----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

PERCIKAN  BUDAYA 103/III/1999
[EMAIL PROTECTED]
-----------------------------

Sajak Tao Yuanming buat Pan

 Dibawah ini sajak Tao buat penasihat militer Pan dari tentara
Jun. Tentara Jun adalah divisi Wang Hong dalam pemerintahan
Chanzhou.
qin - adalah instrumen musik bersenar, sebangsa siter yang dulu
         digunakan untuk mengiringi baca puisi.
dafan -titel, yang artinya kira-kira: Yang Mulia Penguasa Besar.
            Pada waktu itu ditujukan kepada tahta Song.

Tao Yuanming (365-427)

JAWABAN BUAT QAN JUN PAN

Ketika Pan bertugas sebagai Qan Jun (Penasihat Militer) Tentara
Jun dan dikirim dari Qiangling ke ibu kota, ia lewat Sun'yang
memberi hadiah sajak kepadaku.

          I

Di balik pintu
     dari lembaran papan kayu,
Qin yang ada padaku
     untuk membaca buku.

Puisi kunyanyikan
     qin kumainkan
Yang paling penting
     hati menjadi tentram.

Apakah karena derita lalu cari
     kenikmatan kepada orang lain?
Dalam suasana terpencil
     kegembiraanku masih ada;

Sejak merah merekah di timur
     kusirami kebun sayur,
Malamnya berbaring
     di bawah atap jerami.

          II
Bahwa ada orang lain
     yang gila akan harta,
Bagi kalangan kita
     samasekali tak ada artinya.

Dan bila diantara kita
     ada perbedaan pendapat,
Mampukah kita
     menjadi sahabat dekat?

Dalam hidup aku mencari
     sahabat sejati,
Sesungguhnya telah berjumpa
     dengan orang yang berharga.

Hati bertaut dengan hati
     dan senyawa,
Dengan rumah-rumah yang dekat
     juga sudah kulakukan.

          III
Selanjutnya tentang dirimu
     bagiku sangat berharga,
Orang bijaksana
     dan penuh ketekunan.

Anggur yang ada padaku
     cukup baik,
Tapi hanya denganmu
    merasa gembira meneguknya.

Sebelum itu kita bicara
     dengan kata-kata indah,
Sebelum itu pula kita ciptakan
     bait-bait baru.

Paling lama, dulu cuma sehari
     kita tiada bertemu,
Bagaimana bisa, kini
     tiada memikirkan kamu!

          IV
Meski dengan sahabat sejati
     tak pernah merasa jemu,
Tapi waktu perpisahan
     tak terelakkan.

Kuantar kau dari gerbang
     sampai di jalan,
Kuteguk sedikit jampi-jampi
     demi keselamatan.

Oo, kita berpisah
     bertugas di Qiangling!
Di arah barat yang jauh
     langit tertutup mendung!

Demikianlah orang pergi
     ke tempat  yang jauh sekali...
Entah kata-kata bijak
     dari siapa kudapati?

          V
Pada waktu itu tatkala
     aku berpisah denganmu,
Burung-burung kepodang
     mulai berkicau di musim semi.

Hari ini ketika
     kita berjumpa lagi,
Gumpalan salju yang basah
     berjatuhan dari langit.

Semua 'dafan' yang kuat
     memberi perintah padamu,
Sebagai orang berpangkat
     pergi ke ibu kota.

Apakah kau sudah lupa
     akan kesunyian dan ketenangan?
Ya tentu tidak. Itu adalah tugas
     yang tak kenal ketentraman.

          VI
Sedih dan merasa sedih
     pagi yang dingin,
Riuh dan gemuruh
     tak kenal henti tiupan angin...

Menjelang mengemudikan
     perahu pemerintahan,
Dan di sana-sini perahu
     oleng di atas perairan.

Ya, semoga usahamu
     berhasil, pengembara!
Awal perjalanan, adalah
     batas yang merisaukan.

Hari-hari yang baik
     semoga selalu digunakan,
Dan jagalah diri
     dalam perjalanan yang panjang!

Edisi Rusia: KITAISKAYA KLASSICHESKAYA POEZIYA
                   v perevodakh L. Eidlina
Idatelstwo "Xudozhestvennaya literatura" 1975

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Dec 1999 jam 07:53:23 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke