---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 29 Nopember 1999 Desember Akan Muncul Sumatera Merdeka INDAH dan enak didengar kalimat "Desember akan mucul Sumatera Merdeka." Itulah kalimat yang ditulis di Harian Rakyat Merdeka tanggal 21 Nopember 1999 halaman 4 dalam wawancara dengan Tabrani Rab. Tabrani menggebu-gebu menginginkan referendum dengan opsinya adalah "Riau Merdeka." Malah terakhir dia mengatakan: "Akan muncul Sumatera Merdeka dan pada tanggal 3-5 Desember 1999 akan dibentuk forum Nusantara. Saya sebagai anak bangsa berasal dari Sumatera ingin benar melihat siapa-siapa anggota forum tersebut yang akan memproklamasikan kemerdekaan Sumatera. Tabrani mungkin lupa sejarah bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berbunyi "Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tanah Air yaitu Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17-08-1945, maka berjuanglah rakyat mempertahankannya. Saya ingin bertanya pada Tabrani, jika anda dan sekutu-sekutu anda memproklamasikan Sumatera Merdeka, apakah rakyat Sumatera akan berdiri di belakang Anda? Anda tidak perlu menjawab biarlah saya sendiri yang akan menjawab: "tidak, "mengapa demikian? Orang-orang tersebut telah berkhianat kepada NKRI apapun alasannya. Saya tidak menuduh anda secara langsung bahwa telah berkhianat, karena saat ini anda belum memproklamasikan. Hanya saja ide yang saudara kemukakan sangat berbahaya untuk NKRI. Cukuplah Timtim yang lepas, tapi tidak untuk lainnya. Seandainya Indonesia tidak merdeka, mungkin sebagian besar dari kita, masih menjadi orang-orang desa yang buta huruf. Dalam beberapa hal saya juga sependapat dengan anda. Misalnya pembagian hasil pendapat daerah yang lebih proporsional antara pusat dan daerah harus kita perjuangkan. Ingat berjuang tidak sama dengan mengemis. Adalah hak masyarakat Riau untuk memperjuangkan apa-apa yang diinginkannya, seperti: 1. Otonomi daerah yang diperluas. 2. Pembagian hasil yang seimbang antara pusat dan daerah. 3. Hak Azasi Manusia dll. Saya mohon kepada Tabrani, jika hal ini tidak enak didengar, tapi bebar-benar isi hati kami beserta kawan-kawan seperjuangan yang tidak menginginkan Indonesia terpecah-pecah dan tetap merupakan NKRI dari Sabang sampai Merauke sesuai cita-cita pendahulu seperti Tan Malaka, Bung Karno, Bung Hatta, Pak Tjokroaminoto dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Namun demikian, kalau rakyat menginginkan negara federal tidak ada salahnya asalakan UUD 45 di amandemen dulu sesuai keinginan rakyat. Dan NKRI berobah menjadi Negara Republik Indonesia Raya. Saya meminta dengan sangat untuk tidak menyebut Riau Merdeka, apalagi Sumatera Merdeka, karena kalimat tersebut enak didengar, tapi akan menambah persoalan bangsa. Berilah kesempatan kepada pemerintah Gus Dur untuk bekerja sebaik-baiknya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia dan memberantas KKN. Jika tidak berhasil dalam setahun ini, barulah kita kembali galang kekuatan bersama untuk mengingatkan mereka. Selamat berjuang semoga rakyat makmur mulai dari desa hingga kota, seperti yang dinginkan oleh pendahulu kita. H. Moch Yamin NPV 9.116.623 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 2 Dec 1999 jam 07:19:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
