---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 5 Desember 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. LABEL DAN ISI HARUS SERUPA, BUKAN SEPERTI BUNGLON Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk saudara Hasan Rasyidi, Agus Irianto, Imam Nurfakeh, Sjuud Anshory dan Heru C Sundoro. PIKIRAN HASAN RASYIDI TENTANG POROS TENGAH Susah juga ya. Dibilang benar, akh Sudirman memang benar. Cuma terkadang orang harus melihat kenyataan. Memang antara melakukan tindakan secara nyata dgn cuma jadi penonton di kejauhan dari Swedia jauh berbeda. Di Mesir partai Syariah yang berdasarkan Islam oleh Ikhwanul Muslimin dibubarkan, karena partai berasas agama dilarang. Jika Amien, Hamzah, dan Yusril menyatakan akan mendirikan negara Islam, tentulah mereka sudah ditendang atau di penjara, bahkan mungkin mengungsi ke Swedia seperti akh Sudirman. Akhirnya pemerintahan dan militer dipegang oleh orang2 kafir. Jika sudah begitu, akhirnya niat yang baik tanpa strategi yang jitu jadi bencana bagi ummat Islam. Jika negara dikuasai oleh orang2 kafir, apakah negara Islam jadi semakin mudah terwujud? Saya berharap akh Sudirman bisa menjawab hal ini. jangan2 proses Kristenisasi akhirnya semakin menggila, dan mayoritas penduduk Indonesia akhirnya jadi kafir. Nampaknya akh Sudirman harus mempelajari masalah darurat, seperti bolehnya makan babi jika terpaksa, dll. (Hasan Rasyidi, 2 Desember 1999) JAWABAN AHMAD TERHADAP HASAN RASYIDI Kalau semua muslim yang tinggal di Indonesia berpikiran seperti saudara Hasan Rasyidi, maka dengan cepat kaum muslimin yang hidupdi Indonesia akan tenggelam. Mengapa? Karena kaum muslimin yang berpikiran seperti saudara Hasan Rasyidi tidak mampu memberikan suatu jalan pemecahan menurut Islam. Kaum muslimin yang hidup di Indonesia sekarang bukan dalam keadaan darurat, melainkan dalam keadaan ketidak mampuan untuk menantang dan memberikan jawaban terhadap persoalan menurut Islam. Dari mulai masalah pribadi, keluarga, masayarakat, teknologi, perhubungan, hukum, sosial, ekonomi, politik, pemerintahan dan negara. Kenyataan sekarang yang ada di Indonesia harus dijawab dan dipecahkan menurut apa yang telah digariskan Allah dan dicontohkan Muhammad saw. Saya sudah membuka jalan untuk mengajak kepada semua umat beragama, dari mulai Kristen, Hindu, Buddha, Tao, Kong Hu Cu atau agama-agama lainnya untuk bersama-sama menampilkan dan membicarakan konsepsi yang menyangkut sosial, ekonomi, politik, pemerintahan dan negara yang didasarkan kepada agamanya masing-masing, tetapi iidak ada satupun yang menanggapinya. Kalau Amien, Hamzah, dan Yusril dengan tegas mengatakan bahwa Islam telah mempunyai konsep ekonomi, politik, sosial, pemerintahan dan negara sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah dan dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin kepada kelompok-kelompok lainnya, dan meminta kelompok lainnya juga untuk mengajukan konsepsinya yang ditinjau dari masing-masing agama yang dianutnya, yang menyangkut masalah ekonomi, politik, sosial, pemerintahan dan negara, kemudian duduk bersama membicarakannya dan mengambil jalan keluarnya, konsepsi mana yang paling baik yang bisa diterapkan, dilaksanakan dan diawasi. Ini belum apa-apa sudah mengatakan kalau "menyatakan akan mendirikan negara Islam, tentulah mereka sudah ditendang atau di penjara, bahkan mungkin mengungsi ke Swedia seperti akh Sudirman. Akhirnya pemerintahan dan militer dipegang oleh orang2 kafir. Jika sudah begitu, akhirnya niat yang baik tanpa strategi yang jitu jadi bencana bagi ummat Islam". Pernyataan itu menurut saya pernyataan yang sangat dangkal. Siapakah Penguasa yang akan memenjarakan seseorang muslim yang berkata bahwa "dengan visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras. Nah sekarang saya meminta siapakah yang mempunyai konsepsi yang menyangkut ekonomi, sosial, politik, pemerintahan dan negara yang ditinjau dari masing-masing agama yang dianutnya kemudian kita bandingkan dengan konsepsi DIR diatas?. Penguasa sekarang ada ditangan Gus Dur-Mega, dimana keduanya adalah muslim. Walaupun ada menterinya yang non muslim. Kemudian saya sekarang bertanya kepada Gus Dur dan kepada semua anggota Kabinetnya juga kepada anggota MPR/DPR serta kepada seluruh kaum muslimin di Indonesia yaitu, bagaimana untuk menerapkan, menjalankan dan mengawasi hukum-hukum Allah di Indonesia sekarang ini? PIKIRAN AGUS IRIANTO TENTANG KENYATAAN UMAT ISLAM DI INDONESIA Assalamualaikum wr.wb. Kalau saja mayoritas pengikut NU dan gus dur sendiri sebagai pimpinan NU sejalan dengan jalan pikiran pak Akhmad Sudirman (saya yakin gus dur paham tentang DIR yang dikemukakan oleh pak Akhmad Sudirman). Kalau saja Gus Dur menyadari bahwa Indonesia tidak banyak hutang, kalau saja beliau menyadari bahwa tingkat pemahaman rakyat kita terhadap Islam masih belum setingkat pak Akhmad Sudirman. Kalau saja rakyat kita Indonesia ini konsekwen thd penjabaran lagu Indonesia Raya, kalau saja bangsa kita ini solid, kompak dan tak mudah diadu domba, kalau saja banyak pemimpin bangsa kita hidup sederhana seperti yang dicontohkan oleh Rasullullah, saya kira gus dur berani dengan tegas mengatakan kepada pemimpin2 dunia atau mengirimkan surat kepada pemimpin2 dunia untuk memeluk agama Islam. "Dari Gus Dur pemimpin Daulah Islam Rasulullah Indonesia kepada Bill Clinton Presiden USA, Zeng Ziang Min presiden RRC, Boris Yeltsin presiden Rusia dll. untuk segera memeluk agama Islam dan melaksanakan aturan2 yang ada didalam Al Qur'an dst" (seperti surat Rasullullah kepada pemimpin Romawi, Persia dll.) Saya yakin pak Akhmad Sudirman akan berubah apabila melihat kenyataan sebenarnya dari bangsa Indonesia - orang jawa bilang ora maedo - orang mudah saja omong yang baik2 tetapi begitu dia sampai pada tempat dimana dia punya kesempatan untuk melaksanakan dibutuhkan kebijaksanaan2 yang optimal yang tidak menyakitkan hati semua pihak ambil jalan tengah untuk kebaikan semua pihak. Bagi saya Islam ini kita laksanakan dalam keseharian kehidupan kita, ada 6666 ayat dalam Al Quran sudah berapa ayatkah yang sudah kita jalani dalam hidup ini sehingga mendarah daging dalam peri/pola kehidupan kita ? Masih banyak kita melihat pemimpin2 agama Islam di tanah air kita yang tidak bisa dijadikan contoh bagi rakyat. Saya kira cukup sekian dulu tanggapan saya terhadap pak akhmad sudirman akhirnya apabila ada benarnya semata-mata karena ALLAH dan apabila salah dalam mengungkapkan kata ini akibat kesalahan saya sebagai manusia. Wassalamualaikum wr.wb" (Agus Irianto, 3 Desember 1999, [EMAIL PROTECTED] ). JAWABAN AHMAD TERHADAP PIKIRAN AGUS IRIANTO Memang karena "Masih banyak kita melihat pemimpin2 agama Islam di tanah air kita yang tidak bisa dijadikan contoh bagi rakyat", maka melahirkan kemelut dan kehancuran daulah Pancasila. Rakyat hanya berbuat dan mencontoh apa yang telah dicontohkan dan dilakukan oleh pemimpinnya, dari mulai korupsi, penyelewengan, tindakan sewenang-wenang, pelanggaran hak-hak asasi manusia. Nah sekarang, coba kalau Gus Dur memberikan contoh kepada umat Islam yang hidup di Indonesia bagaimana harus bertindak dan bersikap menurut apa yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah saw. Kemudian para ulama Islam berani menyuarakan kebenaran dan meluruskan jalan apabila jalan yang ditempuh Gus Dur adalah jalan yang tidak dibenarkan oleh Allah dan tidak dicontohkan Rasulullah saw. TANGGAPAN IMAM NURFAKEH Pak Sudirman Kok pesimis sih. (Imam Nurfakeh, 3 Desember 1999) JAWABAN AHMAD TERHADAP IMAM NURFAKEH Saya tidak pesimis. Saya hanya melihat dan memberikan nasehat sebagai sesama muslim bahwa apa yang telah dilakukan oleh Amien, Hamzah, dan Yusril adalah tidak tegas dan tidak seperti apa yang telah dicontohkan Rasulullah. Kalaulah Amien, Hamzah, dan Yusril adalah bukan muslim saya tidak ambil pusing. Tetapi karena mereka adalah muslim dan sekarang mempunyai kedudukan di Daulah Pancasila, maka kewajiban mereka untuk menerapkan, menjalankan dan mengawasi hukum-hukum Allah dengan adil. PIKIRAN SJUUD ANSHORY YANG PENTING ISINYA Ass. wr. wb. Saudara A. Sudirman. Kalau sekiranya Pak Amien Rais membaca tulisan anda ini, kemungkinan besar beliau akan tersenum. Sebab, tanpa bermaksud menyederhanakan masalah dan tanpa bermaksud menyepelekan anda; Sesungguhnya analisa anda tersebut semisal "menggarami lautan". mengajari Pak Amien pada bidang yang sangat beliau fahami. Maksud saya, Insya Allah beliau faham betul apa itu "Ukhuwah Islamiah", Ulama sekaliber beliau tentunya nggak usah diragukan lagi. Apalagi berbicara masalah demokrasi, tentunya beliau sebagai pakar Ilmu Politik tentu lebih memahami. Tentang kekuasaan ? Yaa harus diamankan dooong ! Kalau poros tengah tidak berusaha merebutnya, apa jadinya kalau kekuasaan itu ada ditangan Dimyati Hartono, Theo Syafei, Sabam sirait, dan para kafirin lainnya itu ? Belum terbayangkan kah akan kebuasan apabila mereka berhasil memimpin negeri ini ? Hanya saja kalau perebutan itu antar Muslimin, yaa na'udzubillahi min dzaliq. Saya ingat apa yang dikatakan Pak Amien bahwa yang penting substansinya. Merek/label kurang penting yang penting isinya. Lebih dari itu, dari pada PDIP, Golkar, PKP dan semacamnya itu, apa nggak lebih baik kita berdiri mendukung Poros Tengah saja ?! Disana masih banyak tokoh Islam yang layak diikuti koq. Nur Mahmudi Ismail, Hartono Marjono, Husein Umar, Zarkasi Noor, AM. Fatwa, Sutrisno Muhdam, dll. Wallahu 'alam.Wass. (Sjuud Anshory, 3 Desember 1999). JAWABAN AHMAD TERHADAP PIKIRAN SJUUD Saya sudah jawab diatas, bahwa betapa piciknya kalau beralasan untuk menegakkan, menerapkan, menjalankan dan mengawasi hukum-hukum Allah dengan cara bunglon. Seperti, biarlah yang disuguhkan pancasila, padahal isinya Islam. Tindakan dan sikap orang-orang muslim seperti inilah yang justru akan menenggelamkan umat Islam di muka bumi ini. Seharusnya kita sebagai kaum muslimin mengajukan pertanyaan kepada mereka yang non muslim, seperti kepada Dimyati Hartono, Theo Syafei, Sabam sirait yaitu coba tunjukkan konsepsi yang berdasarkan pada agama yang saudara-saudara anut yang menyangkut masalah ekonomi, politik, sosial, pemerintahan dan negara, kemudian mari kita bersama-sama bandingkan dengan konsepsi berdasarkan Islam? Benarkah diajarkan dalam agama yang dianut Dimyati Hartono, Theo Syafei, Sabam sirait untuk melakukan tindakan buas kepada mereka yang ingin menerapkan ajaran agama lainnya selain agama yang dianutnya? PANDANGAN HERU Assalamu 'alaikum Wr. Wb. Saya adalah orang yang awam masalah politik. Cuma saya ingin bertanya, mungkinkah mengayomi/melindungi ummat Islam tanpa kekuasaan? Yang menjadi masalah adalah manusia bukan mesin logika, menyatukan kekuatan ekonomi/politik/iptek bukanlah hal mudah. Apakah Teuku Umar bisa dianggap pengkhianat karena pernah bekerja sama dengan Belanda (dia mendapat gelar Teuku Johan Pahlawan, kalo tdk salah dari Belanda). Sedangkan yang dia lakukan adalah taktik untuk mengelabui Belanda. Jadi jika PAN partai yang berasaskan paham sekuler Pancasila bergabung dengan partai2 politik yang berasakan Islam dalam Poros Tengah motifnya adalah kekuasaan, salahkah ? Kalau itu ditujukan untuk kepentingan Islam, why not ? Jelas pada akhirnya semua ummat Islam mesti meleburkan diri pada kekhalifahan Islam. One for all. All for one. Apa yang dilakukan Poros Tengah setidak-tidaknya bisa menjadi embrio munculnya persatuan Islam, di Indonesia yang selama ini terkotak-kotak. Demikian tanggapan saya. Hanya Allah yang Maha Tahu. Wassalam. (Heru C Sundoro, 4 Desember 1999). JAWABAN AHMAD TERHADAP PANDANGAN HERU Semua perbuatan adalah tergantung daripada niatnya. Kalau tujuan PAN dengan poros tengahnya untuk meraih kekuasaan, maka Allah akan memberi kekuasaan, tetapi tentu saja nantinya kekuasaan itu akan memukul balik kepada dirinya. Tetapi kalau bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, maka kekuasaan yang akan diraihnya adalah memang karena mengharap ridha Allah dan semuanya adalah amanah dan harus diterapkan, dijalankan dan diawasi dengan adil. Inilah sedikit tanggapan untuk saudara Hasan Rasyidi, Agus Irianto, Imam Nurfakeh, Sjuud Anshory dan Heru C Sundoro. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Dec 1999 jam 00:17:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
