---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://mymail.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PETISI DEN HAAG Mencermati perkembangan situasi terakhir di propinsiAceh, di mana konflik vertikal antara pemerintah pusatdengan masyarakat Aceh makin meruncing, tidak adanya jaminan keamanan dan ketenteraman bagi masyarakat setempat,hilangnya kewibawaan pemerintah dan aparat keamanan di matamasyarakat (mistrust in the government), makin meratanyatuntutan rakyat Aceh untuk referendum, pertikaian yang makin tajam antarberbagai aktor politik yang terlibat, ancaman dan intimidasi dari pihak provokator dengan berbagai motivasi, serta bentrokan antara kelompok bersenjata dengan paraaktifis mahasiswa dan LSM. Di sisi lain, khususnya para pembuat kebijakan baik daripemerintah pusat maupun dari institusi politik di daerahmasih dituntut upaya yang lebih keras dan lebih serius dalam rangka mengupayakan solusi damai, demi keselamatan bangsadan negara Indonesia. Kami, European Student Association for Indonesia Crisis(Esafic) sebagai salah satu kekuatan moral bangsa, menilai bahwa krisis yang sedang berlangsung di propinsi DaerahIstimewa Aceh saat ini sudah berada pada tahap sangat kritis dan mengandung potensi sangat signifikan untuk terjadinya tindakan-tindakan anarkis dan kejahatan-kejahatan hukum(violence of justice) dari para aktor yang terlibat didalamnya. Memperhatikan kondisi demikian, kami yang tergabung dalam organisasi Esafic dengan ini menyatakan hal-hal sebagai berikut: 1. Bahwa melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah satu-satunya solusi dalam penyelesaian krisis di Aceh. 2. Mendukung upaya rakyat Aceh dalam menyalurkan aspirasinya sesuai dengan ciri khasnya. 3. Mendesak diberdayakannya hukum dan adat setempat untuk meredakan krisis di Aceh saat ini. 4. Menolak setiap bentuk pendekatan militeristik, termasuk upaya penerapan darurat militer, dalam penyelesaian krisis di Aceh. 5. Mendesak lembaga-lembaga negara yang berkompeten untuk lebih serius menyelesaikan krisis di Aceh. 6. Mendesak diadakannya dialog terbuka yang melibatkan tokoh-tokoh yang mewakili masyarakat Aceh dalam waktu secepatnya. 7. Mendesak diselenggarakannya pengadilan koneksitas secara terbuka terhadap para pelanggar Hak-hak Asasi Manusia (HAM) selama dan pasca Daerah Operasi Militer (DOM). 8. Mendesak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk menyelenggarakan Sidang Istimewa apabila dalam jangka waktu 2 (dua) bulan pemerintah tidak bisa menyelesaikan krisis di Aceh. Den Haag, 29 Nopember 1999 European Student Association for Indonesia Crisis (Esafic) Ketua, Sekretaris Ttd ttd Murdjito Ricky C. Kansil Sekretariat: ESAFIC Korvezeestraat 205 2628 DM Delft The Netherlands Email: [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Nov 1999 jam 03:40:53 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
