---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- ISU "NATAL BERDARAH" SEMAKIN SANTER DI AMBON Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVI Pattimura, Brigjen (TNI) Max Tamaela menghimbau kepada masyarakat kota Ambon dan sekitarnya agar tidak terhasut dengan isu-isu yang beredar belakangan ini bahwa ada kerusuhan besar pada bulan Desember, terkait dengan umat Muslim yang memasuki bulan Puasa dan umat Kristen menjelang Perayaan Hari Natal, 25 Desember 1999. Sebagaimana diketahui, isu itu bila tidak diantisipasi ditakutkan akan dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Bahkan dikhabarkan baju Kaos "Natal Berdarah" sudah beredar dan skenario kerusuhan sudah tersiar hingga ke kota Bandung, seperti yang dilaporkan oleh beberapa wartawan di kota tersebut. Selanjutnya Pagdam meminta agar masyarakat jangan terhasut dengan adanya isu tentang Desember Berdarah atau natal Berdarah, sebab isu memang upaya dari orang-orang yang tidak menginginkan kerusuhan itu berakhir. Namun demikian meski masih merupakan isu, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan mengendalikan dirinya masing-masing. Masyarakat Maluku Menolak Usul Relokasi/Pemisahan Kelompok Bertikai Usulan Kasum TNI Letjen TNI Suaidy Marasabessy untuk merelokasi kelompok yang bertikai di Ambon, guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak, mendapat tangapan keras dari berbagai kalangan masyaakt Maluku. Masyarakat menilai usulan tersebut, tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi akan lebih membuat masalah semakin rumit. Pengelompokan masyarakat menurut agamanya adalah suatu upaya yang bertentangan dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang dianut oleh bangsa Indonesia.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Dec 1999 jam 09:45:20 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
