---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: KRISIS DAHSYAT INDONESIA BUTUHKAN LEADING BRAIN, MANAGER Dari sekian banyak pemimpin Indonesia sejauh ini baru Amien Rais yang menga- kui bahwa Indonesia sudah sakit parah sekali mengidapkan krisis dahsyat politik, ekonomi, sosial. Presiden baru Gus Dur mengutamakan trip trip ke luar negeri sebagai prioritas utama, mula mula untuk kepentingan ekonomi seperti ke Amerika, kemudian untuk kepentingan politik luar negeri, trip ke Jordania untuk perdamaian Palestina dan menemui Yasser Arafat. Dalam situasi krisis dalam negeri sedahsyat ini di mana masalah HAM, kelapa- ran, busunglapar, korupsi bank, dll, dan last but not least krisis separatisme di Aceh, tuntutan separatisme Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Irian Jaya meminta perhatian Kepala Negara/Kepala Pemerintahan 100%, tidak ada waktu untuk mengikuti jejak Marco Pollo apalagi Wakil Presiden tidak pernah memperlihatkan aktivitas leadership setidaknya aktivitas pemikiran. Menurut Arief Budiman, Gus Dur ini "koppig" (obstinate, stubborn) dan belum ada orang yang berani mengecam Megawati seadanya. Saya selalu menghindarkan untuk mengecam Megawati karena pertama dia wanita yang kalm pula, kedua karena dia adalah pilihan rakyat Indonesia. Ini merupakan kenyataan stagnasi. Apa boleh buat, saya terpaksa "nrimo" kenyataan ini untuk lima tahun mendatang namun masih ingin menyumbangkan pikiran bagaimana caranya menemukan suatu modus untuk mendobrak stagnasi yang nyata ini daripada menyerah pasrah kepada nasib. Dari kenyataan di atas situ hanya ada satu jalan keluar: 1. Kita membutuhkan leading brain untuk mengisi kekosongan: a. Dengan pembentukan "Think Tank" a la Rand Corporation b. Dengan amandemen UUD45 untuk pengangkatan Wakil Perdana Menteri yang intelektual, kreatif, dinamis seperti a.l. Amien Rais. c. Dengan membina Presiden Gus Dur sendiri untuk mempelajari dan memprak- tekkan ilmu jenius Einstein. 2. Crisis management harus dilaksanakan oleh seorang Crisis Manager: a. Dengan pembentukan Think Tank seperti di atas b. Dengan amandemen UUD45 untuk pengangkatan Wakil Perdana Menteri Adhoc yang ditugaskan oleh Presiden untuk mengatasi krisis tertentu. c. Dengan mengangkat Crisis Manager sebagai Pembantu Khusus Presiden. Telah diperhitungkan kemungkinan overlapping (tumpang tindih) atau langkah me- langkahi, maka petugas yang baru itu harus dibatasi tugas dan kekuasaannya hanya untuk memenuhi tantangan krisis yang masih mendahsyat. Demikianlah harapan kita, hasil pemikiran awam ini bisa membantu mengatasi krisis dahsyat atau mengobati pasien Indonesia yang masih dalam ICU (Intensive Care Unit) itu. New York, 26 Nopember 1999. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Nov 1999 jam 02:25:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
