---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Subject: SOLIDARITAS UMAT ISLAM YOGYAKARTA Date: Wed, 01 Dec 1999 15:26:28 +0700 From: Robby Marsello <[EMAIL PROTECTED]> To: "Ahmad" <[EMAIL PROTECTED]> CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Assalamu'alaikum wr. wb Dengan hormat Berikut ini kami sampaikan tulisan "SOLIDARITAS UMAT ISLAM YOGYAKARTA UNTUK RAKYAT ACEH" sebelumnya trim's wassalamu'alaikum wr. wb Robby Marsello SOLIDARITAS UMAT ISLAM YOGYAKARTA UNTUK RAKYAT ACEH Seruan Ukhuwwah Kepada Rakyat Aceh & Tuntutan Kepada Pemerintah "Berpegang teguhlah kamu semua dengan tali Allah dan jangan bercerai berai, ingatlah kenikmatan Allah yang melimpah kepadamu, ketika kamu semuanya bermusuh-musuhan, kemudian Allah melembutkan hati-hatimu sehingga dengan itu kamu bersaudara. Saat itu kamu berada dalam jurang kehancuran, kemudian Allah menyelamatkan kamu.." (QS. Ali-Imran; 103). "Janganlah kamu seperti perempuan yang mengurai kembali tenunannya yang sudah jadi, dengan membuat sumpahmu sebagai tipu muslihat. Sesungguhnya Allah mengujimu dengan sumpahmu. Pada hari kiamat akan dijelaskan kepadamu segala yang kamu perselisihkan" (QS. An-Nahl 92). "Dari 'Aisyah r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w. : Rahim itu bergantung pada 'arsyullah, dan bersabda : Siapa yang menghubungi aku, Allah akan menghubunginya, dan siapa yang memutuskan hubungan dengan aku, Allah akan memutuskan hubungan padanya". (Al Hadits). ACEH DAN SEMANGAT UKHUWAH ISLAMIYAH Dalam sejarah berdirinya negara Republik Indonesia, telah terbukti bahwa kedudukan propinsi Aceh, yang dijuluki serambi Mekah tidak begitu mudah dihapuskan atau dipisahkan dari Republik ini. Kenyataan itu bukan saja karena masyarakat Aceh telah ikut andil dan memberikan kesetiaan terhadap berdirinya Republik Indonesia, melainkan juga karena masyarakat Aceh secara lebih khusus mendukung berdirinya negara RI yang didorong oleh motif keagamaan atau ukhuwwah Islamiyah atau ittihadul ummah. Tidak ada suatu usaha yang mengatasnamakan jihad kecuali membela kehormatan agama Islam. Sesungguhnya perjuangan untuk menegakkan syari'ah Islam di bumi pertiwi memang tidak pernah pudar di lubuk hati ummat Islam Indonesia, termasuk di tanah Aceh. Akan tetapi, cara dan strategi yang ditempuh ummat Islam Indonesia acapkali berbeda-beda sehingga proses Islamisasi di bumi pertiwi acapkali terhambat. Namun, sejak pemerintahan reformasi, khususnya Pemerintah Persatuan Nasional di bawah pimpinan KH Abdurrahman Wahid, kedudukan tanah Aceh bukan sekedar sebagai Daerah Istimewa dengan otonomi yang seluas-luasnya, melainkan lebih penting dari itu diberlakukannya syariat Islam yang merupakan salah satu ciri yang khasnya. Bilamana kita sadari kenyataan mengenai pemberlakuan syariat Islam di Aceh tentu merupakan titik keberhasilan yang harus disyukuri oleh bangsa Indonesia, khususnya ummat Islam Indonesia. Kita yakin tanpa izin dan perkenan Allah yang Maha Kuasa cita-cita besar membumikan Islam di Aceh tidak akan terkabulkan. Dalam faktanya yang seperti itu maka kami yakin pula bahwa Aceh dan seluruh rakyatnya yang cinta Islam merupakan salah satu simpul utama dari ukhuwah Islamiyah di Indonesia dan karenanya merupakan saudara-saudara seiman dan se-Islam yang sangat dibanggakan oleh ummat Islam di Indonesia pada umumnya. HARAPAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT DI ACEH Berdasarkan pandangan seperti itu, dalam rangka memperkuat persaudaraan Islam di Indonesia dan demi tegaknya kemaslahatan umat dan masa depan Indonesia yang lebih baik, maka kami Solidaritas Umat Islam Yogyakarta yang didukung oleh perguruan tinggi dan ormas-ormas Islam serta pondok pesantren se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukan himbauan kepada saudara-saudara kami seiman dan se-Islam di Aceh, untuk: PERTAMA Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh keinginan memisahkan diri itu dari Indonesia dengan hati dan pikiran yang tenang dengan mengutamakan kepentingan umat Islam pada umumnya. Kami khawatir jika pemisahan diri itu dilakukan tanpa kearifan dan kesabaran, dapat menimbulkan akibat yang lebih buruk bagi saudara-saudara dan umat Islam Indonesia secara luas. Kami sungguh merasa sangat berat jika harus kehilangan saudara-saudara muslim dan mu'min di Aceh. KEDUA Tetap bersatu menjadi bagian negara Republik Indonesia ini karena Aceh dan seluruh rakyatnya adalah bagian terpenting dari sejarah bangsa ini, yang secara historis tidak mungkin melepaskan diri dari Republik ini. Kami sangat menyadari dan memaklumi bahwa perlakuan kekuasaan pusat selama ini telah menimbulkan penderitaan bertalu-talu bagi saudara-saudara seiman dan se-Islam di Aceh sehingga Saudara-saudara kami tersebut berhak marah dan sangat kecewa, tetapi demi keutuhan dan kebersamaan Umat, kami mengharap Saudara-saudara tidak sampai melakukan pemisahan diri dari kami kaum muslim. KETIGA Hendaknya saudara-saudara seiman dan se-Islam di Aceh melihat dan menyadari bahwa Aceh merupakan komunitas dan basis Islam yang besar di Indonesia yang sangat monumental dalam mosaik sejarah kemerdekaan dan sejarah Islam di Indonesia sehingga pemisahan diri saudara-saudara muslim di Aceh akan menjadi faktor yang sangat signifikan dalam memperlemah umat secara keseluruhan. KEEMPAT Terus mewaspadai secara cermat masuknya campur tangan kekuatan-kekuatan atau kepentingan yang secara langsung atau tidak langsung menginginkan Aceh memisahkan diri dari Indonesia yang merupakan wujud dari politik adu domba di antara sesama ummat Islam Indonesia. Karena itu, kita sebagai ummat Islam, khususnya saudara-saudara kami di Aceh patut mewaspadai kemungkinan politik pecah belah yang pernah dilakukan oleh penjajah masa lalu yang jika dihadapi dengan tidak arif hanya akan merugikan perjuangan membangun ittihadul ummah. KOMITMET AWAL DARI UMAT ISLAM YOGYAKARTA Sebagai wujud komitmen kebersamaan yang akan kita bangun ke depan, kami segenap pimpinan perguruan tinggi Islam dan kekuatan-kekuatan ormas serta pondok pesantren di Daerah Istimewa Yogyakarta menyepakati untuk: PERTAMA Memberikan beasiswa bagi putra/putri Aceh yang akan menempuh pendidikan di Yogyakarta yang untuk tahap awal ini dipastikan tiga perguruan tinggi Islam masing-masing Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan akan memberikan beasiswa masing-masing kepada 10 putera Aceh setiap tahun untuk selama 5 tahun untuk menjadi mahasiswa tanpa dipungut biaya apapun, terhitung tahun akademi 2000/2001. KEDUA Mengusahakan berdirinya Yayasan atau organisasi yang dimaksudkan untuk menghimpun biaya bagi pembiayaan saudara-saudara di Aceh yang telah menjadi korban kekerasan. TUNTUTAN KEPADA PEMERINTAH Membaca dan memperhatikan perkembangan sosial politik di propinsi Aceh, maka kami segenap Perguruan Tinggi Islam, ormas-ormas Islam, pondok pesantren dan komunitas-komunitas Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tergabung dalam Solidaritas Umat Islam Yogyakarta untuk Aceh menuntut kepada pemerintah untuk: PERTAMA Secepatnya melakukan dialog terbuka dengan masyarakat Aceh dan menempatkan masalah ini sebagai agenda besar dan kompleks yang mendapat prioritas utama sehingga tindakan penyelesaian secara tuntas dan kongkret akan segera diperoleh, karena jika terlambat (apalagi gagal) dalam menyelesaikan kasus ini dapat menjadi bola salju perpecahan bangsa dalam skala yang lebih luas. KEDUA Mengungkap dan mengadili secara transparan pelaku pelanggaran HAM (sipil atau militer) di Aceh tanpa terkecuali sebagai bukti kesungguhan pemerintah untuk menegakkan hukum dan keadilan. Hal ini perlu dilakukan sebagai realisasi janji pemerintah untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat Aceh yang telah menjadi korban kekerasan. KETIGA Memberikan konpensasi terhadap keluarga korban dalam bentuk yang disepakati oleh kedua belah pihak dan atau sesuai permintaan atau keinginan masyarakat Aceh sendiri serta merehabilitasi kehidupan sosial dan mental masyarakat yang terkena akibat kekerasan aparat keamanan yang tidak berperi-kemanusiaan. KEEMPAT Menghentikan segala bentuk dan jenis kekerasan dari bumi Aceh, dan menciptakan ketertiban dan keamanan di Aceh dengan penuh keterbukaan dan kejujuran. KELIMA Memberikan sebagian besar sumber daya alam Aceh untuk meningkatkan kehidupan masyarakat Aceh yang lebih baik yaitu dengan segera mengimplementasikan otonomi luas dan pemberlakuan Syari'at Islam seperti yang dicanangkan selama ini. HIMBAUAN 1. Kepada semua LSM dan pengamat masalah-masalah sosial dan politik diminta untuk berhati-hati dalam memberikan pandangan dan mengimplementasikan aksi-aksi sosialnya karena tidak jarang hal itu semakin menimbulkan suasana panas dan berefek provokasi pada rakyat Aceh untuk bersikap kurang kompromis. 2. Kepada semua umat Islam di bagian-bagian lain Indonesia dimohon untuk melakukan gerakan solidaritas yang sama dengan kami di Yogyakarta dengan tujuan utama mengajak saudara-saudara se-Islam dan seiman di Aceh agar tetap terikat dalam satu "kesatuan" dengan umat Islam Indonesia dan dalam jalinan ukhuwah Islamiyah yang kokoh. PENUTUP Demikian pernyataan solidaritas umat ini kami sampaikan, semoga Allah SWT, menuntun kita semua untuk tetap bersatu dan bersama membangun negeri yang adil, makmur, demokratis dalam spirit persaudaraan Islam, di bawah Ridla Allah Subhanahu Wata'ala. Dibacakan Qobelah Sholat Lail Bersama Umat Islam DIY Di Masjid Syuhada' Yogyakarta Pukul 24:00 Wib, Jum'at 26 November 1999 DAFTAR PELINDUNG SOLIDARITAS UMAT ISLAM YOGYAKARTA 1. Rektor Universitas Islam Indonesia Prof. H. Zaini Dahlan, MA 2. Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. H. Achmad Mursyidi 3. Rektor Universitas Ahmad Dahlan Drs. Sugiyanto, SU. Ph. D. Apt. 4. Ketua Majelis Ulama Indonesia Yogyakarta Prof. Drs. Asjmuni AR 5. Ketua Dewan Masjid Yogyakarta Drs. H. Soeroyo, MA 6. Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia DIY Dr. H. Chairil Anwar 7. Ketua DPW Nahdlatul Ulama Drs. H. Sofwan Helmi 8. PW Muhammadiyah Drs. H. Ali Warsito 9. PP. Krapyak Drs. K. Muhammad Ribhan 10. PP. Pandanaran Drs. H.M. Mu'tashim Billah 11. PP. Budi Mulya Drs. H. Yunahar Ilyas LC 12. PP. Universitas Islam Indonesia Drs. Tamyiz Muharram LC 13. Ketua Pemuda Muhammadiyah Hidayat Rahman 14. Ketua Gerakan Pemuda Anshor Drs. HA Zuhdi Muhdlar 15. Ketua DPW Fatayat NU Dra Hj Habibah Mustafa 16. Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad Najib Wiyadi 17. Ketua Pelajar Islam Indonesia A. Rizal I.B.S. 18. Ketua Ikatan Remaja Muhammadiyah Taufiq Rahman 19. Ketua Ikatan Putra-Putri NU Isma Rufaida, SIP 20.Dewan Dakwah Islam Indonesia Yogyakarta Drs. H. Sunardi Sahuri 21. Kepala LPPAI UII H. Aunur Rohim F., SH, M.Hum RELAKAH KAMI DITINGGAL SENDIRIAN? (Renungan Bebas) Jauh sebelum kami terbangun sadar Jauh sebelum ayam jantan berniat menyambut pagi Jauh sebelum butir embun menyentuh pucuk rerumputan Pandanganmu telah nanar menatap ke depan Mengajak kami meninggalkan kenistaan dan mengenyahkan kehinaan Membina negeri menegakkan kehormatan Jauh sebelum burung berkicau memecah kesepian Jauh sebelum bintang lengser dari ketinggian Dan muadzin subuh belum menyibakkan kehangatan Kamu telah menarik lengan Mengajak bangun dan bangkit Demi anak dan cucu, dan Demi sedumuk bathuk senyari bumi ................ Saat itu kami masih setengah sadar Datang fajar kemerdekaan, yang sarat asa dan harapan Tapi menuntut lebih banyak pengorbanan Kamu tetap di depan sebagai teladan Hanya tikus rakus mulai muncul di perumahan Dan bajing loncat siap melahap Kamu masih tegak memegang janji, meski selalu dikecewakan Sering kau bentak-bentakkan kaki kegerangan Mengepalkan tinju kedongkolan Namun kamu selalu dapat bertahan, dan menahan Sebagai pahlawan Sebagai andalan Jeritmu kami dengar dari kejauhan Geliatmu kami lihat di keremengan Mayat berkelimpangan tiada pernah disapa Wanita meraung tertampas kehormatan miliknya Dan janda-janda berderet di kepanasan Orang-orang tua membungkuk ketakutan Di kejauhan puing hitam bernafas pelan ............ Dan anak kecil mulai bertanya tajam .... Betulkah ini jamrut katulistiwa Benarkah ini bangsa berperadaban Kami maklum, tiada sungai tanpa muara, Tiada kesabaran tanpa batas Dan tiada kegalauan yang tidak harus diakhiri Namun dari lubuk hati kami, muncul sekeping pertanyaan Relakah kami ditinggal sendirian Memungut kembali reruntuhan yang berserakan Menegakkan cita-cita yang layu kekeringan Sedang kerakusan dan kehausan telah jadi simbul Yang dipuja dan dibanggakan ......... Apakah memang dikehendaki Agar kelak kami turut menjadi tikus yang rakus Atau domba yang digemukkan untuk diisap dan dinikmati Tegakah kami akan ditinggalkan sendirian Tanpa tangan mu yang kuat Tanpa semangatmu yang membara Mari kita bangkit bersama, bergandeng tangan dan hati Menegakkan cita-cita bangsa Merajut kembali benang-benang yang telah terjulur panjang Menata bata-bata yang pecah berserakan Membangun hunian di tanah amanah Tuhan Dengan tangan kita sendiri yang baru Dengan semangat kita sendiri yang segar Dan dengan akidah kita yang kuat dan mantap Masih relakah kami ditinggal sendirian ? Yogyakarta, 26 November 1999 Zaini ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Dec 1999 jam 19:25:59 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
