---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 1 Desember 1999 Komando Kesatuan SEBAGAIMANA janji prajurit TNI siap segala-galanya, bahkan nyawa demi menjalankan perintah atasan, karena unity of command (komando kesatuan) dari atas ke bawah. Bilamana ini tidak terlaksana, sukar komando kesatuan mengamankan wilayah negara kesatuan RI. Demikian pula pernyataan Kolonel Syarifuddin Tippe, Danrem 012/Teuku Umar bahwa pihak TNI tidak akan tinggal diam kalau terjadi gerakan bersenjata beberapa hari ke depan. Pada pawai massal di Banda Aceh 8 Nopember 1999 ada beberapa mobil membawa senjata. Hal ini secara hukum jelas salah. Demikian juga penyimpanan senjata pribadi atau gerakan tanpa ijin. Bahkan, terjadi pelucutan pakaian dinas oleh pihak tertentu. TNI tidak melawan demi rakyat banyak (masih kata Komandan Korem 012/Teuku Umar). Kita juga mengetahui beberapa penculikan anggota TNI/Polri dan pembunuhan serta pembakaaran instalasi, terhitung 31 Agustus 1999 sampai 18 Oktober jumlah TNI korban 88 orang. Bahkan, pemerintah (Panglima ABRI) menarik Batalyon Kostrad dan akan ditarik batalion yang berasal dari Sumatra Barat. Sehingga, sudah sangat minim TNI di Aceh dan boleh dikata hanya sekedar Kodim/Koramil dan staf. Bilamana pada akhir nanti atau 4 Desember 1999 terjadi gerakan separatis bersenjata, alangkah kurangnya alat negara TNI Aceh, mengingat senjata-senjata mutakhir (GAM) sangat berlebihan yang dalam prakteknya melebihi senjata organik TNI. Ada beberapa tekanan pada pemerintah agar pelanggar-pelanggar HAM, termasuk TNI di Aceh diadili. Sebenarnya bagi kolonel ke bawah, kasihan dong TNI yang semata-mata menjalankan perintah. Tantangannya nyawa dan pecah periuk anak istri menderita. Mari kita sama-sama mengerti kedudukan prajurit TNI yang mempertahankan kesatuan bangsa dan negara dari dulu sampai sekarang. Ingat waktu presiden Soekarno, demi persatuan negara proklamasi 17 Agustus 1945 setiap gerakan pemisahan daerah langsung ditumpas dan prajurit TNI setia. Mereka unggul dalam perang, sehingga sampai saat ini kita masih berada di negara kesatuan. Drs RS Taringan Jakarta ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 06:08:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
