----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 01 Desember 1999 15:50 UTC

** DEMONSTRASI DAMAI DI IRIAN JAYA

** JOSE RAMOS-HORTA KEMBALI KE TIMOR TIMUR

** KERUSUHAN SEKITAR KONPERENSI WTO DI SEATTLE

** TOPIK GEMA WARTA: APARAT TNI LOKAL MULAI MENGELUH TENTANG GUS DUR

** TOPIK GEMA WARTA: JOSE RAMOS-HORTA PULANG KAMPUNG, MASIH BELUM UNTUK
MENETAP

* DEMONSTRASI DAMAI DI IRIAN JAYA
Sekitar 20.000 penduduk Irian Jaya berdemonstrasi secara damai dengan
mengibarkan bendera Bintang Pagi lambang Papua Merdeka dan
menyelenggarakan misa dan kebaktian di gereja-gereja. Polisi diberitakan
tidak mengambil tindakan. Para demonstran merupakan pendukung
kemerdekaan Irian Jaya, dan menolak hasil perpera tahun 1969, di mana
penduduk Irian memilih untuk bergabung dengan Republik Indonesia.
Menurut para demonstran, referendum ini tidak berlangsung dengan jujur,
dan karena itu Irian harus merdeka. Sementara pemerintah Jakarta tidak
bereaksi atas tuntutan Organisasi Papua Merdeka. Presiden Abdurrahman
Wahid Rabu ini memulai kunjungan kenegaraan ke Cina. Menurut para
kritikus, Gus Dur terlalu sering bepergian, padahal ia harus secepat
mungkin memecahkan masalah tuntutan kemerdekaan di beberapa wilayah
Indonesia.

* JOSE RAMOS-HORTA KEMBALI KE TIMOR TIMUR
Pemenang hadiah Nobel perdamaian dan salah satu pemimpin perlawanan
Timor Timur, Jose Ramos-Horta menginjakkan kaki di ibukota Dili, Rabu
ini setelah tinggal di pembuangan selama 24 tahun. Ramos-Horta, yang
berusia 49 tahun, melarikan diri dari Timor Timur tiga hari sebelum TNI
masuk ke wilayah tersebut 7 Desember 1975. Sejak saat itu Ramos-Horta
berfungsi sebagai juru bicara pihak perlawanan Timor Timur di luar
negeri. Belum lama ini Ramos-Horta menuntut didirikannya sebuah tribunal
untuk menyelidiki kemungkinan tindak kejahatan perang di Timor Timur.

* KERUSUHAN SEKITAR KONPERENSI WTO DI SEATTLE
Hari pertama konperensi organisasi perdagangan dunia, WTO di kota
Seattle Amerika Serikat berlangsung penuh kerusuhan. Walikota Seattle
memberlakukan keadaan darurat sehubungan rangkaian demonstrasi berdarah.
Selain itu juga diberlakukan jam malam di pusat kota Seattle. Puluhan
ribu orang berdemonstrasi menentang WTO Selasa kemarin. Polisi dengan
bantuan garda nasional Amerika menindak para demonstran dengan tangan
keras. Mereka menggunakan gas air mata dan semprotan-semprotan air untuk
membubarkan demonstrasi. Akibat kerusuhan berdarah ini upacara pembukaan
resmi terpaksa dibatalkan. Berbagai menteri anggota WTO tidak dapat
mendekati gedung konperensi, sementara sidang pertama diundur selama
lima jam dan terpaksa dilangsungkan di tempat lain. Selama konperensi
berlangsung, 135 negara anggota WTO harus menyusun agenda mengenai
kelanjutan proses liberalisasi perdagangan dunia. Salah satu hambatan
terbesar adalah subsidi kepada para petani Uni Eropa.

* OPERASI MILITER RUSIA DI CHECHNYA AKAN BERAKHIR TIGA BULAN LAGI
Operasi militer Rusia di negara bagian Chechnya yang memberontak, akan
berakhir paling lama tiga bulan lagi. Demikian pernyataan Menteri Luar
Negeri Igor Ivanov. Pemerintah Moskow memperkirakan dapat merebut kota
Argun dalam beberapa hari mendatang, dan dengan ini menutup seluruh
wilayah sekitar ibukota Grozny. Pihak pemberontak menyatakan berhasil
meledakkan tiga tank Rusia. Berita ini dibantah, tetapi pemerintah
Moskow mengakui mendapat perlawanan cukup keras dari pihak pemberontak.

* BORIS YELTSIN MENDERITA RADANG PARU-PARU
Presiden Rusia Boris Yeltsin menderita radang paru-paru. Demikian
dimumkan di Kremlin. Yeltsin dirawat di rumah sakit sejak Senin lalu
dengan keluhan sakit di paru-paru. Akibatnya rencana penandatanganan
persetujuan pembentukan uni dengan Belarus, minggu ini terpaksa diundur.
Menurut Kremlin kondisi kesehatan Presiden Rusia, stabil, dan ia mulai
dapat kembali bekerja.

* IMIGRASI BELANDA MENYELIDIKI LATAR BELAKANG PENERIMA SUAKA ASAL
AFGANISTAN
Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda saat ini sedang menyelidiki
berkas-berkas beberapa ratus penerima suaka, yang sebagian besar berasal
dari Afganistan. Diperkirakan orang-orang ini bersalah melakukan
kejahatan perang dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di negara asal.
Apabila tuduhan ini benar, maka pemerintah Belanda akan mencabut ijin
tinggal mereka. Dari jawaban yang diberikan Menteri Kehakiman Benk
Korthals dan Menteri Muda Kehakiman Job Cohen, diketahui dalam 25 tahun
terakhir sekitar 6000 warga Afganistan menerima suaka di Belanda. Saat
ini sedang diselidiki berapa banyak anggota dinas rahasia Afganistan
yang mendapat ijin tinggal di Belanda.

* PARLEMEN INGGRIS MENYETUJUI PENYERAHAN KEKUASAAN IRLANDIA UTARA
Mayoritas anggota parlemen Inggris menyetujui penyerahan kekuasaan
Irlandia Utara ke tangan pemerintah baru. Rancangan undang-undang yang
diajukan pemerintah pimpinan Perdana Menteri Tony Blair mendapat
dukungan 318 suara, sementara 10 orang anggota lainnya menolak. Undang-
undang tersebut akan ditandatangani Ratu Inggris Elizabeth, Rabu ini
juga. Senin lalu parlemen Irlandia Utara menyetujui pembagian kursi
dalam kabinet baru, yang mulai menjalankan tugas Kamis besok.
Pemerintahan koalisi Protestan-Katholik harus mengakhiri pertikaian
berdarah yang sudah berlangsung 30 tahun di Irlandia Utara.

* NELSON MANDELA DIANGKAT SEBAGAI PERANTARA KONFLIK BURUNDI
Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela ditunjuk sebagai perantara
konflik di Burundi. Dalam pertemuan tingkat tinggi di Tanzania, sejumlah
negara di sekitar danau-danau besar Afrika mengajukan Mandela sebagai
calon, setelah berunding dengan PBB dan Organisasi Persatuan Afrika.
Mandela harus membuka kembali perundingan perdamaian antara pemerintah
Tutsi di Burundi dengan pemberontak Hutu. Perundingan ini berakhir di
jalan buntu setelah meninggalnya mantan Presiden Tanzania Julius
Nyerere, yang menjadi perantara di Burundi. Sekitar 200.000 orang tewas
akibat perang saudara yang telah berlangsung enam tahun di Burundi.

