----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Pasca HUT ke-23, Panglima AGAM Larang Pawai

Serambi-Sigli
Panglima Perang Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) Tgk Abdullah Syafiie melarang 
masyarakat
seluruh Aceh melakukan konvoi dan pawai. Aksi semacam itu, dikatakannya, sudah 
dimanfaatkan pihak
ketiga. Begitu pun, panglima mengecam penembakan masyarakat sipil oleh aparat.
Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan dalam dan luar negeri, di Kabupaten Pidie, 
Senin (6/12),
Tgk Abdullah menegaskan Komando Pusat AGAM tak menolerir bila masih ada yang melakukan 
pawai dan
konvoi. Semuanya harus menghentikan semua kegiatan yang menyangkut dengan perayaan HUT 
GAM.
Sekarang ini, menurutnya, ada pihak tertentu yang mulai menyusupi dan ingin menodai 
kesuksesan dan
kemenangan bangsa Aceh pada tanggal 4 Desember 1999. "Rakyat Aceh yang saya cintai dan 
sayangi
supaya dapat menghentikan aksi pawai dan konvoi. Saat ini, perbuatan itu akan 
merugikan perjuangan
kita sendiri," ungkapnya.
Dalam temu pers yang berlangsung sekitar 20 menit, Panglima Abdullah Syafiie sempat 
mengucapkan
terima kasih kepada semua komponen masyarakat yang ikut menyukseskan HUT AGAM ke-23. 
Begitu pula,
kepada semua wartawan yang ikut meliput acara puncak HUT AGAM diucapkan terimakasih 
dan selamat.
Ditanya wartawan, apakah pawai itu merupakan anjuran Panglima AGAM, Abdullah Syafiie 
dengan tegas
menjawab pihaknya tak pernah menyuruh, bahkan pernah meminta masyarakat supaya tidak 
melakukan
pengibaran bendera dan pawai dengan menggerakkan massa. Karena, kegiatan seperti itu, 
akan
mempermudah kerja provokator untuk membantai bangsa Aceh.
Namun Panglima Abdullah dapat memaklumi aksi pawai yang dilakukan rakyat Aceh, itu 
sebagai pertanda
bahwa bangsa Aceh tak dapat membendung kememangan yang dicapai pada tanggal 4 Desember 
1999.
Artinya, Aceh sudah bertekad dingin segera memisahkan diri dengan yang namanya 
Indonesia-Jawa.
Aksi pawai yang berlangsung di Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Timur yang merengut nyawa, 
Panglima
Abdullah Syafiie mengaku sudah disusupi pihak ketiga. "Saya pribadi mengutuk aparat 
yang menembak
warga sipil tanpa dosa. Kami akan melakukan pembalasan bila aparat bersikap arogan 
terhadap rakyat,"
tegasnya.
Sementara juru bicara AGAM, Daerah IV Japakeh Abu Hadi mengatakan semua bendera yang 
dipajangkan di
pinggir jalan raya Banda Aceh-Medan, mulai dari Ulee Gle kecamatan Bandardua hingga 
Beureunuen
Kecamatan Mutiara, sudah diturunkan aparat.
Pihak AGAM, kata Abu Hadi, meminta kepada aparat supaya dapat mengembalikan bendera 
yang sudah
dicabut di berbagai tempat. "Kami meminta supaya bendera dapat dikembalikan. Itu 
bendera pusaka
bangsa kami. Kalau tak dikembalikan, nanti jangan salahkan kami bila menurunkan 
bendera merah putih.
Kami tak pernah mengganggu pihak lain," ungkapnya.
Sejumlah mahasiswa di Pidie membantah ikut menggerakkan aksi pawai. Bahkan dari 
Pemraka melalui pers
realise mengatakan agar masyarakat tetap tenang dan tak terpancing dengan berbagai 
situasi dan isu
yang meresahkan. "Kalau ada yang mengatasnamakan mahasiswa, tolong dihubungi kami," 
ungkap Kurdinar.
Masih dalam rangkaian HUT GAM, jurubicara AGAM Wilayah Pasee, Abu Sabar, menyatakan 
sangat berterima
kasih atas pertisipasi semua pihak termasuk wartawan yang telah ikut memeriahkan HUT 
GAM, khususnya
di wilayah Pasee. Ia menyesalkan terhadap pihak-pihak yang mempersulit wartawan dalam 
kegiatan
dimaksud.
Sedangkan kepada pihak internasional diserukannya supaya segera merespon masalah Aceh 
yang
masyarakatnya memang sudah cukup solid berkehendak pisah dari RI. (tim)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Dec 1999 jam 02:11:08 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke