----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 9 Desember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PANDANGAN SEORANG SEKULARIS TERHADAP DIR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Gus Sur (Amerika).

Tulisan ini merupakan tulisan pertama pada bulan romadhon ini, yang
sekaligus merupakan tanggapan untuk saudara Gus Sur ( [EMAIL PROTECTED] )
yang sekarang sedang bermukim di Amerika dan telah menyampaikan
tanggapannya langsung kepada saya dengan subject "Meluruskan Propaganda
Sesat Ahmad Sudirman" pada tanggal 7 Dember 1999.

Gus Sur seorang yang berpandangan bahwa agama jangan dicampurkan dan
dilibatkan kedalam pemerintahan dan negara, atau dengan kata lain bahwa
pandangan Gus Sur didasarkan kepada paham sekularisme, yang mana
pahamnya itu dijadikan sebagai patokan untuk mengukur baik dan buruk,
sesat dan tidaknya pandangan seseorang, misalnya menganggap bahwa
sesorang yang menjadikan Daulah Islam Rasulullah (DIR) sebagai alat
dianggap sesat.

PANDANGAN GUS SUR AMERIKA ADALAH NEGARA DARUSSALAM YANG NON DISKRIMINASI

Daulah / Sistem pemerintahan yang benar dan menghasilkan negara
DARUSSALAM (Damai dalam Keadilan dan Kebenaran, Adil & Benar dalam
Kedamaian) adalah Daulah yang menjamin bahwa semua WARGANEGARANYA
mendapatkan pelayanan, kesempatan dan perlakuan yang sama di hadapan
hukum tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, usia, agama, etnis, keyakinan
politik, ras dan warna kulit.

Salah satu negara yang menerapkan prinsip NON DISKRIMINASI ini adalah
AMERIKA SERIKAT. Institusi pemerintah dan swasta dilarang melakukan
diskriminasi dengan alasan tsb. di atas, AS juga memiliki UU anti
diskriminasi yang akan menjatuhkan sanksi yang sangat berat bagi orang
atau lembaga yang bersifat diskriminatif, kalaupun terjadi perlakuan
diskriminatif itu terjadi antar individu atau kelompok masyarakat bukan
kebijakan resmi dari pemerintah.

PANDANGAN AHMAD NEGARA DARUSSALAM ADALAH DAULAH ISLAM RASULULLAH

"Allah menyeru ke Darussalam dan memimpin orang yang dikehendaki-Nya
kepada jalan lurus" (Yunus, 10:25). Darussalam adalah tempat yang penuh
kedamaian dan keselamatan. Untuk mencapai darussalam adalah dengan
mengikuti apa yang telah dipimpinkan Allah kepada Rasul-Nya dan
Umat-nya.

Karena itu betapa keliru kalau Gus Sur mengatakan bahwa negara
Darussalam adalah negara sekuler Amerika yang menganut paham sekularisme
yang tidak mencampur-adukkan agama dengan pemerintahan dan negara dengan
ideologi kapitalisme-nya yang merupakan dasar pondasi negara. Penerapan
dan jaminan bahwa semua warganegara Amerika mendapatkan pelayanan,
kesempatan dan perlakuan yang sama di hadapan hukum tanpa
membeda-bedakan jenis kelamin, usia, agama, etnis, keyakinan politik,
ras dan warna kulit adalah semu dan relatif.

Bagaimana Gus Sur bisa mengatakan bahwa negara Darussalam yang merupakan
negara yang didalamnya penuh kedamaian dan keselamatan dengan bimbingan
Allah swt disamakan dengan negara sekuler Amerika yang pemerintah dan
negaranya tidak didasarkan kepada landasan yang datang dari Allah?

Suatu argumentasi yang datang dari seorang sekularis yang berpikiran
bahwa semua yang dianggap baik dan menjadi sumber moral adalah
berdasarkan kepada nilai-nilai, norma-norma yang sumbernya bukan dari
agama. Agama adalah untuk pribadi. Agama hanyalah untuk menjadi alat
hubungan antara manusia dengan Tuhan-nya. Agama tidak ada hubungannya
dengan sosial, ekonomi, politik, kemasyarakatan, pemerintahan dan
negara.

PIKIRAN GUS SUR KARENA AGAMA TIDAK DICAMPUR-ADUKKAN DENGAN PEMERINTAHAN
DAN NEGARA, MAKA KAUM MUSLIMIN DAPAT LELUASA BERIBADAH

Daulah Sekuler Demokratis khususnya di negara-negara Anglo Saxon
(negara-negara Sekuler yang dipengaruhi oleh Inggris, Injil atau
Protestanisme) seharusnya bersyukur kepada Allah karena boleh beribadah
dan berIslam dengan leluasa. Saya yakin di Swedia maupun AS bahkan di
ISRAEL umat muslim dapat dengan leluasa mendirikan masjid, Islamic
Center, beribadah bahkan melakukan dakwah (baca: propaganda agama) Islam
kepada kaum non-muslim yang ada di sekitarnya baik secara tertulis,
lisan langsung ataupun via media radio atau televisi untuk menarik kaum
"kafir" itu "bertobat" dan masuk Islam sebanyak-banyaknya.

Kalau Yahudi dan Amerika dikatakan oleh penguasa Iran, anda dan sebagian
muslim lainnya sebagai Anti Islam, Setan Besar dan Ingin Menghancurkan
Islam, tentunya penguasa Yahudi dan Amerika akan senantiasa berusaha
enghambat syiar Islam atau lebih ekstrim lagi mengusir umat muslim
keluar dari wilayah kekuasaan mereka, tapi nyatanya khan tidak ?

PIKIRAN AHMAD KEBEBASAN BERAGAMA DI NEGARA-NEGARA SEKULER ADALAH
KEBEBASAN BERAGAMA YANG SEMU

Nah disinilah persoalannya. Gus Sur melihat beribadah kaum muslimin dari
sudut pandang sekularisme, sehingga melahirkan pengertian dan pemahaman
yang salah mengenai ibadah dalam Islam.

Ibadah dalam Islam adalah mencakup semua yang diperintahkan Allah
melalui Rasul-Nya, dari mulai ibadah langsung kepada Allah sampai dengan
mengangkat, menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum Allah
yang telah ditetapkan-Nya melalui Rasul-Nya.

Bagaimana untuk leluasa beribadah bagi umat muslim di negara sekuler,
apabila umat muslim tidak dengan sepenuhnya bisa mengangkat, menerapkan,
menjalankan dan mengawasi hukum-hukum Allah yang telah diperintahkan
kepada umat muslimin. Semua aturan, hukum, undang-undang adalah hasil
pemikiran, penetapan dan pemutusan sekelompok kecil manusia yang duduk
di lembaga legistalif dengan melalui mengambilan suara mayoritas.

Jadi, kalau yang dimaksud oleh Gus Sur beribadah umat muslim hanyalah
shalat, puasa dan melakukan haji saja, maka jelas dimanapun hidup dan
tinggal tugas ibadah itu bisa dilaksanakan. Tetapi Islam bukan hanya
masalah shalat, puasa dan haji saja, melainkan Islam adalah menyangkut
masalah seluruh kehidupan manusia, dari mulai masalah ibadah langsung
kepada Allah sampai masalah hubungan antara manusia yang diaplikasikan
kedalam bentuk hubungan teknologi, ilmu pengetahuan, sosial, ekonomi,
politik, pemerintahan dan negara.

Disinilah perbedaan antara Islam dengan agama-agama yang lainnya.

TINJAUAN GUS SUR PENGUASA MUSLIM MEMFITNAH BARAT DAN YAHUDI

Bagaimana perlakuan penguasa-penguasa dan masyarakat Islam terhadap
minoritas kafir di daulah-daulah Islam atau mayoritas Islam sendiri ?
Apakah umat Islam rela memberikan hak dan kewajiban yang sama sebagai
warganegara kepada non-muslim? Di sini muslim patut bermawas diri
sebelum menghujat Barat & Yahudi.

Sebelum mencaci maki kezaliman zionis Yahudi atau diskriminasi
non-muslim terhadap minoritas muslim, seharusnya umat muslim Mawas Diri
terlebih dahulu untuk melihat betapa lebih Zalim, Diskriminatif dan
Biadabnya penguasa muslim dan perlakuan kebanyakan masyarakat muslim
terhadap minoritas non-muslim di daerah atau negaranya.

Penguasa-penguasa "Daulah Islam" berusaha berkampanye bahwa Barat yang
dimotori AS itu ingin menghancurkan Islam, tapi sebenarnya mereka itu
memfitnah Barat dan membodohi muslim karena penguasa dan elit pemuka
agama itu sangat takut terhadap hembusan angin Keterbukaan, Demokrasi,
HAM dan Reformasi yang senantiasa dipropagandakan dan dianjurkan oleh
negara-negara Barat. Karena begitu demokrasi berkembang dan prinsip
egaliterisme masuk maka habislah "kewibawaan dan kesakralan pengaruh"
elit agama itu dalam kekuasaan, jadi mereka akan kehilangan Status Quo
mereka. Ada banyak umat muslim yang tidak sadar bahwa mereka ini sedang
ditipu oleh kelicikan dan kemunafikan para elit politik dan pemuka agama
mereka yang memperalat Islam demi status quo egois mereka sendiri bukan
sungguh-sungguh tulus taat kepada Allah dan ingin memuliakan Islam
sebagai agama pembawa rahmat dan martabat bagi semua umat manusia.

Upaya menyalahgunakan dan menyelewengkan agama demi status quo politik
ini terjadi juga dalam agama-agama lain. Ketika Paus dan penguasa
monarki berusaha menipu umat dan rakyat Kristen, mereka tidak
segan-segan mmenyelewengkan ajaran Injil demi memperkaya diri dan
menindas rakyat jelata, sehingga timbullah gerakan REFORMASI gereja yang
berusaha membongkar kesesatan PAUS dan Gereja KATOLIKnya untuk kembali
kepada ajaran Yesus Kristus yang sebenar-benarnya sesuai Injil yang
diberitakanNya.

TINJAUAN AHMAD HARUS BEDAKAN PENGUASA MUSLIM DI DAULAH SEKULER DENGAN
ISLAM SEBAGAI AGAMA YANG DIANUTNYA

Satu kesalahan dari mereka yang melihat negara yang mayoritas
penduduknya muslim dianggap sebagai "Daulah Islam". Dari pandangan
kacamata yang salah inilah melahirkan pemikiran dan pemahaman yang
salah.

Satu negara yang mempunyai penduduk mayoritas muslim tidak berarti
automatis negara itu negara Islam yang membangun persatuan dengan
berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun
kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan
pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan
menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam
dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari
Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan,
kesukuan dan ras.

Melainkan bisa saja seperti negara pancasila. Dimana penduduknya
mayoritas umat muslim, tetapi paham, ideologi, dasarnya bukan aqidah
Islam dengan menghormati agama lain dan ukhuwah Islamiah, melainkan
hasil pemikiran sekelompok kecil manusia Indonesia yang bergabung dalam
Panitia Sembilan (Soekarno, Hatta, Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Agus
Salim, Kahar Muzakkir, Wahid Hasyim, Ahmad Subardjo, Mohammad Yamin)
hasil bentukan BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan
Kemerdekaan) atau Dokuritzu Zunbi Cosakai yang terdiri dari 62 anggota
dengan ketuanya Dr Rajiman Widiodiningrat dibentuk dan dilantik oleh
Jenderal Hagachi Seisiroo seorang jenderal Angkatan Darat Jepang, yang
bersidang dari tanggal 28 Mei sampai dengan 1 juni 1945.

Penguasa yang kebetulan muslim di negara yang mayoritas penduduknya
muslim misalnya seperti di Indonesia pada masa Rezim militer Suharto
sebenarnya bukan menghina Barat, tetapi justru menjadi pengikut Barat
dengan sistem demokrasinya yang sekuler. Penguasa di negara-negara yang
meyoritas muslim tidak mengangkat, menerapkan, melaksanakan dan
mengawasi hukum-hukum Islam secara menyeluruh, melainkan mengangkat,
menerapkan, melaksanakan dan mengawasi hukum-hukum yang diciptakan
melalui lembaga trias politika dengan sistem demokrasi baratnya yang
sekuler.

Penguasa-penguasa tersebut bukan takut terhadap hembusan angin
Keterbukaan, Demokrasi, HAM dan Reformasi yang senantiasa
dipropagandakan dan dianjurkan oleh negara-negara Barat. Karena
penguasa-penguasa tersebut telah mempunyai penafsirannya masing-masing
tentang Keterbukaan, Demokrasi, HAM. Dan yang jelas bahwa Islam
sebenarnya tidak diterapkan secara menyeluruh di negara-negara yang
penduduknya mayoritas muslim. Islam hanyalah sebagi simbol saja. Inilah
yang menurut saya, harus dibedakan antara penguasa-penguasa muslim
dengan Islam sebagai agama yang dianutnya. Penguasa-penguasa muslim yang
hanya menjadikan Islam sebagai simbol dan alat untuk mencapai kekuasaan
politiknya inilah yang harus diperingatkan, dikritik dan disuruh kembali
kepada apa yang telah diperintahkan Allah melalui Rausl-Nya. Karena
kalau tidak, akan merugikan kaum muslimin lainnya dan menenggelamkan
negara yang dipimpinnya.

Sedangkan persoalan dengan kaum Yahudi itu, terutama yang makin
meningkat setelah berdirinya negara Israel di daerah Palestin yang
sebelumnya diduduki oleh kaum Palestina yang memeluk agama Kristen dan
Islam. Dimana Resolusi PBB No. 242 dan 243 yang mengharuskannya
menyerahkan kembali tanah yang dirampasnya, tidak pernah ditaati.
Persoalan dan perselisihan tanah Palestin ini menimbulkan persoalan
politik yang luas, disatu pihak sebagian besar kaum Arab mendukung kaum
Palestina, sedangkan kaum Barat yang dipelopori oleh Inggris dan Amerika
memihak Yahudi-Israel. Dimana persoalan Palestin masih belum selesai
sampai sekarang, bahkan makin meluas dengan dibangkitkan agama sebagai
suluh api, sehingga lahirlah permusuhan kaum Arab-muslim kepada kaum
Yahudi, dan sebaliknya.

TINJAUAN GUS SUR TERHADAP MASALAH DISKRIMINASI TERHADAP PARA WANITA

Di Indonesia Megawati Soekarnoputri berusaha dijegal oleh Poros Islam
Culas (gabungan partai-partai Islam Radikal) dengan alasan bahwa Al
Quran melarang wanita menjadi pemimpin. Di Afganistan dan banyak negara
Islam lainnya, wanita tidak memiliki kesempatan yang sama untuk
mengenyam pendidikan dan meraih karier mereka setinggi-tingginya. Wanita
dipaksa memakai pakaian yang tidak sesuai dengan hati nurani dan
keinginannya karena aturan kolot agama. Di Arab Saudi dan negara Timur
Tengah lainnya wanita bahkan tidak diperkenankan mengemudikan mobilnya
sendiri. Karier wanita di banyak bidang dibatasi sehingga wanita hanya
menjadi obyek pemuasan seksual pria secara egois dan penerus keturunan.
Begitu juga dengan poligami yang sangat melecehkan aspirasi dan HAM
wanita yang sebenarnya jauh di hati kecilnya tak rela dirinya di madu
oleh suami mereka, kalau para suami egois ini nggak percaya silahkan
mengadakan referendum nasional yang diikuti oleh para wanita untuk
menerima atau menolak opsi penghalalan praktek poligami.

TINJAUAN AHMAD ISLAM MENGHARGAI WANITA SAMA

"Dan orang laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman yang
setengahnya adalah pemimpin bagi yang setengahnya mereka menyuruh
berbuat yang maruf dan mencegah yang mungkar, mendirikan sembahyang,
menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya mereka itu
akan diberi rakhmat oleh Allah..." (At-Taubah, 9: 71). "Dan menjanjikan
Allah kepada orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan,
syurga-syurga yang mengalir didekatnya sungai-sungai, kekal mereka
didalamnya.." (At-Taubah, 9: 72).

Laki-laki dan perempuan dihargai sama, diberi rakhmat sama dan akan
dibalas dengan syurga sama oleh Allah. Jadi, Islam tidak
mendiskriminasikan wanita, justru sebaliknya, mengharagai sama, tidak
ada beda antara laki-laki dan perempuan.

Dalam masalah untuk menjadi pemimpin di Daulah Islam Rasulullah memang
Allah telah menggariskan bahwa "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi
kaum wanita..."( An Nisaa',4: 34) adalah dimaksudkan kepada pemimpin
dalam keluarga, tetapi perlu diingat bahwa, baru saja dalam bentuk
bangunan  keluarga yang begitu kecil sudah diwajibkan laki-laki sebagai
pemimpin bagi wanita, apalagi dalam bentuk negara yang besar dan
kompleks yang terdiri dari berjuta-juta keluarga. Jadi dalam surat An
Nissa' diatas mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk berpikir secara
logis (berdasarkan wahyu Allah) yaitu, baru saja dalam bentuk bangunan
keluarga yang terdiri dari beberapa orang laki-laki dan wanita, maka
yang diwajibkan adalah laki-laki sebagai pemimpin, apalagi dalam suatu
negara yang penduduknya terdiri dari berjuta-juta laki-laki dan wanita.
Juga apa yang pernah disabdakan Rasulullah "Tidak akan pernah beruntung
suatu kaum yang menyerahkan urusan (pemerintahan) mereka kepada seorang
wanita" (HR. Bukhari). Dimana hadist ini merupakan komentar Rasulullah
saw, ketika sampai kepada Rasulullah saw berita tentang pengangkatan
putri Kisra sebagai Raja Persia.

Adapun masalah poligami memang Islam tidak melarangnya, tetapi dengan
syarat yang sangat berat yaitu harus berlaku adil. Sedangkan untuk
berlaku adil terhadap istri-istri itu sangat berat dilaksanakan, karena
itulah walaupun Islam membolehkan poligami, tetapi dengan persyaratan
yang tinggi, mampu dan sanggup berlaku adil. Menurut pemikiran saya,
dengan adanya syarat untuk mampu berlaku adil kepada dua perempaun
adalah suatu hal yang tidak mungkin dilaksanakan. Mengapa? Karena
tidaklah mungkin dua hati perempuan bisa dijadikan satu dan sama. Dan
inilah yang saya sendiri tidak mampu dan sanggup melaksanakan poligami.

Masalah pendidikan dalam Islam tidak dibeda-bedakan antara laki-laki dan
perempuan, kedua belah pihak harus mendapat pendidikan yang sama.
Hanyalah dengan dasar pikiran yang picik yang melarang wanita tidak
boleh mendapatkan pendidikan.

Sedangkan soal berpakaian bagi wanita, memang Allah telah menggariskan
seperti yang tertulis dalam surat al-Ahzab, ayat 59, bahwa diwajibkan
untuk istri-istri Nabi,
putri-putri Nabi dan perempuan-perempuan muslimah menutupkan
jalabiyahnya keseluruh badannya.

Saya tidak membeda-bedakan perempuan muslimah dari cara pemakaian
jalabiyahnya, yang penting menutupi auratnya dan yang boleh tampak ialah
muka dan telapak tangannya. Soal menutup aurat dengan memakai jalabiyah
adalah suatu hal yang wajib, terlepas dari pada tingkat-tingkat
keimanannya (masalah keimanan hanyalah Allah yang mengetahui-nya).
Jangan disimpulkan bahwa, karena kadar iman sedikitnya dapat dilihat
dari perilaku, dan perilaku adalah cerminan dari apa yang ada dalam hati
(dirinya), jadi yang penting adalah apa yang ada dalam hati bukan
berjalabiyah atau tidak berjalabiyah. Atau jangan disimpulkan lagi
seperti ini, karena kadar iman bukan tercermin dari pemakaian jalabiyah,
maka memakai atau tidak memakai jalabiyah tidak mempengaruhi kadar iman

Selanjutnya mengenai wanita dijadikan objek pemuas nafsu, justru
kenyataannya kita melihat di negara-negara sekuler Barat banyak wanita
yang dijadikan objek pemuasan seksual pria, dan menurut saya wanita yang
tinggal di Barat telah dilanggar hak asasi manusianya baik disadari atau
tidak disadari.

PIKIRAN GUS SUR TENTANG ASAS PROPORSIONALISME SEKTARIAN EGOIS VS PRINSIP
MERITOKRASI

Asas proporsionalisme SARA berdasarkan dikotomi mayoritas minoritas
dalam penentuan jatah jabatan, fasilitas negara, subsidi dan penghargaan
bagi warganegara. Sistem Daulah Islam mengkotak-kotakkan warganegaranya
dalam kelompok-kelompok SARA dan warganegara yang berpotensi dan
berprestasi seringkali tersingkir dalam persaingan penentuan jabatan dan
fasilitas publik karena perbedaan SARA dan kuota sektarian. Prinsip
meritokrasi berdasarkan profesionalisme dan kualitas SDM harus
dikalahkan oleh prinsip Sektarianisme Proporsionalisme Persentase SARA
yang picik, subyektif dan diskriminatif ini.

Pembatasan kebebasan beragama bagi minoritas non-muslim. Tidak Satupun
negara mayoritas muslim yang memberikan kebebasan beragama (tidak
memeluk agama, berpindah agama, beribadah dan berdakwah secara leluasa)
secara sama kepada warganegara non-muslim sebagaimana yang diberikan
kepada WN muslim.

Berbicara soal piagam Madinah, apakah nabi Muhammad memberikan jaminan
persamaan hak dan kewajiban setiap warganegara Madinah tanpa
diskriminasi SARA?

PIKIRAN AHMAD ISLAM TIDAK MENGAJARKAN SIKAP DISKRIMINATIF

Pengambilan keputusan berdasarkan perbedaan SARA tidak diajarkan oleh
Islam, yang diajarkan oleh Islam adalah tegakkan hukum-hukum Allah
dengan adil dan laksanakan amanah yang diberikan kepadanya. Semua
permasalahan harus dikembalikan kepada Hukum-hukum Allah dan Rasul-NYa.
Itulah yang diajarlkan oleh Islam.

Dalam Undang-undang Madinah yang telah dibuat oleh Rasulullah bersama
kaum Anshar, Muhajirin dan Yahudi tercantum bahwa,

Bab IV  PERSATUAN SEGENAP WARGANEGARA
Pasal 16
Bahwa sesungguhnya kaum-bangsa Yahudi yang setia kepada (negara) kita,
berhak mendapatkan bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi
haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergaulan umum.

Bab V GOLONGAN MINORITAS
Pasal 25
2. Kaum Yahudi bebas memeluk agama mereka, sebagai kaum Muslimin bebas
memeluk agama mereka.
3. Kebebasan ini berlaku juga terhadap pengikut-pengikut/sekutu-sekutu
mereka, dan diri mereka sendiri.

Bab VII MELINDUNGI NEGARA
Pasal 39
Sesungguhnya kota Yatsrib, Ibukota Negara, tidak boleh dilanggar
kehormatannya oleh setiap peserta piagam ini.
Pasal 40
Segala tetangga yang berdampingan rumah, harus diperlakukan sebagai
diri-sendiri, tidak boleh diganggu ketenteramannya, dan tidak
diperlakukan salah.

PANDANGAN GUS SUR SOLUSI MASALAH DISINTEGRASI BANGSA BUKANLAH
OTONOMI/FEDERALISASI MELAINKAN PENGHAPUSAN SEGALA MACAM BENTUK AROGANSI
& DISKRIMINASI SARA TERHADAP SESAMA WARGANEGARA INDONESIA.

Seorang muslim yang sungguh-sungguh mencari pencerahan dan jalan yang
lurus serta memasrahkan diri kepada Allah sumber keadilan, kebenaran dan
kasih seharusnya Prihatin dan Sangat Malu melihat fenomena zalim yang
dilakukan oleh saudara-saudaranya sesama muslim terhadap minoritas
non-muslim, yang jauh lebih bobrok dan biadab dibanding dosa "Zionis"
terhadap rakyat Palestina. Informasi sensitif ini tidak pernah terekpos
karena memang sengaja ditutupi oleh pers nasional demi stabilitas
nasional dan menjaga "nama baik Islam". Pelanggaran HAM terhadap
non-muslim marak terjadi di negara-negara Daulah Islam atau mayoritas
muslim seperti di Sudan, Iran, Afganistan, Arab Saudi, Pakistan,
Bangladesh, Malaysia, Brunei, Indonesia anggota OKI yang tidak mengakui
dirinya sebagai "negara Islam". Pelanggaran HAM yang paling mencolok
adalah pembatasan Kebebasan Beragama dan Pemaksanaan Kehendak terhadap
non-muslim dan diskriminasi Gender terhadap para wanita. Ketidakbenaran
inilah yang harus segera direformasi dari dunia dan ajaran Islam bila
muslim sungguh-sungguh ingin menegakkan citra bahwa Islam itu agama yang
mendatangkan rahmat bagi semua umat manusia.

PANDANGAN AHMAD LAHIRNYA AROGANSI DAN DISKRIMINASI ADALAH AKIBAT DARI
HILANGNYA KEADILAN, AMANAH DAN PERDAMAIAN

Dengan membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, merupakan
dasar-dasar pokok untuk mencegah perpecahan persatuan umat yang
didasarkan kepada akidah Islam dengan menghormati agama lain dan ukhuwah
Islamiah.

DASAR TINJAUAN GUS SUR INJIL MENGAJARKAN UMAT MANUSIA MAWAS DIRI DAN
MENGHARAMKAN STANDAR GANDA/DISKRIMINASI

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan
enghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan
ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di
dalam matamu tidak engkau ketahui ? Hai Orang Munafik, keluarkanlah
dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk
mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. (Ucapan Yesus Kristus
dalam Injil Matius pasal  7 ayat 1-4). Waspadalah terhadap nabi-nabi
palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi
sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan
mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau
buah ara dari rumput duri ? Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal
mereka. (Ucapan Yesus Kristus dalam Injil Matius pasal 7 ayat 15-20).
The Golden Rule (Syariah di atas syariah, Sumber Hukum di atas Hukum).
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,
perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah Isi Seluruh Hukum Taurat
dan Kitab Para Nabi. (Ucapan Yesus Kristus dalam Injil Matius pasal
7:12).

Aplikasi Golden Rule:
1. Jika ingin HAM anda dihargai hargai HAM orang lain. 2. Jika anda
benci dizalimi jangan zalimi hak orang lain. 3. Jika anda ingin
kebebasan beragama anda dihormati dan diakui, akui dan hormati juga
kebebasan beragama orang lain. 4. Jika anda mengharapkan pemeluk agama
lain mengizinkan anda membangun tempat ibadah di lingkungan mereka, maka
izinkan juga hak mereka untuk membangun tempat ibadah mereka di
lingkungan anda. 5. Jika pria boleh jadi presiden maka wanita pun boleh
jadi presiden. 6. Jika pria tak mau dimadu oleh istrinya, maka pria
harus menyadari bahwa Istrinya pun tak mau dimadu olehnya. 7. Jika anda
tak ingin cinta anda dibagi dua, maka janganlah anda membagi dua cinta
anda kepada wanita/pria lain selain pasangan anda. 8. Jika anda ingin
diampuni kesalahan anda, maka anda juga harus bersedia mengampuni
kesalahan orang lain. 9. Jika anda sebagai WNI boleh jadi presiden maka
saya sebagai WNI pun berhak jadi presiden. Kitab "suci" yang tidak
mengajarkan prinsip Golden rule di atas bukanlah berasal dari TUHAN,
darimana ? Wallahualam.

DASAR TINJAUAN AHMAD SEMUA PETUNJUK ADALAH PETUNJUK ALLAH YANG BENAR

Bagaimanapun indah dan muluknya rangkaian kata-kata yang tertulis,
tetapi semuanya tidak berarti kalau tidak didasarkan kepada Petunjuk
yang datang dari Allah. Petunjuk yang datang dari Tuhan Pencipta alam
dan semua isinya inilah yang harus diikuti, diangkat, diterapkan,
dilaksnakan dan diawasi.

Dan mereka yang beruntung adalah mereka yang mengikuti Petunjuk Allah,
yaitu yang percaya kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat,
menafkahkan sebagian rizki, yang beriman kepada Kitab yang telah
diturunkan kepada Rasulullah dan Kitab-kitab yang telah diturunkan
sebelumnya dan mereka yakin akan kehidupan akhirat. Mereka itulah yang
tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang
beruntung. Itulah apa yang saya kutifkan secara bebas dari Al Baqarah,
2: 2-5.

KATA TERAKHIR GUS SUR UNTUK AHMAD

Saya berharap agar Sdr. Ahmad Sudirman dan rekan-rekan muslim lainnya
mendapatkan pencerahan melalui tulisan ini dan menemukan jawaban atas
doa anda yang berbunyi,"Ya ALLAH, ihdinas Sirathal Mustaqim (Ya Allah
tunjukkanlah kami Jalan Yang Lurus) "Bacalah Injil Yohanes anda akan
menemukan siapa yang dimaksud dengan Sirathal Mustaqim itu ? QuoVadis
Islam? Salam Kebenaran, (Gus Sur, 7 Desember 1999).

KATA TERAKHIR AHMAD UNTUK GUS SUR

Dengan tetap meminta pertolongan, petunjuk, bimbingan dan ilmu dari
Allah serta tetap beribadah bertakwa dan mencari ridha-Nya semoga kita
umat manusia diselamatkan dari kehancuran.

Inilah sedikit tanggapan untuk saudara Gus Sur (Amerika).

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Dec 1999 jam 18:02:21 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke