----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

-----------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

-----------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 07 Desember 1999 15:20 UTC

** TOPIK GEMA WARTA: TIMOR TIMUR PERINGATI 24 TAHUN PENYERBUAN ABRI

* TIMOR TIMUR PERINGATI 24 TAHUN PENYERBUAN ABRI
INTRO: Selasa kemarin Timor Timur memperingati penyerbuan ABRI 24 tahun
lalu. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini TNI telah hengkang
dari Timor Timur. Rakyat Timor menyelenggarakan konser besar-besaran
yang dihadiri oleh ribuan orang. Untuk pertama kalinya sejak TNI
hengkang dari sana, Timor Timur berpesta ria. Berdasarkan laporan dari
Dili, berikut ulasan redaksi di Hilversum:

Dalam sebuah jumpa pers, pemimpin CNRT Xanana Gusmao sempat menyinggung
masa lampau Timor Timur, terutama invasi TNI dan jumlah korban yang
tewas selama 23 tahun. Tetapi pada umumnya rakyat Timor Timur Selasa
kemarin melihat ke depan dan tidak lagi menoleh ke belakang. Apalagi
karena mereka, termasuk juga Xanana, saat ini tengah sibuk-sibuknya
menyusun pemerintahan baru. Rakyat di Dili terutama masih menyibukan
diri dengan mencari tempat tinggal baru, karena bahan bangunan tidak
cukup, seperti halnya bahan pangan. Mereka sibuk dengan persoalan
sehari-hari seperti pendidikan anak-anak. Sekolah sudah buka tetapi
gurunya tidak ada. Banyak sukarelawan yang mengajar. Jadi masih banyak
hal yang belum teratasi.

Begitulah, kini rakyat Timor Timur sibuk membangun kembali negerinya.
Secara teoretis bahan bangunan seharusnya sudah tiba, tetapi
kenyataannya lain. Gedung-gedung yang kelihatan mewah, terutama dipakai
oleh organisasi internasional seperti PBB, setelah mereka pugar sendiri.
Rakyat kebanyakan masih menginap pada sanak saudara mereka, untuk
sekedar mencari tempat tinggal. Masalah perumahan kini dipersulit oleh
datangnya musim hujan. Tetapi semuanya nampak begitu santai pada konser
Selasa kemarin di lapangan olah raga, juga dihadiri oleh warga Timor
Timur yang sudah pulang dari Darwin.

Mereka menyayikan lagu-lagu protes. Xanana Gusmao tidak bisa hadir pada
konser itu karena harus mengurusi hal-hal yang lebih penting. Ia
terutama sibuk berunding dengan PBB. Ketika Selasa kemarin rakyat Dili
berpesta pora, Xanana justru terbang ke perbatasan NTT, menengok banyak
pengungsi Timor Timur yang masih berada di kamp-kamp pengungsi di Timor
Barat. Menurut TNI jumlah pengungsi mencapai 171 ribu dan 110 ribu ingin
pulang ke Timor Timur. Tertapi kamp-kamp pengungsi di Timor Barat masih
saja dikuasai oleh milisi-milisi pro integrasi. Mereka itu mencoba
menahan para pengungsi Timor Timur di sana dengan alasan politik, agar
bisa tetap menguasai mereka. Milisia-milisia itu juga menyebarkan
desas-desus bahwa keadaan di Timor Timur sangat memprihatinkan, karena
pasukan Interfet membunuhi rakyat Timor Timur dan memperkosa kaum
perempuan. Kalau desas-desus itu disebarkan setiap saat pada setiap
hari, maka lambat laun pengungsi percaya juga. Walhasil, mereka tidak
berani pulang, kecuali kalau mendapat jaminan atau mendapat kabar dari
sanak saudara mereka bahwa keadaan di Timor Timur aman.
Xanana kini ingin membuat rekaman kaset video bersama perwira-perwira
TNI, dengan pesan bahwa walaupun situasi Timor Timur belum benar-benar
pulih seperti sedia kala, tetapi toh sudah aman. Berlainan dengan TNI,
pasukan Interfet tidak membunuhi rakyat biasa. Warga Timor lain yang
ingin balas dendam juga tidak melakukan pembunuhan. Sejauh ini rakyat
Timor Timur cukup sabar menantikan perkembangan sehari-hari dan masih
menjunjung tinggi Xanana Gusmao. Tetapi, seperti juga disadari Xanana,
sikap itu setiap saat bisa saja berubah. Kaum muda mulai mengkritik
Xanana, yang selain pemimpn pemerintah sipil ternyata juga tetap menjadi
Panglima Falintil. Pendek kata di mata kaum muda Timor Lorosae, dengan
merangkap jabatan ini, Xanana Gusmao telah menjalankan cara terkutuk
TNI, yaitu berdwifungsi. Bukankah dengan begitu Xanana meniru cara-cara
TNI? Kaum muda itu pernah merasakan kehidupan di bawah dwifungsi TNI.
Karena itulah mereka menghendaki perubahan sistim.

-----------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
-----------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 7 Dec 1999 jam 16:34:33 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke