---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: MENLU SHIHAB MAU PULIHKAN CITRA INDONESIA TANPA KREDIBILITAS? Menlu Alwi Shihab mengatakan bahwa politik luar negeri Indonesia dewasa ini ditujukan untuk memulihkan citra internasional. Politik ini baik sekali namun menelanjangi diri ketidak perdulian jeritan masyarakatinternasional terhadap pelanggaran HAM Indonesia selama 24 tahun di Timtim dan selama 10 tahun di Aceh. Hampir serempak dengan pernyataan Shihab tentang upaya pemulihan citra intenasional Indonesia, Menteri Pertahanan Yuwono Sudarsono justru mencanangkan intimidasi bahwa TNI bisa berkuasa kembali apabila demokrasi kacau terus. Shihab ingin mengatakan bahwa dosa dosa kita sudah diselesaikan sehingga dunia internasional harus menaruh kepercayaan lagi dan seolah olah mengatakan juga kelakuan buruk kita tidak akan diulangi lagi. Oleh karena bukti bukti menguatkan pernyataan Sudarsono terutama di Aceh, Ambon dan Irian Jaya, maka pernyataan Shihab bukan saja tidak meyakinkan, malah tidak ditunjang oleh bukti samasekali. Dunia internasional yang sudah sangat canggih baik orang orangnya yang terdidik dan terlatih baik sekali menganggap Indonesia ibarat buku terbuka. Kita dengan segala keterbelakangannya masih mau "ngibulin" mereka? Citra internasional kita ambruk terpuruk karena pelanggaran HAM kita di Aceh dan Timtim. Resolusi Komisi HAM Internasional meminta kerjasama Indonesia untuk menyidiki pelanggaran pelanggaran HAM Indonesia, bukan mulai 1 Oktober 1965 di mana lebih dari 500.000 nyawa melayang, bukan mulai 7 Desember 1975 yang bertepatan 24 tahun hari ini di mana lk 200.000 nyawa melayang ditangan ABRI. Seharusnya kita bersyukur dan menerima resolusi Komisi HAM Internasional Jenewa untuk menyelidiki pelanggaran HAM Indonesia. Indonesia malah menolak dengan alasan bahwa resolusi Komisi tidak mengikat dan Indonesia sendiri punya Komnas HAM yang akan mengusutnya. Sekarang terbukti lagi akan keculasan kita dengan pernyataan Sudarsono yang tegas tidak akan mengusut para perwira TNI yang sudah didaftar hitam Komisi Internasional. Malah ia berbalik mengintimidasi kita bahwa TNI masih bisa comeback mendominasi Indonesia. Selagi kita masih dalam sorotan internasional yang bersemboyan terhadap kita "sekali lancung ke ujian seumur hidup tak dipercaya", Indonesia justru memperlihatkan belangnya yang serba-irelevan, serba-inkonsisten. Kembali ke zero, Indonesia harus membuktikan kredibilitasnya kepada dunia internasional secara rasional dan secara konsisten. New York, 7 Desember 1999. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 03:05:36 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
