri". Dilanjutkan pula bahwa "secara umum, pemerintah dan kepemimpinan pemerintah kita, lemah dalam hal koordinasi dan komunikasi secara effektif. Sehingga pekerjaan atau program atau agenda dilaksanakan. Kita secara umum kuat dalam pernyataan verbal, namun lemah dalam menerjemahkannnya menjadi langkah-langkah konkrit". Yang juga menarik adalah pendapat Kompas bahwa "peranan sekretariat negara lebih penting lagi, ketika Presiden dan Wakil Presiden secara kebetulan terbatas pengalamannya dalam menyelenggarakan pemerintahan, termasuk olah dan seni manajemen." Sehubungan dengan itu tampaknya Kompas berani mengemukakan agar UUD 45 diamandemen sehingga dimungkinkan hadirnya sosok perdana menteri atau yang melakukan tugas perdana menteri. Karena sosok semacam itulah yang diperlukan saat ini. Kalangan lain mengeluh bahwa presiden sering lupa menandatangani surat- surat karena kelalaian pihak Sekneg yang pemimpinnya masih pada tahap coba-coba. Maka kalau Yusril mengatakan bahwa DPR sekarang lebih kuat dari pada eksekutif, alangkah baiknya jika DPR dan MPR mendesak Gus Dur menunjuk seorang Perdana Menteri yang mendapat kekuasaan penuh agar perangkat komunikasi dan koordinasi yang seharusnya ada di tangan Menko dan Sekneg tidak melempem seperti sekarang ini, kata seorang mantan tapol. * HUBUNGAN KERJASAMA PEMBANGUNAN BELANDA INDONESIA SUDAH PULIH INTRO: Kunjungan Menteri Kerjasama Pembangunan Belanda Eveline Herfkens ke Indonesia hari ini dan besok bertujuan untuk memperoleh informasi sejauhmana Indonesia membutuhkan bantuan Belanda dalam menyelesaikan berbagai masalah. Terutama masalah Ambon mengingat banyaknya orang Maluku yang tinggal di Belanda. Yang jelas Belanda ingin memulihkan kembali kerjasama dengan Indonesia yang macet sejak 1992. Mungkin berbeda dengan pendahulunya, yaitu Jan Pronk, Eveline Herfkens lebih bersikap menanti penjelasan Indonesia mengenai apa yang dibutuhkannya dalam memulihkan perekonomian yang dilanda krisis. Berikut keterangan Menko Ekuin Kwik Kian Gie yang juga hadir dalam pertemuan Menteri Eveline Herfkens dengan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri pagi tadi: KWIK KIAN GIE [KKG]: Menteri Belanda ingin mengetahui sampai di mana permasalahan Aceh. Terutama yang menarik bagi mereka adalah masalah Ambon, karena banyak orang Ambon di Belanda. Akan tetapi Menteri Herfkens juga mengatakan bahwa walaupun dulu ada gerakan RMS, Republik Maluku Selatan, sekarang ini oleh karena generasi yang sekarang menjadi dewasa, itu tidak pernah mengenal Indonesia. Mereka lahir dan besar di sana, sehingga itu sudah mulai pudar dan bahkan lebih pudar lagi ketika mereka ke mari dan mereka diterima baik oleh Presiden Abdurrahman Wahid dan Ibu Mega. Ibu Mega yang diberi tugas khusus untuk Ambon juga menerima mereka dengan baik, sehingga mereka mempunyai gambaran yang sangat berbeda. Hingga kelihatannya menurut Menteri Herfkens tadi begitu kembali ke Belanda nanti, mereka akan tidak memikirkan RMS lagi, tidak memperhatikan republik yang merdeka lagi. Akan tetapi justru mempunyai perhatian besar terhadap negara. Mereka sebagai warga negara Belanda yang ada keturunan Ambon, dengan Ambon di sini yang menjadi bagian Indonesia jadi hubungannya akan lebih sehat, kira-kira dalam hal Ambon. Itu tadi telah dibicarakan secara khusus oleh karena kebetulan urusan Ambon itu diserahkan kepada Ibu Mega. Sesuai pembagian tugas dengan Gus Dur. Tanya: Bagaimana dengan kerjasama ekonomi? KKG: Nah kerjasama ekonominya memang berhenti lama. Seperti anda ketahui waktu itu kan ada kesulitan-kesulitan dengan Menteri Pronk. Dan ini adalah kunjungan pertama setelah itu. Sebelum itu ternyata memang sudah dirintis jalan ke arah pemulihan hubungan dan hubungan sekarang telah 100% normal. Jadi semua kesulitan yang dahulu termasuk surat menyurat yang menyatakan kami tidak mau menerima bantuan lagi dari Belanda, itu semuanya sudah dibereskan sama sekali. Tanya: Itu dibereskan di saat menjadi menko Ekuin atau sebelumnya? KKG: Ketika saya menjadi Menko Ekuin saya berbicara dengan presiden. Lalu presiden mengatakan kepada saya "coba anda rintis saja". Lalu saya telepon teman saya yang mantan menteri luar negeri dan yang sekarang orang biasa, tapi masih mempunyai pengaruh karena mantan Perdana Menteri Lubbers. Dia mengatakan bahwa dia sudah berbicara dengan menteri luar negeri Belanda, dan Menlu Belanda telah memberi instruksi kepada Duta Besar Belanda di sini untuk membereskan. Nah saya tidak tahu prosesnya tapi tadi sudah diberi konfirmasi, sudah beres semua. Tanya: Cepat sekali yah. Jadi bisa disebutkan Indonesia siap menerima bantuan kembali dari Belanda dan melalui Donors Grups. KKG: Itu mereka sekarang katanya malah sudah menjadi anggota penuh dari CGI kembali. Tapi CGI itu kan multi-lateral. Dalam bentuk CGI mereka telah menjadi anggota penuh. Yang tadinya bukan anggota kini telah menjadi anggota penuh. Tetapi di samping itu secara bilateral Belanda selalu mempunyai hubungan baik dengan Indonesia. Jadi membantu Indonesia tidak dalam bentuk utang, akan tetapi dalam bentuk grant (hibah, Red.), cuma bantuannya itu tidak dalam bentuk uang, tapi dalam bentuk program- program. Jumlahnya juga tidak terlampau besar, tetapi tidak dalam bentuk uang. Melainkan dalam bentuk meningkatkan mutu pendidikan, dalam bantuan teknik. Nah itu tentu tidak bisa dianggap kecil artinya. Tanya: Tapi yang sekarang rencana untuk kerjasama tahun 2000 ini kemungkinan kita membuka diri untuk bantuan Belanda lewat CGI. Dan kita sudah setuju untuk dilanjutkan lagi? KKG: Oh ya, oleh karena kami berhubungan dengan CGI dan di dalam CGI ada Belanda. Tanya: Ibu Mega tanggapannya apa? KKG: Oh Ibu Mega gembira sekali bahwa segala sesuatu bisa kembali. Tadi saya secara bergurau juga menyatakan bahwa mungkin Ibu Mega akan bisa memenuhi apa yang tidak bisa dipenuhi oleh ayahnya. Karena Bung Karno selalu mempunyai keinginan berkunjung ke Belanda. Tapi karena alasan politik tidak pernah tercapai, mungkin sekarang bisa diwujudkan, oleh putrinya Ibu Mega. Demikian Menko Ekuin Kwik Kian Gie. ----------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ----------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Nov 1999 jam 17:15:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
