----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Lima Warga Tertembak

Serambi-Tapaktuan
Lima warga yang tengah berbelanja di pusat pasar Blangpidie, Aceh Selatan, dilarikan 
ke rumah sakit
setelah mengalami luka-luka terkena peluru senjata api dari salah seorang anggota 
brimob dari Polsek
Kuala Batee --juga sedang berbelanja-- yang tiba-tiba meledak, Senin (6/12) pagi, 
kemarin. Suasana
pasar yang dipadati warga berbelanja kebutuhan meugang segera menjadi gaduh bengitu 
mendengar
letusan senjata. Sebagian besar lari kucar-kacir menyelamatkan diri karena menduga 
terjadi kontak
senjata di pusat pasar. Apalagi, mereka melihat sejumlah aparat brimob dengan senjata 
lengkap ikut
berbelanja di pasar tersebut.
Peristiwa yang terjadi di pusat keramaian pasar sekitar pukul 10.50 WIB, kemarin 
berkembang dua
persi. Menurut persi masyarakat, salah seorang anggota brimob yang tengah berbelanja 
dengan senjata
laras panjang disandang dibahu tersenggol salah seorang warga yang lalu-lalang di 
lorong pasar
tersebut.
Senggolan tersebut menyebabkan pelatuk senjata yang dipegang aparat dengan tali 
tersangkut di bahu
ikut tertarik, akhirnya memuntahkan peluru, kemudian mengenai lima warga di sekitar 
Jalan Pramuka
(salah satu lorong pasar Blangpidie).
Sementara persi Kapolres Aceh Selatan, Letkol Pol Teuku Keumala yang dihubungi Serambi 
tadi malam
menjelaskan, peristiwa itu setelah senjata yang disandang dibahu salah seorang anggota 
brimob
terjatuh ketika aparat tersebut merunduk mengambil bahan kebutuhan yang telah dibeli 
di depan sebuah
toko di lorong pasar itu.
Karena dalam posisi siap, kata Kapolres Letkol Pol Teuku Keumala, senjata tersebut 
sangat sensitif
sehingga bengitu kena benturan setelah terjatuh senjata langsung meledak. Peluru yang 
lepas,
katanya, mengenai salah seorang warga, Syahruddin (60), dan beberapa lainnya luka-luka 
terkena
serpihan peluru.
Terlepas dari persi mana yang benar, yang jelas lima warga menderita luka-luka bengitu 
senjata yang
disandang aparat tiba-tiba meledak. Dua korban diantaranya mengalami luka serius, 
Syahruddin (60),
mantan Kades Panjang Baru, Susoh, dengan luka tembak pada betis kiri, dan Isman (20), 
warga Desa
Padang Baru, Susoh menderita luka tembus pada lengan kiri selebar 2x3 cm.
Tiga lainnya, Rais (20), warga Desa Alue Sungai Pinang, Blangpidie dengan menderita 
luka robek pada
induk jari kiri, Abubakar (28), warga Desa Alur Sungai Pinang mengalami luka robek 
pada induk kaki
kiri. Kemudian Khiarul (19), warga Sangkalan, Susoh, menderita luka lecet pada daun 
telinga kiri dan
bagian dada. Luka-luka yang dialami ketiga korban terakhir diduga terkena serpihan 
peluru.
Kelima korban segera dilarikan ke Puskesmas Blangpidie. Setelah mendapat pertolongan, 
tiga korban
diperbolehkan rawat jalan, sementara dua korban masih dalam perawatan dokter. Karena 
luka dialami
tergolong serius, Syahruddin akhirnya dilarikan ke RSU Dr Yulidin Away Tapaktuan. 
Setelah dijeguk
Kapolres Letkol Pol Teuku Keumala, sekitar pukul 17.00 WIB kemarin, Syahruddin dirujuk 
ke RSU
Malahayati Medan. Sedangkan Isman sampai tadi malam masih dirawat di Puskesmas 
Blangpidie.
Kapolres Letkol Pol Teuku Keumala dalam keterangannya tadi malam secara tulus 
menyampaikan
permintaan maaf kepada korban, keluarganya dan masyarakat setempat, karena peristiwa 
tersebut sama
sekali tak ada unsur kesengajaan.
Pihaknya menyatakan bertanggungjawab untuk pengobatan korban yang mengalami luka-luka. 
"Kami siap
menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang luka-luka," kata Kapolres sambil 
berulang kali
menyatakan bahwa senjata dari aparat brimob itu meledak secara tak sengaja.
Salah satu korban, Syahruddin, menurut Kapolres sore kemarin telah dirujuk dari RSU Dr 
Yulidin Away
Tapaktuan ke RSU Malahayati, Medan, Sumatera Utra, dengan biaya sepenuhnya ditanggung 
oleh pihak
polisi.
Korban lain yang mengalami luka-luka juga diobati sampai sembuh. "Percayalah kejadian 
itu tak
disengaja. Kami mohon masyarakat jangan terpancing," kata Letkol Pol Teuku Keumala 
yang sekitar 10
hari menjabat Kapolres Aceh Selatan itu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Dec 1999 jam 02:12:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke