----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Racun Hantui Penduduk Aceh;
GAM Kutuk Penabur Racun

BANDA ACEH (Waspada): Dampak ratusan pengungsi dari desa Lam Tamot Aceh Besar termakan 
racun,
merebak isu sumber mata air pun dicemari zat mematikan itu.
Isu itu Waspada rekam melalui seorang anggota jamaah masjid Kel. Laksana Banda Aceh, 
dari kalangan
guru sebuah SMTP dan karyawan sebuah instansi, di Ibukota Provinsi Daerah Istimewa 
Aceh, Selasa
(30/11).
Sumber mata air yang dicemari racun, ujar jamaah yang enggan namanya ditulis, 
berlokasi di Mata Ie,
sekitar 5 kilometer dari pusat kota Banda Aceh. Informasi serupa juga diungkapkan para 
guru dan
karyawan tersebut.
Pejabat Kanwil Dikbud Aceh, Drs. H. Amri Arsyad yang dikontak Waspada via telepon di 
rumahnya di
desa Ajuen, Banda Aceh Selasa (30/11) malam, membenarkan isu itu.
Rumahnya, kata Amri pelanggan air pipa dari PD. Tirta Montala Aceh Besar. Bersebab isu 
tersebut, ia
sekeluarga baru berani memakai air malam ini. "Sejak pagi sampai petang Selasa, kami 
takut
menggunakannya," jelasnya.
Dirut PD. Tirta Montala Ir. Fakhrrurazi kepada harian ini dari kediamannya di Kel. 
Ateuk Pahlawan
Banda Aceh, mengemukakan belum mendapat laporan dari stafnya ihwal adanya isu 
teracuninya sumber
mata air untuk air pipanya.
Demikian pula dari sekitar 3000 pelanggan di Aceh Besar, jelas Fakhrurrazi, tak ada 
yang
menyampaikan keluhan keracunan air petnya.
Menurutnya, air pipa PD. Tirta Montala, sumber airnya langsung dari mata air, yang 
berada di Mata
Ie, Saree, Jantho, Krueng Raya dan Ujong Batee. "Namun saya akan periksa kebenarannya, 
siapa tahu
memang betul-betul terjadi," janjinya.
Ia juga menjelaskan para pelanggan perusahaannya berdiam di Asrama TNI Japakeh Mata 
Ie. Perumnas
Lambheu, Perum BTN Meusara Agung, Perumnas Ajuen, Perum, PNS, perkantoran di Jantho, 
dan beberapa
lokasi lainnya.
Kutuk Penabur Racun
Sementara itu Biro Penerangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Komando Pusat di Tiro, Tgk. 
Ma'ad Muda
mengutuk keras penaburan racun ke dalam makanan para pengungsi di masjid Jamik 
Seulimum.
"Tindakan tersebut sangat biadab dan tak berperikemanusiaan. Ini jelas, tak bisa 
dimaafkan," sebut
Tgk. Ma'ad Muda, yang menghubungi Waspada Selasa (30/11) malam.
Menurut Tgk. Ma'ad Muda, peristiwa yang menimpa warga pengungsi dari Lam Tamot ini, 
mengingatkannya
pada peristiwa lama yang dialami Pahlawan Aceh, Tgk. Chik Di Tiro, yang terjadi di 
Jembatan
Seulimeng, Desa Seumeulop, Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Oleh karenanya ia 
mengingatkan kepada
rakyat Aceh, agar berhati-hati, dalam mengkonsumsi setiap makanan yang disajikan.
Selain itu, Biro Penerangan GAM, juga mengutuk pembalbalan warga sipil tak berdosa 
oleh aparat
keamanan, Sabtu (27/11) malam, di Desa Layung, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. 
Penganiayaan itu
berlangsung saat aparat melakukan penyisiran di kawasan tersebut, setelah terjadinya 
kontak senjata
antara GAM dengan aparat.
"Kalau memang aparat mencari kami, untuk apa rakyat yang jadi sasaran," tambahnya 
kesal.
Sehubungan dengan terjadinya kedua peristiwa itu, ia mengingatkan kepada seluruh 
rakyat Aceh, untuk
tetap bersatu dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecahbelahkan persatuan 
rakyat Aceh.
Dia juga mengingatkan para pengungsi, agar dapat diteliti dalam setiap menerima tamu 
yang datang ke
lokasi pengungsian. "Kita harus lebih berhati-hati, agar kejadian serupa tidak 
terulang lagi,"
demikian Tgk.Ma'ad Muda. (tim)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Dec 1999 jam 08:05:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke