----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 29 Nopember 1999

Kunjungan Gus Dur Ke Luar Negeri, Untuk Siapa?

Debat
Di tengah mendesaknya masalah-masalah dalam negeri, Gus Dur terus
melakukan lawatan luar negeri. Presiden yang juga kiai ini
mengunjungi tak hanya negara Asia, tapi juga Amerika dan negara-
negara Timur Tengah. Sejauh ini, bagaimana sebenarnya politik luar
negeri Gus Dur? Apakah ia tidak tergesa-gesa dan mengedepankan
manuver politik luar negeri, dan menomorduakan masalah-masalah dalam
negeri? Berikut percakapan dengan anggota DPR dari PKB Ali Masykur
Musa dan pengamat politik luar negeri Kusnanto Anggoro.

Kita Butuh Injeksi

ADA yang menilai, kebijakan politik luar negeri Gus Dur cenderung
diwujudkan dengan mengabaikan masalah dalam negeri. Bagaimana
menurut Anda?
   Lho, namanya kebijakan politik domestik dengan politik
internasional itu tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian, apa yang
beliau lakukan termasuk kebijakan kunjungan ke luar negeri itu masih
dalam bingkai hubungan yang sinergi dengan kepentingan politik dalam
negeri. Karena itu, memandang kebijakan politik itu jangan parsial,
atau hanya untuk kepentingan tertentu.

Apa Gus Dur tidak tergesa-gesa?
   Saya melihat justru situasi domestik memang memerlukan injeksi-
injeksi kekuatan. Dan itu tak cukup hanya dari kekuatan dukungan
arus bawah, tapi juga dukungan-dukungan internasional. Jadi apa yang
dilakukan oleh Gus Dur itu sebenarnya tidak tergesa-gesa.

Jadi saya yakin beliau sudah memperhitungkan secara matang kenapa
dalam waktu sekarang ini yang menjadi penekanan kebijakan politiknya
lebih bersifat internasional dan mondial. Karena memang yang menjadi
masalah dan kendala bagi bangsa Indonesia saat ini adalah kelemahan
di bidang diplomasi dan kepercayaan dunia internasional. Dan ini
harus dijawab pertama kali sebelum melakukan penyelesaian-
penyelesaian politik dalam negeri, seperti tuntutan otonomi daerah
dan tuntutan keadilan di beberapa daerah.

Apa yang diinginkan Gus Dur dari kunjugan-kunjungan itu, menurut
Anda?
   Saya melihat Gus Dur ingin menyatukan poros-poros dunia, Timur
dan Barat, dalam kekuatan yang menyatu dan sinergi. Artinya untuk
mengembangkan kehidupan politik abad 21, tidak bisa meninggalkan
kawasan Asia Pasifik. Sementara ini, Pasifik memang menjadi
dihegemoni oleh Asia Timur (china dan Jepang) dan juga menjadi
kawasan perebutan Amerika dan Australia. Dengan demikian Gus Dur
ingin menjadi penengah dalam hegomoni kekuatan internasional di
Pasifik. Tetapi Gus Dur juga tidak bisa meninggalkan perkembangan ke
depan dimana Timur tengah menjadi pangsa pasar tersendiri dalam
kekuatan politik internasional.

Bukankah itu menunjukkan Gus Dur ingin menjadi tokoh dunia yang
berarti lebih mementingkan kepentingan prestise pribadi?

   Ya nggak seperti itu. Tanpa melakukan itu, beliau kan sudah
terbukti memiliki prestise. Aktivitasnya selama ini sudah dikenal,
bahkan terbukti sebagai Ketua PBNU ia mampu menjadi Presiden.

Melanglang keluar negeri itu menurut saya lebih merupakan usaha
menjawab masalah-masalah internal yang dihadapi di sini. Itu butuh
kekuatan-kekuatan baru yang dihasilkan melalui lobi internasional.

Apakah kunjungan-kunjungan itu sudah memadai?
   Menurut saya kurang satu, yaitu Eropa. Meski begitu dengan tiga
kekuatan diplomasi itu, sudah cukup memberikan kekuatan bagi
pemerintah kita dalam usahnya menjawab dan menyelesaikan
permasalahan-permasalahan dalam negeri. Jadi untuk tahap jangka
pendek saya pikir beliau, juga peru memperhatikan secara serius
tuntutan-tuntutan dan masalah dalam negeri yang harus diprioritaskan
dulu.

Sebenarnya, bagi Anda mana lebih penting didahulukan kunjugan keluar
negeri atau menyelesaikan terlebih dulu masalah dalam negeri?
   Kalau dua-duanya bisa dilaksanakan, kenapa tidak? Kenapa atau apa
gunanya kita bisa menyelesaikan masalah dalam negeri kalau kita
tidak punya kekuatan atau legitimasi dari dunia internasional. Jadi
semuanya memang harus berjalan seiring tanpa mengabaikan prioritas
dan dimensi permasalahan yang dihadapi.

Yang jelas menurut saya, ada hubungan erat sekali kunjungan Gus Dur
ke luar negeri dengan penyelesaian masalah dalam negeri. Selain itu
saya pikir Gus Dur sangat penuh pertimbangan.

Beliau pergi dengan perhitungan matang implikasi-implikasi dan
langkah-langkah berikutnya untuk mempercepat penyelesaian masalah
dalam negeri. (KEN)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Dec 1999 jam 07:19:28 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke