---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- HASAN TIRO BERSEDIA BERUNDING DENGAN GUSDUR YUSRA HABIB ABDUL GANI, Biro Penerangan Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) di Denmark. BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Kamis, 9/12). Pasca HUT Deklarasi Aceh Merdeka ke 23 (4/12), membuat suasana di Daerah Istimewa Aceh lambat laun semakin tenang, warga Aceh maupun non-Aceh yang eksodus karena khawatir akan terjadi perang pada HUT tersebut, kelihatan sudah mulai kembali lagi ke Serambi Mekkah, aktifitas ekonomi kembali berjalan normal walau ada sedikit kenaikan harga barang, namun demikian suara tuntutan referendum yang didalamnya harus ada opsi merdeka terus disuarakan oleh rakyat Aceh. Sementara itu DPR telah mendesak Presiden Gusdur untuk segera melakukan dialog dengan seluruh elemen rakyat Aceh termasuk GAM, Gus Dur telah merencanakan upaya dialog itu dalam bulan suci Ramadhan ini juga. Sementara itu diperoleh khabar dari Yusra Habib Abdul Gani, Biro Penerangan Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) di Denmark, bahwa Hasan Tiro selalu bersedia untuk berunding dengan pemerintah Indonesia, jika perundingan itu disaksikan dan dilakukan dihadapan Badan Dunia (PBB) serta perundingan itu mesti harus melibatkan Amerika, Inggeris dan Utusan Parlemen Eropah. Sebab sejarah telah membuktikan peranan nagara-negara ini ketika tercetus perang antara Belanda dengan Acheh, kata Abu Yusra kepada Redaksi Radio Nikoya-FM Banda Aceh. Berikut petikan wawancara tersebut : RADIO NIKOYA-FM (NKY) : HUT Deklarasi Aceh Merdeka ke 23 telah diselenggarakan dengan damai dan aman, apa langkah ASNFL / GAM selanjutnya ? Yusra Habib (YH) : Di sini sudah nampak jelas kemauan bangsa Acheh yang dinyatakan dalam peringatan itu. Sekarang tinggal satu langkah lagi menuju merdeka, yakni meraih Pengakuan Dunia Internasional. Untuk itu, Wali Negara, Tengku Hasan M. Di Tiro, akan segara berangkat ke New York untuk mematangkan proses Pengakuan Dunia Internasional tersebut. NKY : Presiden Gus Dur dan DPR-RI tidak setuju Aceh lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kalau rakyat Aceh menuntut Merdeka, isunya pemerintah Indonesia akan menggunakan kekuatan militer untuk meredam tuntutan Merdeka itu, tanggapan ASNFL /GAM ? YH : Ini akan lebih baik. Sebab referendum bukan satu-satunya cara untuk memerdekakan suatu bangsa. Kemerdekaan Acheh sama sekali tidak tergantung dan ditentukan oleh rezim berkuasa Indonesia-Jawa. Bangsa Acheh mempunyai hak untuk menyatakan aspirasi politiknya untuk menyelesaikan persoalan di Acheh secara damai melalui referendum. Jika rezim Jakarta menolak opsi merdeka dalam referendum maka tidak perlu ada lagi referendum itu. Jika rezim Gus Dur menggunakan kekuatan senjata untuk mempertahankan kepentingan rezim Indonesia-Jawa di Acheh, kita sudah siap menghadapinya. Perang akan kita lancarkan bukan saja di Acheh, akan tetapi di seluruh wilayah Indonesia-Jawa. Jika dahulu endatu kami mampu mengalahkan Belanda, yang ketika itu merupakan negara terkuat di dunia, mengapa generasi Acheh sekarang tidak ? Kami akan layani berperang secara merathon sampai kiamat. NKY : Setelah lawatannya ke Amerika, Eropah dan negara-negara OKI serta Asean, Presiden Gus Dur sepertinya memperoleh dukungan penuh dari negara-negara itu untuk tetap mempertahankan Aceh dalam NKRI, tanggapan Abu ? YH : Apa yang dikatakan Gus Dur mengenai hasil lawatannya ke beberapa negara itu adalah penuh tipu belaka. Acheh tidak sendirian dan kesepian di ruang dunia ini. Untuk itu kita akan buktikan kebalikan dari pernyataan Gus Dur itu. NKY : Sejauh mana dukungan Amerika dan Negara-negara besar dunia lainnya terhadap Aceh Sumatera National Liberation Front (ASNLF / GAM) dan Negara-negara mana saja ? dukungan apa yang telah diberikan PBB kepada ASNLF ? YH : Dalam perkara politik luar negeri, ada perkara-perkara yang tidak bisa dipaparkan di sini; misalnya dengan negara mana, bagaimana serta sejauh mana sudah perkembangannya. Bahkan bagaimana sudah loby kita di PBB. Ini menyangkut kode etik ASNLF. NKY : Katanya Aceh akan Merdeka hanya tinggal sebatang rokok lagi, artinya tentu sudah dekat waktunya ! Bagaimana maksudnya ? Kenapa begitu yakin Aceh akan segera Merdeka ? apa dasarnya dan cara apa yang akan membuat Aceh itu cepat Merdeka ? YH : Benar sekali ! Acheh dalam waktu relatif singkat ini. Insya-Allah akan Merdeka . Keyakinan ini atas dasar, pertama, Kemajuan politik di dalam negeri (di Aceh. red) sudah mencapai 99%, dalam arti kesadaran politik bangsa Acheh dan kekuatan militer Acheh Merdeka. Kita telah siap sedia segala-galanya. kedua, Politik luar negeri Acheh, dimana wakil-wakil Badan Dunia atau yang mewakili suatu negara-negara asing, telah membuat kontak langsung langsung dengan Wali Neugara Tengku Hasan M Di Tiro. NKY : Jika memang Aceh Sumatera akan segera Merdeka dalam waktu dekat ini, mengapa propinsi lainnya di Sumatera tidak ada yang beraksi kecuali Riau...bukan kah hal ini pertanda tak memperoleh dukungan dari masyarakat di Sumatera yang lain ? YH : Kita mesti pahami dahulu makna perkataan Acheh-Sumatera. perkataan "Acheh-Sumatera" mempunyai arti yuridis dan historis yang mempunyai akibat-akibat hukum tertentu dalam konteks Hukum Internasional. Sebab kedudukan Aceh di Sumatera mempunyai makna tertentu semasa belum terjadi perang dengan Belanda. Sumatera dari segi politik dan pertahanan dilindungi oleh Sultan Acheh suatu masa dahulu. Kita akan selamatkan bangsa-bangsa Sumatera dari penjajahan Indonesia-Jawa. Kita tidak bisa melihat fakta dari satu sisi. Semua bangsa-bangsa Sumatera juga akan merdeka yang bermula dari Acheh. NKY : Kapan pastinya Aceh akan segera Merdeka ? Cara apa yang ditempuh ASNLF / GAM untuk segera Merdeka, apakah dengan perang besar-besar dengan Militer Indonesia ? apakah ASNLF / GAM mampu menghadapinya ? Bagaimana dengan rakyat sipil yang akan banyak menjadi korban ? YH : Pertanyaan ini terlalu taktis dan strategis. Sebagai orang yang beriman, kita wajib memakai perkataan Insya-Allah. Jadi, berangkat dari kenyataan yang berlaku sekarang, maka saya sendiri yakin bahwa kami akan pulang ke Acheh sebelum musim summer tahun depan. Insya-Allah. Cara yang kita ditempuh selalu memakai pendekatan politik legal, yang dengan cara itu tidak perlu terjadi korban atas harta dan bangsa Acheh. Upaya ini akan terus dimaksimalkan. Jika melalui pendekatan ini tidak juga menampakkan hasil. Maka bangsa Acheh wajib melancarkan perang Jihad Fisabilillah untuk mempertahankan Hak atas tanah pusaka dan menghancurkan rezim yang yang berbuat dhalim ke atas bangsa Acheh. Bangsa Acheh tidak perlu risau melawan militer Indonesia. Hal itu hanya model manusia yang mempunyai mentalitas budak yang takut kepada musuh. Oleh sebab itu jangan ada lagi bangsa Acheh sebagai penonton, sebab dalam rumus perjuangan suci: Penonton Dalam Revolusi Kemerdekaan Adalah Pengkhianat. NKY : Jika Aceh berhasil Merdeka, pemuda-pemuda Aceh yang sudah memilih gaya hidup demokrasi, sepertinya akan sangat sulit menerima format negara Aceh, dengan system Monarki (Kerajaan) atau Monarki Parlementer (seperti Inggris), karena Raja tidak bisa di kritik jika berbuat kesalahan dan tak pernah bisa diganti dengan raja yang lain kecuali dari keturunannya, bukankah system itu tidak jauh berbeda dengan gaya pemerintahan Orde Baru yang cendrung seperti monarki ? YH : Sesudah Acheh Merdeka, Bangsa Acheh mempunyai hak untuk menentukan Bentuk dan sistem Pemerintahan negara Acheh sendiri. Kalau bisa saya umpamakan: Jika seseorang telah memiliki tapak tanah untuk membangun rumah. Model apapun yang akan dibina adalah merupakan hak si pemilik rumah dengan memperhatikan norma-norma umum. Termasuk konsep Hukum syara� yang berlaku di Acheh. Hal itu merupakan kuasa Ulama. Kita sudah mempunyai acuan yang telah menjadi model terbaik dan dicontohi oleh bangsa lain suatu masa dahulu; "Adat Bak Poteuemoreuhum, Hukum Bak Syi�ah Kuala. Kanun Bak Putro� Phang, Adat Bak Bintara". Rasanya masih terlalu awal kita mempersoalkan bentuk dan sistem pemeritahan di Acheh. NKY : Dapatkah Abu Yusra Habib menyebutkan siapa-siapa saja menteri dalam struktur Aceh Merdeka saat ini? Bagaimana struktur pemerintahannya ! YH : Susunan Kabinet Tengku Hasan M di Tiro masih dirahasiakan untuk sementara waktu. Namun Struktur Pemerintahan Negara Acheh sekarang dibagi kepada dua bagian, Pertama Struktur Pemerintahan Sipil dan Kedua Struktur Pemerintahan Militer. Untuk struktur Pemerintahan Sipil terdiri dari; Wali Neugara, Perdana Menteri, Susunan Kabinet, Gubernur, Kepala Dearah, Ulee Sago�', Mukim dan Geutjik. Sedangkan Struktur Pemerintahan Militer terdiri dari; Panglima Prang Thjik, Wali Neugara, Meunteri Petahanan, Panglima Angkatan Darat, Panglima Angkatan Udara, Panglima Angkatan Laut, Panglima Angkatan Kepolisian, Panglima Perang Wilayah yang terdiri dari 19 Wilayah seluruh Acheh dan Panglima perang Ulee Sago�. NKY : Mengapa Yang Mulia Teuku Hasan M Di Tiro jarang muncul di media TV asing ? bukankah media mereka sedang menaruh perhatian khusus pada kasus Aceh saat ini ! apalagi rakyat Aceh saat ini ingin sekali melihat sosoknya itu tampil di layar TV walau hanya sesaat, Apakah benar isu-isu tentang Teuku Hasan M di Tiro kini sudah tidak mampu lagi memimpin ASNLF karena sudah sangat tua, sehingga beliau hanya dijadikan simbol perjuangan saja ? YH : Dalam media asing, sering sekali terpampang wajah Wali Neugara Tengku Hasan M. di Tiro, seperti di TV Sweden, Norge, Denmark, Findland, Jerman, Perancis dan Inggris dan bahkan baru-baru ini bangsa Acheh di Acheh dan di Malaysia telah menyaksikan wajah Tengku dalam TV yang disiarkan oleh CNN. Sesudah itu datang bertubi-tubi telepon dari Acheh dan Malasia yang mengucapkan tahniah. Keadaan kesehatan Wali dalam keadaan baik sekali. Ketika wartawan Feer menjumpai Wali, wartawan itu telah menulis: Teuku Hasan M di Tiro dalam keadaan sehat yang mampu memimpin revolusi perjuangan Acheh Merdeka. Saya bisa mengusulkan kepada Wali supaya wartawan-wartawan di Acheh dapat berjumpa langsung dengan Tengku Hasan di Tiro nanti. NKY : Saat ini muncul isu kontroversial jika ASNLF / GAM telah pecah dua faksi, yaitu faksi Musana dan faksi Husaini, dapatkah Abu Yusra Habib menjelaskan lebih lengkap tentang hal ini ? dengan pecah menjadi faksi-faksi, bukankah hal ini menunjukkan bahwa GAM tidak solid lagi ? YH : Tidak ada faksi-faksi dalam Acheh Merdeka. Yang ada ialah Pengkhianat yang mengkhianati Wali Negara Teuku Hasan M di Tiro. NKY : Apa tanggapan ASNLF terhadap keinginan besar Presiden Gus Dur untuk dapat berdialog dengan Teuku Hasan M di Tiro, bukankah sebagai sesama muslim dialog itu perlu dan penting untuk mencari solusi terbaik di kedua belah pihak, walau akhirnya tak ditemui kesepakatan apapun dalam dialog tersebut ? YH : Jangan salah paham! Acheh Merdeka selalu bersedia berunding jika perkara itu disaksikan dihadapan Badan Dunia (PBB). Perundingan itu mesti harus melibatkan Amerika, Inggeris dan Utusan Parlemen Eropa. Sebab sejarah telah membuktikan peranan negara-negara ini ketika tercetus perang antara Belanda dengan Acheh. NKY : Sejauh mana kekuatan Angkatan Perang Gerakan Aceh Merdeka saat ini jika harus berhadapan dengan TNI secara besar-besaran ? Sebab DPR dan TNI tidak setuju Referendum Aceh dengan masuknya opsi Merdeka dan tidak setuju Aceh lepas dari RI ! Komentar Abu ? YH : Ini sangat rahasia. Kita akan terus upayakan dengan pendekatan diplomatik untuk kemerdekaan Acheh. Tindakan militer oleh Angkatan Prang Acheh Merdeka adalah tindakan yang terakhir. NKY : Mengutip salah satu media asing, yang mewawancarai Hasan Tiro, disebutkan bahwa Indonesia dalam waktu dekat ini akan pecah menjadi 5 negara berdaulat, negara-negara apa saja ? sejauh mana persiapan mereka menuju ke arah merdeka ? YH : Yang sudah pasti adalah Tim-Tim dan yang akan segera menyusul adalah, Acheh, Papua, Maluku/RMS dan Sulawesi. NKY : Bagaimana pandangan Abu Yusra Habib terhadap wacana Negara Federasi yang di perjuangankan Amien Rais serta Nurchlois Majid untuk mengganti NKRI ? Apakah ASNLF dapat menerima kompromi Federasi dari pemerintahan Gus Dur ? YH: Ini barang busuk dan bau busuk. Bagi bangsa Acheh: Merdeka merupakan pilihan pertama dan terakhir. Ada yang masih menjadi batu sandung di Acheh sekarang. Yaitu: masih ada Gubernur, Bupati, Camat dan anggota DPR wakil Acheh di Pusat yang bertindak sebagai corong walking lies rezim Indonesia-Jawa. Mereka ini merupakan simbul dari pemerintahan rezim Indonesia-Jawa yang masih wujud di Acheh. Saran saya kepada rakyat Aceh, Bersatu kita teguh mempertahankan maruah dan tanah pusaka kita-Acheh yang suci. Yusra Habib Abdul Gani, adalah seorang aktivis Aceh Merdeka yang memimpin Biro Penerangan ASNLF di Denmark, beliau lahir di Kenawat-Takengon (Aceh Tengah) pada tanggal 12 April 1955, memiliki 3 orang hati dari istri-nya bernama, Aida Fitri, kini menetap di Denmark. (Tim). Selamat Berjuang Untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station http://come.to/nikoyafm http://www.nikoyafm.dk3.com ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Dec 1999 jam 02:19:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
