----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 45/II/12-18 Desember 99
------------------------------

TAPOL DAN NAPOL DIBEBASKAN

(POLITIK): Pada Hari Hak Asasi Manusia (10/12), pemerintah membebaskan semua
tapol/napol. Sebuah langkah maju dari pemerintahan Gus Dur.

Bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia 10 Desember, Presiden
Gus Dur membebaskan 91 tapol/napol yang masih mendekam di beberapa Lembaga
Pemasyarakatan di Indonesia.

Gus Dur mengakui birokrasi di pemerintahan ternyata tidak mudah. "Keppres
soal pembebasan tapol/napol sebenarnya sudah lama saya tanda tangani, tapi
belum juga bisa keluar. Saya minta hari ini (para tapol/napol) juga
dikeluarkan," ujar Gus Dur dalam sambutannya di acara Yap Thiam Hien Award
di Hotel Santika, Jumat sore (10/12). Ia juga merasa sedih karena tak banyak
waktu memikirkan soal HAM, akibat tekanan pekerjaan yang begitu besar.

Tapi dalam Keppres yang telah ditandatangani Gus Dur itu, seorang napol
terlewatkan. Menurut Hendardi, Direktur Eksekutif PBHI, napol yang
terlewatkan itu adalah Sekjen Partai Rakyat Demokratik (PRD) Petrus
Hariyanto. Akhirnya Petrus pun ikut dibebaskan bersama napol PRD lainnya.

"Saya bersyukur dibebaskan pula. Tetapi saya belum berkemas-kemas. Ya, saya
harus segera berkemas-kemas dan turut keluar malam ini," kata Petrus Jumat
malam (10/12) di LP Cipinang.

Nama Petrus Hariyanto memang tidak tercantum dalam Keppres No. 159/1999
tentang pemberian amnesti kepada pengurus PRD. "Keppres No. 159/1999 memang
hanya menyebutkan lima narapidana politik PRD. Padahal, di LP Cipinang ada
enam napol PRD," jelas Yusril di LP Cipinang. Dengan disaksikan Budiman
Sujatmiko dan Hendardi Yusril menelepon Presiden Gus Dur yang kemudian
memerintahkan secara lisan agar Petrus pun ikut dibebaskan.

Hendardi menyatakan, langkah Gus Dur memerintahkan Yusril melepaskan Petrus
secara lisan pantas dipuji. Ini merupakan pertanda perbaikan birokrasi
pemerintahan. Kalau memang ada kesalahan, pemerintah segera memperbaikinya.
Tak seperti selama ini, birokrasi sering menjadi penghambat demokratisasi.

Selain napol PRD, pemerintah juga memberikan amnesti pada 64 napol Timtim,
18 orang di antaranya berada di LP Cipinang, abolisi untuk enam terdakwa
kasus Timtim, serta amnesti terhadap 15 napol Komando Jihad, Gerakan
Pengacau Keamanan (GPK) Lampung, dan Aceh. Selain napol PRD dan 18 napol
Timtim yang berada di LP Cipinang, napol lain yang menerima amnesti dan
abolisi akan segera dibebaskan.

Suasana di luar LP Cipinang menjadi semarak, karena puluhan aktifis PRD
berkumpul untuk menyambut pimpinannya dibebaskan. Sambil membawa spanduk dan
bendera partai, mereka bernyanyi-nyanyi dan meminta Ketua Umum dan aktivis
PRD lainnya segera dibebaskan. Suasana gerimis tidak mengendurkan semangat
mereka dalam menyambut pembebasan pimpinan mereka dan aktifis PRD lainnya
beserta napol Timtim dari LP Cipinang.

Sedangkan ke-18 napol Timtim telah dijemput oleh Komite Palang Merah
Internasional (ICRC). Mereka rencananya akan ditampung dahulu dan pada hari
Sabtu akan diterbangkan ke Dili.

Tampak pula orangtua Budiman dan napol PRD lain, kecuali keluarga Petrus,
tampak menjemput. "Saya bersyukur, Budiman dan teman-temannya akhirnya
dibebaskan juga. Saya hampir patah harapan, karena pemberian amnesti ini kok
terkatung-katung. Syukur, hari ini dibebaskan," ujar Wartono, ayah Budiman. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 13 Dec 1999 jam 11:14:09 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke