---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- From: Herry Berthus Kritik tajam atas praktek buruk Media Australia Robert Macklin menulis pada harian The Canberra Times tanggal 6 Nopember 1999 bahwa media Australia telah gagal menerapkan standar dasar jurnalistik. Disamping itu dipertanyakan pula apakah media Australia akan minta maaf kepada Indonesia atas lapotrannya yang dinilai "Histerical Misreporting" khususnya mengenai TimTim. Tulisan Macklin antara lain menyoroti media ABC-TV, SBS dan kelompok Surat Kabar Fairfax (The Sydney Morning Herald) yang merupakan media yang paling parah menyerang Indonesia. Disebutkan meskipun fakta yang mereka sajikan ternyata kemudian tidak benar dan dibesar-besarkan namun mereka juga tidak pernah mengoreksi kesalahan tersebut. Tulisan tersebut juga mengkritik digunakannya kata- kata yang sulit dicarikan faktanya seperti : the slaughter of East Timorese", "Genocyde" dan lain-lain dimana orang Indonesia digambarkan sebagai Slavering monsters. Macklin juga memberikan contoh lain yaitu pemberitaan orang tua Xanana Gusmao yang dibunuh oleh Milisi, ternyata kemudian berita tersebut tidak betul karena orang tua Xanana dalam keadaan sehat. Nampaknya media Australia menjadi media perang opini untuk persaingan politik dalam negeri, namun yang menjadi agenda aktual (dan tentunya jadi korban) adalah Indonesia. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 03:01:54 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