* APARAT TNI LOKAL MULAI MENGELUH TENTANG GUS DUR
Intro: Kalau Gus Dur pening, hanya ada satu obat yaitu pil referendum.
Demikian kata orang Aceh. Masalahnya, Gus Dur barangkali tidak hanya
pening karena Aceh, tetapi bisa juga karena banyak tekanan dari elit
politik Jakarta terutama dari kalangan Polkam, TNI, Polri dan Departemen
Pertahanan. Sekarang giliran Danrem Teuku Umar untuk wilayah Aceh Utara,
Kolonel Syarifuddin Tippe mengeluh karena Gus Dur tidak mau mendengar
kalangan TNI. Syarifuddin Tippe bukan hanya mengeluh soal Gus Dur,
tetapi juga Amien Rais, dan, menariknya, Panglimanya sendiri, Laksamana
Widodo. Laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh:

Tanggapan pertama Gus Dur terhadap aksi rakyat Aceh SUMPR 8 November
yang lalu, yang dinyatakan di Pnom Penh yaitu menyetujui referendum,
jawaban itu di Aceh ditangkap dan disimpan dengan serius. Jadi cepat
atau lambat Aceh pasti akan menagih janji-janji itu. Sebaliknya janji-
janji itu justru mengguncang elit Jakarta dan akhirnya bermuara pada
usulan Kapolri dan Menhan baru-baru ini untuk memberlakukan darurat
militer di Aceh yang ditampik Gus Dur sekembalinya dari Yordania.

Benturan Gus Dur dan TNI juga tampak ketika Gus Dur Ahad lalu menyatakan
setuju Dewan Perlawanan Timor Timur CNRT membuka kantor di Jakarta.
Padahal Menko Polkam Wiranto sebelumnya sudah menolak keras hal itu.
Sebelumnya pula Gus Dur kabarnya telah memilih KSAD baru dengan menampik
calon usulan Wiranto. Semua perkembangan itu memperlihatkan bahwa
ketidakpuasan militer terhadap gaya kepemimpinan sipil, khususnya gaya
Presiden Abdurrahman Wahid, mulai meningkat. Ketidakpuasan itu juga
kentara di tingkat lokal ketika tentara yang bertugas di Aceh merasa
terjepit, bak menghadapi buah simalakama.

Danrem Teuku Umar, Aceh Utara, Kolonel Syarifuddin Tippe dalam
keterangannya kepada pers kemarin mengatakan, TNI semakin terpuruk
karena gelombang reformasi. Sudah terpuruk, kejatuhan tangga pula,
katanya sambil menunjuk bahwa anak buahnya yang menurutnya tinggal 2000
harus menghadapi GAM yang katanya sebanyak 2500. Menurut kolonel asal
Sulawesi Selatan yang pernah dekat dengan Prabowo ini, aparat sekarang
sulit bergerak di Aceh sekaligus dihujat pula sebagai pelanggar HAM dan
dituduh melakukan provokasi. Padahal TNI di Aceh sendiri yang
diprovokasi oleh GAM, tambahnya.

Jadi ibarat terjepit simalakama, dan semua itu katanya merupakan
kelanjutan dari euforia demokrasi. Dalam rangkaian ini Danrem tersebut
mengatakan meningkatnya momentum referendum di Aceh terutama gara-gara
kunjungan dan pernyataan Gus Dur dan Amien Rais bulan Agustus yang lalu.

SYARIFUDDIN TIPPE [ST]: Jadi tanggal 4 nanti prediksi saya tidak ada
apa-apa. Nanti kami kemudian dipojokkan. Nah ini kan TNI yang
menciptakan, yang memprovokasi. Kan begitu. Ini arahnya. Jadi secara
politis memang TNI sejak reformasi, itu sudah begitu terpuruk, nah untuk
konteks Aceh semakin dipurukkan lagi. Apakah itu disengaja atau tidak
disengaja, para elit politik kita terlampau banyak ngomong dan
terpolarisasi begitu tajam, yang tidak menguntungkan TNI. Ya di Jakarta,
di Jakarta. Jadi namanya sudah terpuruk dan sudah jatuh ketimpa tangga
lagi.

Apa yang ingin saya katakan di sini bahwa keberadaan Gus Dur dan Amien
Rais pada awal-awal waktu dipanggil di Aceh untuk membuka selubung
referendum itu awal, starting point dari eskalasi ini. Begitu tajam
meningkat. Sebelumnya ada tapi kan secara provokatif tidak begitu tajam.
Ya itu referendum kan mulai bergulir kembali. Mulai marak kembali.
Mungkin Gus Dur tidak melihat, tetapi Pak Amien Rais kan bagaimanapun
secara politis, walaupun pada saat itu belum menduduki kursi sebagai
Ketua MPR, tetapi kemudian menduduki jabatan yang paling bergengsi
secara politis.

Demikian Syarifuddin Tippe yang dengan kata lain mengatakan, reformasi
telah memojokkan TNI dan rakyat Aceh seolah-olah dipicu dari luar.
Demikian pandangan TNI di Aceh. Lalu kalau harus memilih membeli
referendum ataukah melakukan aksi militer Kolonel Syarifuddin Tippe
mengatakan, akan memilih aksi militer untuk mempertahankan negara
kesatuan.

ST: Kami melihat bahwa keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia, di situ kami berdiri. Apapun risikonya, tetapi sejauh kami
utamakan sebagaimana anjuran bapak kami, panglima TNI. Jadi disetuskan
lagi Pangdam, "Hindari sejauh mungkin kekerasan". Jadi kalau sejauh kita
bisa bernegosiasi kami tidak, misalnya serta-merta masyarakat menaikkan
bendera merah-putih lalu hitam-putih kamu separatisme, saya TNI lalu
kami tembak, sebenarnya tidak seperti itu. Dan itu pernah kami buktikan,
di Meulaboh misalnya. "Pak saya mau naikkan bendera Aceh merdeka, saya
mau turunkan bendera merah-putih". Nanti dulu, nanti dulu. Itu ada
negosiasinya. Kita mundur, dia mendesak, kita tembak ke atas, tidak mau,
tembak aspal.

Kalangan TNI di Aceh tampaknya mengaku kewalahan dan kebingungan
menghadapi situasi yang membuat mereka tidak bisa bergerak tetapi
sekaligus harus mengamankan negara kesatuan. Danrem Syarifuddin menduga
ada kekuatan dari Jakarta yang datang ke Aceh untuk memanaskan situasi
misalnya Forkot, ormas mahasiswa pro-reformasi yang radikal. Tetapi
ketidakpuasan militer tampaknya jelas tertumpu pada elit politik,
khususnya kepala negara Gus Dur yang dituduhnya tidak mau mendengar lagi
suara TNI.

ST: Para politisi, para pengambil kebijakan mengambil keputusan,
mustinya mendengar dari semua pihak. Yah itu kan ada kecenderungan bahwa
para elit ini tidak mendengar suara-suara TNI. Misalnya, Pak Gus Dur
tiap hari menerima tamu dari Aceh, tanpa TNI. Danremnya tidak pernah
diminta, kan begitu. Kalau saya dipanggil misalnya saya ingin
membeberkan. Tidak fair dong. Tapi kalau itu dianggap bahwa panglima
TNI, yah itu silahkan. Misalnya bahwa cukup panglima TNI merepresentasi
kita, itu juga tidak masalah tapi apakah panglima TNI itu pada tataran
yang operasional bisa menjangkau ke arah sana.

Sementara bapak-bapak yang dipanggil ke sana itu menceritakan sekecil-
kecilnya. Iya kalau tidak dimanipulasi, kalau dimanipulasi? Nah ini kan
logikanya seperti itu.

RADIO NEDERLAND [RN]: Jadi kenapa bapak tidak usul saja menceritakan
kepada Gus Dur?

ST: Itulah bedanya organisasi militer dengan organisasi sipil. Orang
sebebasnya. Kalau saya ngomong "Pak saya semestinya begini, kalau tidak
udah saya saja, gitu".

RN: Jadi sebenarnya ada ketidakpuasan ini terhadap kebijakan presiden
mengenai Aceh.

ST: Saya melihat para pengambil kebijakan ini tidak melihat secara
menyeluruh suara-suara yang timbul. Saya melihat sudah saatnya, bahwa
GAM itu juga dihadapi secara berlanjut, jangan sepotong-sepotong. Secara
berlanjut dihadapi dengan kekuatan bersenjata. Tapi anehnya di lapangan
diprovokasi.

RN: Tapi kan selama ini sudah dihadapi dengan kekuatan bersenjata?

ST: Yah tidak dong, tidak. Waktu ditarik ini kan sebenarnya tidak
dihadapi secara bersenjata.

RN: Jadi apakah mau kembali ke DOM?

ST: Pertanyaan yang eksklusif itu. Apa mau kembali ke DOM? Tidak harus
begitu. Kita menggunakan operasi secara terbatas. Seperti pada waktu itu
juga kan operasi tempur terbatas.

Menurut kalangan pengamat militer seperti Indro Tjahjono dan lain-lain,
suara-suara perwira lokal yang seperti itulah yang sering memacu
ketidakpuasan militer terhadap pemerintahan sipil yang demokratis dan
akhirnya bermuara pada kudeta militer. Seperti di Indonesia tahun 50-an
dan di Thailand serta Amerika Latin ketika itu. Justru itu sebabnya
menurut kalangan pengamat Aceh, kalau Gus Dur pening dia perlu pil
referendum.

Sekian laporan Aboeprijadi Santoso dari Banda Aceh.

* JOSE RAMOS-HORTA PULANG KAMPUNG, MASIH BELUM UNTUK MENETAP
Intro: Massa menyambut gembira kedatangan pemenang hadiah Nobel dan
salah seorang pemimpin CNRT, Jose Ramos-Horta, di Dili. Mereka di mana-
mana terdengar teriakan 'Timor'. Sekitar empat ribu warga menyambut
kedatangan tokoh Timor Lorosae yang sempat tinggal pengasingan selama 24
tahun. Dalam pidatonya yang disampaikan dalam tiga bahasa Horta
mengimbau agar memaafkan orang-orang Timor Timur yang dulu menentang
kemerdekaan. Berikut rangkuman laporan koresponden Irene Slegt dari
Dili.

Demikian suasana menyambut kedatangan Jose Ramos-Horta kemarin. Pejuang
kemerdekaan Timor Lorosae ini memang tampak gembira tapi ada kesan bahwa
perasaannya campur aduk. Selama ditinggalkannya sekitar 24 tahun, banyak
keluarganya sudah meninggal dunia. Rumah tempat ia dibesarkan termasuk
dibakar bulan September lalu. Jose Ramos-Horta ditampung di rumah
kerabatnya, sementara adiknya masih berada di luar negeri, sejak
mengungsi bulan September. Jadi, banyak hal-hal yang menyedihkan bagi
Ramos-Horta.

Namun sebaliknya Jose Ramos-Horta tampaknya sangat gembira. Ia gembira
bisa kembali ke tanah airnya, setelah 24 tahun tinggal di pengasingan.
Ramos-Horta datang ke Timtim ini belum untuk menetap, tetapi untuk
beberapa bulan saja. Ramos-Horta adalah anggota Dewan Konstitusional
yang terdiri dari tujuh orang Timor Timur. Badan ini bertugas untuk
membentuk kabinet, bekerjasama dengan PBB, yang sekarang menjadi
pemerintahan sementara di kawasan itu. Kedatangan Ramos-Horta bertujuan
untuk membicarakan masalah tersebut untuk mencari konsensus.

Kalau seandainya konsensus tidak tercapai, maka PBB harus mengambil
keputusan. Karena badan dunia inilah yang sekarang berkuasa di Timor
Lorosae. Karena terkenal di luar negeri, maka kurang begitu terkenal di
dalam negeri. Ramos-Horta dapat dikatakan sebagai 'wajah Timtim di luar
negeri'. Namun demikian sambutan masyarakat Timor Lorosae atas
kedatangan Horta kemarin, luar biasa hebatnya. Di masa mendatang peranan
Horta besar kemungkinan banyak di bidang politik luar negeri. Mungkin ia
akan diangkat menjadi menteri luar negeri atau mungkin sebagai diplomat
khusus Timtim untuk PBB.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 1 Dec 1999 jam 17:14:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke